Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Dokter Arie Purwana : Tips Ibu Hamil Vegetarian

June 17, 2009 By: Pradnyamitha Category: Kesehatan

Menangapi pertanyaan dari Ibu Putu Widarti mengenai ibu yang hamil yang mengalami tekanan darah rendah dan ingin terus menjalani pola makan vegetarian, berikut adalah tips dari Dokter Arie Purwana, seputar ibu hamil yang aman dengan vegetarian : 

1. Secara teratur kontrol ke dokter kandungan atau bidan untuk mengetahui kenaikan BB ibu & bayi dan perkembangan janin. Berat badan awal (sebelum hamil) akan menentukan rerata bulanan berat badan yang diharapkan. Misalnya semakin kurus seorang ibu maka penambahan berat badan akan berbeda dengan ibu yang gemuk. Namun berat janin yang diharapkan saat dilahirkan berkisar antara 2500 - 4000 gram.
2. Nutrisi yang dibutuhkan antara lain kebutuhan kalori tambahan berkisar 300 - 500 kkal perhari. tergantung usia kehamilan. Dapat diperoleh dengan cara konsumsi tahu dan tempe lebih banyak serta penambahan frekuensi makan (bukan porsinya). Perlu juga tiap makan utama diselingi dg buah segar. Wanita hamil juga berisiko kekurangan kalsium dan vit D. di negara kita yang termasuk beriklim tropis paparan terhadap sinar matahari sudah lebih dari cukup tapi tidak ada salahnya setiap pagi anda berjalan-jalan ringan selama 15-30 menit dibawah sinar mentari sekitar jam 7-8 pagi. Jika perlu diskusikan dengan dokter anda penambahan suplemen kalsium dan vit D. Wanita hamil juga berisiko kekurangan zat besi, vit B12, yodium dan asam folat (biasanya dokter kandungan akan merekomendasikan multivit bagi ibu hamil). Tapi jika anda menolak multivitamin tersebut maka dapat disiasati dengan secara rutin mengkonsumsi sayuran berwarna hijau, kacang, kentang, jus jeruk, rumput laut, jamur dan garam beriodium.
3. Tekanan darah tidak saja di tentukan oleh jenis makanan tetapi juga oleh faktor genetik, jenis kelamin, jenis penyakit, aktivitas, usia, dsb. Jadi jenis makanan hanya satu faktor saja. Pada sebagian wanita hamil tekanan darah  dapat meningkat, yang dikenal sebagai hipertensi dalam kehamilan. Tekanan darah yang meningkat cenderung berbahaya bagi ibu dan janinnya (konsultasikan ke dokter kandungan kondisi terkini tekanan darah anda). Sedangkan tekanan darah yang rendah dalam kehamilan menurut beberapa penelitian tahun 2001 yang dilakukan oleh dokter di john hopskin hospital tidak menjadi satu-satunya faktor penyebab kelainan pada janin. Pada penelitian tersebut dikatakan pasti ada faktor/penyakit lain yang mendasari jika ditemukan kelainan atau outcome yang buruk saat bayi dilahirkan. Jadi jangan kawatir tekanan darah akan turun, anda hanya perlu kontrol ke dokter/bidan secara teratur dan memastikan bahwa konsumsi makanan vegetarian anda sudah cukup serta bervariasi.
4. Jangan lupa berdoa

Demikian saran dari Dokter Arie Purwana, semoga bisa bermanfaat bagi ibu hamil yang menjalani pola makan vegetarian. Terimakasih ibu Putu ^_^

Tags:

Pempek Vegan

June 16, 2009 By: Pradnyamitha Category: Dapur Vegetarian

Bahan:

* 250 gram sagu
* 125 gram terigu
* Sedikit ikan vegetarian dicincang halus (boleh tidak pakai)
* 400-500 cc Air
* 2-2 ½ sdt Garam
* 1-1/2 sdt Lada secukupnya
* Poloku secukupnya

Cara membuat:

Didihkan air, masukkan garam, lada, poloku, aduk rata, kecilkan api.
Masukkan terigu, sedikit demi sedikit, aduk dg cepat hingga menjadi gumpalan seperti lem. Matikan api.
Masukkan ikan veg, sagu, aduk, uleni dg tangan sampai semua tercampur rata dan adonan halus.
bentuk sesuai selera, boleh direbus atau dikukus, dan jika ingin lebih sedap, sesudah direbus, baru digoreng.
Catatan:
Untuk membuat pempek goreng, tambahkan santan kental sebanyak 3-4 sdm, daun bawang/bawang merah iris jika suka. Bentuk bulat dan goreng. Dan jika terlalu keras, boleh tambahakan sedikit air lagi.

Cuko
250 cc Air
½ sdt Garam
100 gram Gula batok/aren
2 sdm Cuka apel/cuka beras atau air jeruk nipis/lemon
Asam jawa sedikit sekali
Gerus kasar:
5 bh Rawit merah bersam tangkainya
1 siung Bawang putih bersama kulitnya

Cara membuat:
Rebus air hingga mendidih, masukkan gula, garam,asam, aduk hingga gula larut, masukkan rawit, bawang putih, aduk sebentar, matikan api, tambahkan cuka, biarkan dingin, baru disaring..

Tips:
* Adonan terigu dapat diganti dg kentang kukus yg dihaluskan atau labu siam.
* Untuk Pempek rebus, biarkan dingin dulu baru digoreng.
* Untuk pempek goreng, waktu mengaduk jangan terlalu lama, krn makin diaduk adonan akan makin alot.
* Untuk membuat cuko, mempergunakan gula batok lebih enak dan semakin hitam warna gulanya, warna cukonya lebih bagus. Dan lebih sedap dan segar lagi kalau ditambah timun yang dipotong kotak2 kecil.

Terimakasih banyak kepada Ibu Marya atas resepnya ini ^_^

Gado Gado Vegan

June 11, 2009 By: Pradnyamitha Category: Dapur Vegetarian, Menu anak

Gado-gado Vegan

Resep ini dari Ibu Marya, sahabat saya (thx mom). Ini bisa jd alternatif buat anak2 yg ga doyan makan sayur. Bikinnya gampang bgt.

Bumbunya :
* Kacang tanah goreng (2sdm) haluskan, bisa ditambahkan kacang mede
* cabe rawit sesuai selera (kalo utk anak2 jgn pedes)
* Cabe merah 2 biji
* Garam 1/2 sdt
* Gula Jawa 1 sdm
* Air asam 1 sdt
* Bawang putih goreng 1 sdt (kalo suka)
* Kecap manis 1 sdm
Campurin semua bumbu jadi satu, sampai kental.

Bahan Gado2 nya
* Kentang rebus 3 buah
* Tahu goreng
* Taoge rebus 3 sdm
* Wortel rebus 2 batang
* Daun selada 2 lembar
* Lontong (sesuai selera)
* Timun 1 buah
* Jagung manis rebus 1 buah (dipipil) kalo suka
* Kerupuk vegan

Siap dihidangkan deh, lebih mantap ditemenin jus jeruk dingin. Selamat mencoba Gado2 Vegan ^_^

Tags:

Semur Tahu Kentang

May 06, 2009 By: Pradnyamitha Category: Dapur Vegetarian, Menu anak

Hasil gosip-gosip di face book dari perkumpulan ibu-ibu pencinta kuliner, menghasilkan ide untuk meracik semur buatan rumah sendiri. Yach  tinggal ambil bahan-bahan apa adanya dikulkas, jadilah Smurf Tahu Kentang (karena ada kesamaan dalam pengucapan smurf dan semur hehhe.. dipelesetin dikit ajah deh).

Bahannya : Tahu 1 kotak dan  kentang 3 buah (semua dipotong kecil-kecil, taburin garam dikit, trus goreng, sisihkan), wortel 1 biji (di iris korek api, rebus sebentar hingga empuk, sisihkan), suun 1 bungkus (rendam dalam air pasnas hingga empuk, sisihkan), tomat 2 buah potong menjadi empat bagian, seledri petik daunnya.

Bumbunya : Ketumbar 1/2 sdt, kemiri 1 biji, garam 1/2 sdt (haluskan ketiga bumbu ini), 5 butir bawang merah, 2 butir bawang putih, daun bawang secukupnya, bawang bombay 1/2 butir (semua bawang dicincang halus), 1/2 sdt pala yang sudah dicincang halus, gula 1 sdt, kecap asin 1 sdt, kecap manis 5 sdm.

Cara buatnya gampang banget, semua bumbu ditumis hingga harum, lalu masukkan air kira 3 gelas, dan tunggu hingga airnya sedilkit meletup-letup. Masukkan semua bahan dan aduk hingga tercampur rata, terakhir masukkan tomat dan seledri. Pastikan semua bahan sudah tercampur dengan rata. Angkat dan sajikan. Lebih mantap jika ditemani sambal bajak dan kerupuk. Selamat mencoba.

Perlukah para vegan khawatir akan kekurangan Vitamin B12?

May 05, 2009 By: Pradnyamitha Category: Kesehatan

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat membuat berbagai kerusakan, seperti : kerusakan otak, anemia, cepat lupa, tidak bergairah, kekebalan tubuh berkurang dan masih banyak lagi. Banyak dokter dan ahli gizi yang terus menerus menggarisbawahi betapa penting B12 bagi manusia sehingga bila orang melakukan diet vegan dia harus minum suplemen atau mencari makanan yang mengandung vitamin B12 untuk menjaga kesehatan tubuh dan otaknya. Mereka melihat sejumlah pasien vegan mereka yang kekurangan vitamin B12 dan lalu menyimpulkan bahwa para vegan cenderung kekurangan vitamin B12. Mungkin mereka memang datang ke dokter dalam kondisi sakit dan sakit itulah yang membuat mereka mengubah cara hidup mereka.

Sebagian besar dari mereka berharap mereka akan menjadi lebih sehat jika mereka mulai mengubah cara hidup mereka. Satu atau dua orang yang vegan mungkin nampak sedikit kekurangan vitamin B12, tapi tidaklah berarti bahwa itu berlaku untuk semua penganut vegan ketat sekarang dan pada yang akan datang.Semua vitamin B12 di dunia berasal dari bakteri. Baik tumbuhan maupun hewan ataupun manusia dapat memproduksinya dengan bakteri yang ada di dalamnya. Tumbuhan dapat terkontaminasi B12 ketika mereka berhubungan dengan bakteri tanah yang memproduksinya. Daging hewan memamahbiak kaya akan B12 hanya jika hewan itu makan makanan yang terkontaminasi atau bakteri itu hidup di usus hewan tersebut memproduksinya.

Tetapi sejumlah ahli gizi juga mengatakan bahwa hanya ada sangat sedikit tumbuhan yang merupakan sumber B12 yang baik dan bisa mencukupi kebutuhan manusia akan vitamin B12. Atau, mereka juga mengatakan bahwa vitamin B12 tetap ada bila tanaman itu tidak dicuci bersih bila akan dikonsumsi. Atau bahkan karena mereka mereka mengira bahwa B12 hanya diproduksi di usus besar, dan tidak terdapat di usus halus, padahal penyerapan tertinggi terjadi di usus halus., mereka mengejek dan mengatakan, “Akankah kita makan kotoran kita sendiri?”

Pada manusia, vitamin B12 tidak harus berasal dari tanaman atau hewan.. Mulut, usus bagian atas, usus bagian bawah semuanya mengandung bakteri yang menghasilkan B12. Kenyataan ini dibuat karena Albert MU mengamati bahwa banyak para vegan yang sehat tanpa terlalu peduli dengan vitamin B12 (Albert MJ, Mathan VI, Baker SJ. Vitamin B12 synthesis by human small intestinal bacteria. Nature. 1980;283(Feb 21):781-2.)

Kita harus menghentikan propaganda yang membuat orang takut menjadi vegan. Kita tahu bahwa pola makan bijian, kacang dan sayuran merupakan pola makan yang seyogyanya kita lakukan dalam hidup ini. Kita akan menjadi berkecukupan nutrisi dan lebih sehat jika kita hanya makan makanan itu. Ada sebuah pemikiran lain. Mengapa Alam hanya memberikan sedikit vitamin B12 dalam makanan? Pasti ada sebuah alasan. Mungkin kita tak memerlukannya begitu banyak atau kita cukup menggantungkannya pada bakteri yang memang ada dalam tubuh kita. Kita ternyata tidak memerlukan sebanyak yang dipikirkan banyak orang, Sesuai dengan sumber-sumber medis, hanya satu mikrogram per hari sudah cukup untuk menyembuhkan penderita pernicious anemia.

Hanya karena beberapa ilmuwan memperhatikan pada kelompok orang-orang konvensional atau para pelaku diet omnivora, lalu mereka menggunakan rata-rata jumlah vitamin B12 di dalam diri orang-orang itu. Mereka tidak bisa mengatakan bahwa jumlah itu harus juga dipunyai bagi orang yang sehat dan para vegan. Seorang dokter ahli, Dr. Shelton, mengatakan bahwa pengukuran rata-rata pada kelompok orang yang sakit tidak punya arti apa-apa. Mengapa kita harus mempedulikan hasil pengamatan atas kadar vitamin B12 pada orang-orang yang makan serampangan, rakus, dan tiap hari makanan yang berasal dari sampah-sampah yang berasal dari tubuh hewan?
Read the rest of this entry →

Tags: