Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for January, 2009

Anak saya vegetarian

January 27, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Kesehatan, Uncategorized

 

Awalnya saya tidak tahu apa itu vegetarian, kemudian teman saya menerangkan bahwa itu adalah pilihan untuk tidak memakan segala jenis daging. Pikiran saya betapa tidak mengenakkan meninggalkan ayam goreng, sate kelinci, rendang sapi, gulai kambing, ikan bakar, bakso urat, sosis babi dan sebagainya. Itu semua adalah makanan favorit saya. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah buku dan selebaran mengenai fakta dibalik semua yang saya makan tadi. Wah, saya sungguh tidak meyangka bahwa hewan-hewan yang tidak bersalah itu sangat menderita oleh kepuasaan sesaat perut dan lidah saya. Selain itu, daging yang mengendap dalam tubuh saya sekian tahun ini, adalah awal cikal bakal munculnya banyak penyakit kelak jika saya berusia lanjut (catatan penulis: daging mengandung lemak jenuh/lemak jahat yang susah diserap oleh tubuh, tumpukkannya yang menahun dalam tubuh disebut kolesterol, dan kolesterol bisa menghambat aliran darah, dari sinilah awal munculnya penyakit). Dan yang pasti menderita, keluarga saya juga. Sejak saat itu saya memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsi daging, dan menjadi seorang vegetarian.

Menjadi vegetarian, dilakukan secara bertahap, 1 bulan pertama saya meninggalkan semua daging, perut saya agak aneh, karena saya harus ke belakang setiap hari, selain itu juga sering lemas dan juga pusing. Saat saya bertanya kepada teman yang sudah lama menjalani vegetarian, saya baru tahu bahwa pola makan saya tidak seimbang, karena hanya mengkonsumsi sayuran hijau saja setiap hari. Bulan kedua saya meninggalkan telur dan segala sesuatu produk yang mengandung hewani. Hingga akhirnya saya melewati setiap bulan dengan lancar tanpa merasa bersalah oleh penderitaan hewan. Tadinya menjadi vegetarian didorong rasa kasihan pada hewan, namun tidak disangka ternyata efeknya sangat banyak sekali, kulit saya lebih cerah, pikiran saya lebih positif, dan jarang sekali sakit. Vegetarian adalah pilihan tepat untuk hidup yang sehat.

Saat saya menikah, dan mengandung, saya terus menjalankan vegetarian. Setiap hari yang saya konsumsi adalah nasi, beraneka warna jenis sayuran, bayam, wortel, brokoli, buncis, kacang merah, terong, kacang hijau, roti, mie, jamur, jeruk, pepaya, apel, pisang dan segala jenis buah saya konsumsi. Setiap hari saya membuat jus buah, dan juga minum susu kedelai. Selain itu saya juga mengkonsumsi suplemen dan vitamin yang diberikan oleh dokter kandungan. Minum air putih yang banyak adalah wajib bagi saya, untuk menghindari dehidrasi saat mengandung. Istirahat yang cukup serta setiap minggu mengikuti senam hamil adalah kegiatan saya selama menunggu proses kelahiran.

Dan akhirnya yang ditunggu selama 9 bulan telah tiba, munculnya bayi laki-laki gagah dalam kehidupan keluarga kami begitu menggembirakan. Saya sangat terharu bercampur syukur dikaruniai anak yang begitu tampan dan gagah. Saya akan merawat dan membesarkannya sebaik mungkin. Yang pasti saya pun menginginkan anak saya ikut vegetarian. Hmm tapi apakah mungkin, bayi vegetarian? Bisakah? Saya tidak tahu bagaimana bayi bisa vegetarian? Saya mulai banyak mencari informasi dan juga bertanya kepada semua teman-teman yang sudah berpengalaman dalam membesarkan bayi vegetarian. Melewati 6 bulan pertama masa kehidupan Gungde Krisna, panggilan anak saya, masih lancar-lancar saja, karena semua asupan gizi dan makanan Gungde bersumber dari ASI. Menginjak bulan ke tujuh, Gungde belajar makan bubur saring dan sayuran. Bubur saring adalah bubur nasi yang disaring menggunakan saringan kawat yang lubangnya kecil. Setelah halus sajikan hangat-hangat, lalu diberi garam sedikit saja (dokter tidak menyarankan sih), lalu dicampurkan dengan bubur sayur.

Membuat bubur sayur sangat mudah, semua jenis sayur bisa dibuat bubur. Contoh yang saya berikan pada Gungde adalah bayam, wortel, jagung manis, sawi, brokoli, bunga kol, buncis, kentang dll. Semua sayur saya rebus, kemudian dihaluskan menggunakan blender atau dilumatkan dengan sendok. Setiap hari berbeda-beda jenis sayur yang diberikan agar kebutuhan vitamin dalam sayur terpenuhi, saya juga melengkapinya dengan jus buah yang saya taruh dalam botol dot nya. Gungde sangat doyan sekali dengan sayur dan buah. Untuk bayi dibawah satu tahun, kebutuhan akan akan nutrisinya sangat tergantung dari ASI, sedangkan makanan pendamping ASI, nutirsinya bisa tercukupi dengan konsumsi buah dan sayur beraneka warna. Tahu dan tempe juga dapat diberikan dengan cara direbus hingga matang lalu di lumatkan hinga halus, bisa dicampurkan dengan kaldu sayur sebagai makanan penutup.

sayur dan buahTernyata membesarkan bayi vegetarian, tidaklah terlalu sulit. Bagi saya yang penting tercukupi akan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitaminnya. Semua itu sudah ada di sayur, buah, jamur, tempe, tahu dan sebagainya. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat dan cocok pada perut bayi adalah gula fruktosa, gula ini biasanya terdapat pada semua jenis buah segar, apel, mangga dll, buncis, kacang polong, ASI, pasta, kentang manis, kacang kedelai, sayuran dan biji-bijian. Sedangkan contoh makanan yang mengandung protein adalah susu kedelai, tempe, tahu, kacang kedelai, kacang-kacangan, buncis, mentega kacang, padi-padian, gandum dan hampir semua elemen makanan banyak yang mengandung protein yang cukup baik. Untuk lemak, bisa didapati pada ASI, biji bunga matahari, jagung, minyak kedelai, kenari, alpukat, minyak sayur, mentega kacang (ada baiknya diberikan pada usia 2th keatas). Mineral banyak terdapat pada buah-buahan, kacang, sayuran berhijau daun, dan rumput laut. Sedangkan vitamin, yang pasti banyak didapati pada sayur berwarna warni, segala jenis buah, dan kacang-kacangan. Untuk kebutuhan akan vitamin B12, bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi tempe, lidah buaya dan tanaman hasil laut, sedangkan vitamin D bersumber dari susu kedelai dan paparan sinar matahari pagi.

Sekarang anak saya menginjak usia 2 tahun, menu makanannya sudah bisa seperti makanan orang dewasa. Aneka macam sayur, jamur, tahu, tempe dan juga buah menjadi menu wajib keluarga kami. Dengan pengaturan menu yang beragam setiap harinya, kebutuhan gizi yang seimbangpun bisa terpenuhi dengan baik. Bahan-bahan makanan vegetarian pun tidaklah sulit untuk mendapatkannya. Sehat sejak dini dengan vegetarian bagi anak-anak adalah pilihan yang tepat untuk investasi kesehatan masa depannya kelak. Ajarkan gaya hidup sehat untuk anak, dengan berawal dari meja makan anda.

Anak vegetarian, Ibu siaga gizi

January 25, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Kesehatan, Profile

Anak yang menjalankan pola makan vegetarian, adalah anak yang dianugerahi banyak kelebihan. Selain badan mereka lebih sehat, anak vegetarian rata-rata cenderung memiliki tingkat intelegen yang tinggi, baik dari segala bidang. Menjaga keseimbangan gizi dalam menu sehari-hari anak vegetarian, adalah wajib dilakukan bagi orang tua. Beberapa dari pengalaman Ayah dan Ibunda berikut mungkin bisa menginspirasi anda yang saat ini memiliki buah hati yang vegetarian, atau menginginkan anaknya vegetarian.

Ibu Rosida Harimukti, Ibunda Damar Bhaswara Loka ( 5 tahun), Malang

Setiap hari Damar makan tahu tempe, segala jenis sayuran beraneka warna, semakin banyak warnanya, semakin lengkap gizinya dan juga vitamin D. Sayur pare pun, Damar juga doyan. Sama sekali tidak ada masalah kesehatan dengan vegetarian ini, justru Damar menjadi Murid Teladan TK Selaras Cita Malang, dan dalam 1 tahun masa sekolahnya, Damar menjadi pemenang rekor presensi (kehadiran) terbanyak, karena selama 1 tahun hanya 1 kali sakit yaitu 2 hari tidak masuk sekolah.

 

Ibu Melina Sutanto, Ibunda Mauve Bunar ( 6 tahun), Jakarta

Mauve Bunar ingin belajar menjadi vegetarian seperti sang Bunda. Selain minum susu, Ibu Melina juga menyediakan tempe dan tahu sebagai pengganti daging termasuk sayur-sayuran dan buah – buahan. Menjadi vegetarian, ada perubahan dalam perilaku sehari-hari Mauve Bunar, lebih lembut dan penuh kasih. Hoby menggambarnya membuat Mauve Bunar menyabet Juara 2 lomba mewarnai tingkat kecamatan.

 

Bapak Mardi Wong, Ayahanda Vidya Mettaputri Wijaya (2 tahun), Jakarta

Vidya menjalani vegetarian sejak dalam kandungan sang Bunda. Dan sebagai seorang ayah, Bapak Mardi Wong memperhatikan menu sehari-hari seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran yang berwarna-warni, contohnya wortel, jagung, sawi dan juga jamur. Vidya selalu ceria dan juga sehat, jarang sekali ada keluhan kesehatan, sehubungan dengan pola makan vegetarian ini.

 

Bapak Gede Made Wibawa Jati Kusuma, Ayahanda Ni Putu Shyla Gita Widhiani (18 bulan), Bali

Shyla sudah mengenal vegetarian sejak dalam kandungan sang Bunda, oleh sebab itu, sejak umur 6 bulan saat Shyla mulai belajar makan, sang Bunda memberikan bubur susu, bubur sayr, bubur buah, hingga makanan padat seperti nasi, sayur bening, sayur asem, burger king veggie, pizza hut, sayur sop, dan martabak veggie. Saat ini Shyla sudah pandai dalam bernyanyi dan menghitung angka.

 

 

Ibu Evie Gunawan, Ibunda kembar tiga Sisca Santoso, Sellie Santoso, Silvie Santoso, Surabaya

Memiliki anak kembar tiga, pasti repotnya bukan main. Tapi karena kesabaran dan keuletannya, Ibunda Evie mampu mengatasi itu semua. Termasuk saat menyajikan makanan setiap hari, sebisa mungkin bervariasi warna sayur dan buah nya, juga jamur, lebih banyak dihidangkan dalam bentuk kuah ketimbang di goreng, selain itu juga jus buah bergantian macamnya setiap hari. Dengan vegetarian, ketiga anak kembar ini membuat lebih mudah memaafkan dan menerima keadaan, tolerannya tinggi. Mereka kritis dalam melihat keadaan sekitar. Walopun teman-temannya menganggap aneh dengan pola makan vegetarian ini, Sellie merupakan mujrid yang berprestasi, ia menjadi juara 2 puisi mandarin di Chung-Chung dan juara 3 di kelas mandarin Chung-Chung Surabaya.

 

Ibu Susanti Wibowo, Ibunda Meigha Padma (12 tahun), Jakarta

Meigha adalah anak vegetarian berprestasi, selalu mendapat juara kelas, selain itu mendapat juara 3 lomba main piano, juara 1 baca puisi, dan beberapa kali mendapat piala dari tempat les kumon karena dia sudah belajar matematika setingkat SMU , jadi sama sekali tidak ada masalah dengan pola makan vegetarian. Sehari – hari Meigha suka makan nasi goreng sayur buatan mama, dan rajin minum susu kedelai, kalo soto vegetarian Jakarta, adalah salah satu makanan favoritnya.

 

Ibu Inneke Lohonauman, Ibunda Achyel (18 bulan), Filipina

achyel bermainTinggal di Filipina, tidak menghalangi Ibu Inne untuk terus menjalani vegetarian bersama sang buah hati. “Saya masak sendiri, kebetulan disini (Filipina) banyak sekali biji-bijian, saya mengolahnya dengan cara mencuci, menjemur dan kemudian saya giling. Biji-bijian yang sudah digiling tersebut saya tambahkan pada setiap makanan Achyel.” Sekarang Achyel sudah bisa menghitung 1 hingga 5.

 

Bapak Ruslan, Ayahanda Haoriadi Muditawira (3 tahun), Pekanbaru

Jinhao anak VegetarianHaoriadi atau dipanggil Jinhao, satu dari sekian banyak vegetarian yang jarang sakit. Makanan seperti sayur, buah segar, jus buah, nasi dan juga susu kedelai adalah menu makanan sehari-hari yang selalu disajikan sang Bunda. “Vegetarian tidak akan kekurangan gizi jika menunya seimbang, demikian pula juga tidak akan mempengaruhi kecerdasan anak.” jelas Pak Ruslan.

 

Persiapkan gizi anak anda dengan baik, sebelum memutuskan menjadi vegetarian.

Asam Urat dan Vegetarian

January 25, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Sayur dan Buah, Uncategorized

Ada yang bilang bahwa penderita asam urat sangat susah menjalani pola makan vegetarian, wah siapa bilang? Memang untuk beberapa jenis makanan terutama sayuran, ada yang dihindari, dibatasi serta diabaikan dalam konsumsi sehari-hari. Asam urat adalah senyawa sukar larut dalam air yang merupakan hasil akhir metabolisme purin. Secara alami, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan), atau hewan (jeroan, daging, ikan sarden). Juga dalam makanan kaleng atau minuman berakohol.

Drs. Susianto, MKM, seorang ahli gizi, menerangkan bahwa diet diberikan kepada pasien dengan kadar asam urat > 7,5 mg/dl. Makanan yang tinggi purin umumnya meningkatkan ekskresi/pengeluaran asam urat melalui urin sehingga bisa terbentuk batu asam urat. Metabolisme purin yang abnormal juga akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit gout artritis, sehingga terjadi timbunan kristal garam urat di persendian dapat menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan/atau jari.

     Kelompok bahan makanan menurut kandungan PURIN dan anjuran makan:

  • Kelompok 1 (DIHINDARI) : Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/100gr bahan makanan ) : Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, bebek, ikan sardin, kerang
  • Kelompok 2 (DIBATASI) : Kandungan purin sedang (9-100 mg purin/100gr bahan makanan) : Daging, ikan, ayam, udang, daun dan biji melinjo, daun singkong, kang kung, bayam, kacang, asparagus, kacang tanah, kacang kedelai.
  • Kelompok 3 (DAPAT DIMAKAN)/ (DAPAT DIABAIKAN) : Kandungan purin rendah, Nasi, ubi, singkong,  jagung, roti, mie, bihun, tepung beras, sayuran (kecuali sayuran dalam kelompok 2), buah-buahan, kue kering puding/agar2, lemak/minyak, gula.

Selain itu Drs. Susiato, MKM, menambahkan bahwa tempe dan tahu masih boleh dikonsumsi sebagai sumber protein vegetarian, asalkan dibatasi yaitu 50 gram (2 potong sedang) sehari. Disamping itu kacang-kacangan yang lain sebagai sumber protein vegetarian yang baik masih boleh dikonsumsi seperti : kacang panjang, buncis, kacang hijau, kacang merah, dll. Jangan takut kurang protein, karena nasi saja mengandung protein, selain itu nasi juga mengandung zat besi. Disarankan penderita asam urat  harus banyak minum air putih (2-3 liter/hari) dan olah raga. Jadi, bagi anda atau saudara anda yang terkena asam urat dan ingin menjalankan pola makan vegetarian, sama sekali tidak ada masalah, semua bisa dilakukan secara selaras sesuai dengan porsi yang dianjurkan. Be Veg, Go Green and Save The Planet. 

 

Tags:

Apa yang perlu kita ketahui tentang bayi dan anak vegetarian?

January 15, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Menu anak

Berikut adalah petikan wawancara bersama Drs. Susianto, MKM,  mengenai segala hal yang perlu kita ketahui tentang bayi dan anak vegetarian, bagaimana cara mengasuh mereka, menyajikan menu yang seimbang, dan juga makanan yang bergizi. Drs. Susianto, MKM,  adalah seorang ahli gizi yang sudah berpengalaman dalam bidangnya dan telah memberikan seminar vegetarian dimana-mana. Berikut beberapa pertanyaan mengenai bayi dan anak vegetarian.

  • Apa yang membuat Bapak tertarik meneliti “Status gizi balita vege dan non vege”? 
    Belum pernah ada penelitian sejenis di Indonesia dan ingin membuktikan kepada para dokter, ahli gizi, petugas kesehatan lainnya dan masyarakat luas bahwa anak vegetarian tidak kalah status gizinya dibandingkan anak non vegetarian.
  • Hambatan apa yang Bapak alami saat meneliti ini?
    Kesulitan mendapatkan sampel balita nonvegetarian yang comparable/sebanding dengan balita vegetarian.
  • Apakah bayi dan anak cocok menjadi vegetarian?
    Ya, bayi dan anak cocok menjadi vegetarian. American Dietetic Association (Persatuan Ahli Gizi Amerika) pada tahun 1997 dan 2003 telah memproklamirkan bahwa vegetarian yang direncanakan dengan baik adalah cocok untuk semua kelompok umur mulai bayi, anak, remaja, dewasa, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia.
  • Sejak kapan mereka boleh vegetarian?
    Sedini mungkin akan lebih baik.
  • Mengapa bayi dan anak harus vegetarian?
    Karena sedini mungkin mereka dapat menjalani pola makan vegetarian yang benar dan sehat sehingga akan memberikan keuntungan gizi dan kesehatan fisik dan jiwa bagi kehidupan mereka.
  • Depkes menerapkan 4 sehat 5 sempurna, lalu makanan apa yang nilai gizinya setara untuk menggantikan telur, ikan, daging dan susu sapi dalam menu bayi vegetarian?
    Perlu ditegaskan di sini bahwa sejak 1993 Depkes RI sudah tidak menggunakan konsep 4 sehat 5 sempurna, melainkan sudah direvisi dengan konsep Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Untuk bayi 0-6 bulan harus diberi ASI eksklusif (bisa memenuhi semua kebutuhan zat gizi bayi). Setelah 6 bulan ASI tetap diberikan sambil ditambahkan dengan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI. INGAT : bukan makanan pengganti ASI). Setalah 12 bulan, anak sudah bisa diberikan makanan yang sama dengan orang dewasa. Protein daging, ayam, ikan, telur dapat digantikan dengan makanan vegetarian yang berasal dari kelompok kacang-kacangan (legum) terutama kacang kedelai (protein 34%, hampir 2x lipat protein daging) beserta produk olahannya seperti tahu dan tempe, dll.
  • Apakah peran susu sapi bisa digantikan dengan susu kedelai?
    Ya, Susu sapi bisa diganti dengan susu kedelai (protein efficiency ratio susu kedelai hampir sama dengan susu sapi, 2,3 berbanding 2,5.
  • Contoh kacang-kacangan dan biji-bijian seperti apa yang mudah didapatkan di Indonesia, untuk memenuhi protein anak vegetarian?
    Kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, buncis, wijen, beras, jagung, gandum, havermout, jali-jali, biji labu, biji bunga matahari.
  • Apa pengganti Omega 3 pada ikan untuk anak vegetarian? Bisakah mereka pintar tanpa ikan?
    Kacang-kacangan, biji labu, kenari, alpukat, biji rami/flaxseed, canola. Jelas anak vegetarian bisa pintar tanpa ikan. Pintar dan tidaknya seorang anak tidak sesederhana makan ikan atau tidak. Masih banyak makanan vegetarian pengganti ikan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Jangan lupa, kepintaran anak bahkan bukan hanya karena faktor makanan saja, melainkan stimulan (rangsangan) untuk otaknya juga sangat penting. Demikian pula dengan faktor pola asuh dan pengaruh lingkungan.
  • Kebutuhan gizi seperti apa yang harus dipenuhi dalam menu anak vegetarian agar bisa seimbang? Pada perinsipnya tetap harus memenuhi kebutuhan kelima zat gizi yaitu Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin, Mineral dalam jumlah yang seimbang. Semua zat gizi ini dapat didapatkan dari makanan vegetarian yang bervariasi. Ingat: tidak ada satu jenis makanan saja yang dapat memenuhi semua kebutuhan zat gizi.
  • Bagaimana dengan vitamin B12? Sumber nabati apa yang bisa mencukupinya?
    Vitamin B12 didapatkan pada tempe (1-6 mikro gram/100 gram tempe), lidah buaya (aloevera), atau makanan yang diperkaya (fortifikasi) dengan B12 seperti sereal2 sarapan, dll. Tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen.
  • Apakah dengan vegetarian akan mempengaruhi tingkat IQ anak?
    Penelitian membuktikan bahwa anak-anak vegetarian memiliki IQ rata-rata yang lebih tinggi daripada anak2 nonvegetarian, seperti pada penelitian di Boston, IQ rata-rata anak vegetarian di atas 116, sedangkan yang nonvegetarian di bawah 116.
  • Adakah standar Status gizi yang ideal / yang baik untuk anak-anak?
    Ada, standar terbaru yang dipakai sekarang adalah Standar WHO 2005 (seperti yang saya pakai pada penelitian tesis S2 saya tentang status gizi balita vegetarian dan nonvegetarian, yaitu : gizi buruk (Z-score < -3), gizi kurang (-3 <= Z-score < -2), normal (-2 <= Z-score <= +2), gizi lebih (+2 < Z-score <= +3), obesitas (Z-score > +3).
  • Mengapa hampir sebagian besar anak vegetarian berbadan gemuk? Apakah ini sehat?
    Jelas tidak sehat, kemungkinan besar disebabkan oleh asupan susu sapi dan lemak terutama dari makanan gorengan yang terlalu banyak. Anak gemuk tidak berarti sehat, bahkan sebaliknya. Anak gemuk cenderung tetap gemuk hingga remaja dan dewasa, sehingga sangat berisiko tinggi menderita diabetes mellitus dan penyakit kronis lainnya seperti jantung, stroke, dll. Apalagi kalau sudah obesitas dalam pengertian kesehatan merupakan penyakit.
  • Dalam penelitian Bapak terhadap 400 orang anak vegetarian, adakah keluhan penyakit pada mereka sehubungan dengan pola makan vegetarian?
    Tidak ada keluhan penyakit yang spesifik, melainkan cuma keluhan biasa seperti flu, batuk, demam.
  • Seberapa pentingkah protein hewani dalam tubuh kita? Bisakah diganti dengan protein nabati?
    Bisa, karena semua asam amino esensial (tidak bisa dibuat oleh tubuh, harus didapatkan dari makanan) pembentuk protein terdapat pada makanan nabati/vegetarian, sedangkan asam amino non-esensial dapat dibuat oleh tubuh. Sebagai contoh : kedelai atau produk olahannya seperti tempe mengandung semua jenis asam amino esensial. Dengan makan tempe bersama nasi atau jagung akan meningkatkan mutu protein bagi tubuh, karena asam amino esensial “metionin” yang tinggi pada nasi dan jagung akan melengkapi metionin pada tempe yang tidak termasuk tinggi kandungannya. Sebaliknya kandungan asam amino esensial “lisin” yang tinggi di tempe akan melengkapi lisin yang kadarnya tidak tinggi pada nasi dan jagung.
  • Apa yang paling sering ditakutkan/ (pro dan kontra), oleh ahli Gizi mengenai vegetarian?
    Isu tentang mutu protein nabati, defisiensi zat besi, kalsium dan vitamin B12. Semuanya sudah saya bahas secara singkat pada jawaban2 di atas.
  • Pola asuh, wawasan serta pengetahuan seperti apa yang harus dimiliki oleh ibu yang menginginkan anaknya vegetarian?
    Tentunya sang ibu harus memiliki sedikit banyak pengetahuan tentang gizi vegetarian, seperti sumber zat gizi pada makanan vegetarian, cara pengolahan dan kombinasinya, serta pola asuh yang benar, seperti harus memberikan kolustrum, ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, kebersihan dan perawatan bayi, dll.
  • Bagaimanakan cara effektif mengenalkan sayur mayur kepada anak-anak?
    Perkenalkan satu per-satu jenis sayur dan buah kepada anak sejak pemberian MP-ASI (di atas 6 bulan). Buatlah pola sayur dan buah yang menarik dan bervariasi. Jika sudah memungkinkan, ajak dan libatkanlah anak dalam pemilihan dan persiapan pengolahan sayur dan buah. Jangan cepat-cepat mengatakan anak tidak suka makan sayur dan buah jika sang ibu belum mencoba minimal 10 kali memberikan sayur dan buah kepada sang anak. Ingat : biasanya anak yang tidak suka sayur dan buah berasal dari ibu yang juga tidak suka sayur dan buah. Ingat : anak belajar dengan melihat contoh orang tuanya, bukan mendengarkan segudang teori dan kotbah dari orang tuanya.

Nah Ibu, semoga pertanyaan-pertanyaan diatas bisa menghilangkan keraguan mengenai vegetarian. Bayi dan Anak sangat cocok menjalani vegetarian, dan bisa dilakukan sedini mungkin. Ayo ajarkan sayur dan buah pada anak-anak, ayo vegetarian, Be Veg, Go Green And Save Our Planet.  

Drs. Susianto, MKM, seminar vegetarian hingga luar negeri

January 14, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Profile, Uncategorized

Bagi Ibunda yang menginginkan anaknya sehat sejak dini dengan vegetarian, maka wajib untuk mengetahui banyak hal menyangkut menu, kesehatan dan juga kandungan gizi dalam menu makanan sehari-hari yang disajikan untuk sang buah hati. Drs. Susianto, MKM telah berbagi pengetahuan mengenai hal ini, beliau adalah seorang ahli gizi yang saat ini sedang menempuh gelar S3 nya di FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) – UI. Sebagai pembicara seminar, yang sudah melalang buana hingga 46 kota IVS cabang se – Indonesia dan juga luar negeri seperti Singapore, Malaysia, Taiwan, India, Australia dan Jerman, Bapak dari seorang putri, Shanti Paramitha dari istri Lily Setiawinata, ini tak lelah terus memberikan pengetahuannya tentang vegetarian. Hoby nya yang suka menulis, membaca dan ketawa ini, membuat Bapak Susianto dipercaya menjadi Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society (IVS), Sekjen Asian Vegetarian Union (AVU) dan Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pasific.

Namun disela kesibukan yang super padat didalam organisasi, Bapak Susianto yang doyan banget makan gado – gado dan ketropak, masih memiliki pekerjaan utamanya sebagai Konsultan PerkinElmer Indonesia. Mendengarkan lagu lama, adalah salah satu kegemaran Bapak kelahiran Riau ini, mungkin dengan iringan musik inilah beliau bersama dr. Hendry Widjaja dan Helda J. Mailoa, terinspirasi membuat buku “Diet Enak Ala Vegetarian” yang diterbitkan tahun 2007 lalu. Bertempat tinggal di Taman Palem Lestari, Jakarta Barat, Bapak Susianto yang telah menjalani vegetarian sejak tahun 1988 ini, telah membagikan pengalaman dan membuka wawasan kita dalam penelitiannya mengenai “Status gizi balita vegetarian dan non vegetarian.” Selain itu masih banyak lagi wawasan yang telah dibagikan pada kita, tentang “apa yang perlu kita ketahui tentang bayi dan anak vegetarian”, lihat selengkapnya pada artikel berikutnya.


Switch to our mobile site