Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for April, 2009

Apa yang disebut Kwartet Nabati ?

April 30, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Sayur dan Buah

Mengingat dampak kurang baik dari makanan yang berasal dari hewan, serta keunggulan makanan dari nabati, maka PCRM, telah memperkenalkan suatu pola makanan sehat yang disebut The New Four Food Group (Kuartet Nabati) sebagai konsep nutrisi dimasa mendatang, dan konsep tersebut telah direkomendasi oleh Asosiasi Ahli Gizi Amerika dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kuartet Nabati tersebut telah memenuhi kebutuhan akan nutrien yang terdiri dari: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan air. Dengan menkonsumsi 2-3 macam sayuran, 2-3 jenis buah, anggota palawija, dan 1-2 jenis kacang-kacangan setiap harinya. Komposisi tersebut dinamakan “Pyramid Food” yang terdiri dari

1. Sereal, biji-bijian, ubi-ubian,  diperlukan banyak sesuai dengan kebutuhan sebagai sumber tenaga.
2. Buah dan sayuran, diperlukan cukup banyak sebagai sember vitamin, mineral dan serat.
3. Kacang-kangan, kedelai, susu dan produknya, dengan berbagai aneka kacang akan mencukupi kebutuhan asam amino esensial sebagai sumber protein, lemak yang diperlukan untuk membentuk enzim, hormon dll.
4. Minyak, lemak, gula, sebagai puncak piramid, tidak perlu banyak. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dalam gambar disebelah. Kini pola makan Pyramid Food ini telah digalakkan di berbagai negara. (referensi)

Tiap hari makan tahu tempe, kapan pintarnya?

April 29, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Menu anak

Nah ini dia nih, kata-kata yang paling sering saya denger jika kumpul sama ibu-ibu, entah saat arisan atau belanja sayur. Dan saya hanya mengernyitkan dahi saja, saya pikir ibu-ibu ini hanyalah kurang informasi, males baca buku, browsing internet atau juga bisa jadi asal nyeplos saja. Tempe yang paling sering kita temui dipasar, selain murah, juga sangat populer di lidah masayarakat Indonesia. Namun jika kebiasaan makan tempe setiap hari, kemudian di identikkan dengan kecerdasaan anak, hmmf… saya menjadi sangat gemas untuk menulisnya. Hampir setiap hari, saya menyajikan tempe dan tahu sebagai lauk utama dalam daftar menu harian. Tingkat kebosanan bisa diatasi dengan pengolahan yang bervariasi, penggunaan bumbu yang beragam serta cara penyajian yang bermacam-macam. Kalo dicari manfaat, khasiat serta kandungan gizi tempe di google, pasti bakalan banyak banget informasi yang didapat, nah kalo nyari info apakah tempe bisa bikin cerdas anak, ada nggak yach?

Menurut Drs. Susianto Tseng, MKM, seorang ahli gizi dan juga pembicara seminar vegetarian internasional, dalam kacang kedelai, mengandung nutrisi berupa omega 3 dan omega 6, yang mana akan berubah menjadi DHA jika sudah berada dalam tubuh kita (referensi). Tempe sendiri memiliki sejuta nutrisi yang nggak kalah dengan produk makanan lainnya. Pada proses pembuatan tempe menggunakan kapang yang mengandung enzim pencernaan, makanya protein, karbohidrat dan lemak yang ada didalamnya sangat mudah dicerna oleh perut mungil balita. Gizi buruk pada anak, seharusnya tidak akan terjadi jika rutin dalam pemberian tempe, karena tempe dapat mengatasi diare dan juga meningkatkan berat badan anak. Nah, berita yang paling menggembirakan bahwa tempe adalah satu-satunya bahan nabati yang mengandung vitamin B12, sekitar 1,5 – 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jadi seorang vegetarian gak usah kuatir deh bakalan kurang asupan vit B12. Sepotong tempe yang kita santap setiap hari itu, didalamnya terdapat asam lemak, vitamin (vit A, D, E, K, B1, B2, B6 dan B12),  mineral, dan antioksidan. Kalo ada yang ingin awet muda, rajin-rajin lah makan tempe, karena tempe adalah sumber antioksidan yang baik yang dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini. Nah, akhir kata, kalo ada yang bilang makan tempe tiap hari nggak bikin cerdas anak, maka anggaplah angin lalu saja, toh cerdas tidaknya anak bukan tergantung pada tempe, tapi tergantung pada ibu yang nggak doyan sama tempe hahah….!! Ayo makan tempe.  Thanks to Wikipedia.

Yogindra, cinta binatang sejak dini

April 28, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

Sejak memutuskan untuk vegetarian 6 tahun yang lalu, ibu Ayu pun juga menerapkan hal yang sama kepada Putu Yogindra Pratistha Sai Caitanya anak semata wayangnya. Yogindra begitu panggilan kesayangan sang bunda lahir pada tanggal 17 mei 2008, sekarang sudah menginjak umur 1 tahun. Vegetarian sejak dalam kandungan membuat Yogindra sangat peka terhadap berbagai jenis makanan yang mengandung daging, “ oleh karena itu saya buatkan jus buah dan biskuit khusus yang tidak mengandung hewani” kata ibu Ayu.

Yogindra menunjukkan balita yang sangat sehat, “ketahanan fisiknya diluar dugaan kami, pernah suatu saat kami mudik dari jakarta ke bali menggunakan bis, pulang pergi, kami berusaha membuat perjalana n senyaman mungkin karena Yogindra masih kecil, dan kami bersyukur, Yogindra tidak mengalami kelelahan fisik sama sekali, masih tetap ceria dan bersemangat, beda dengan kami yang meriang-meriang dan cape badan” terang Ibu Ayu. Sebagai ibu muda yang super sibuk beraktivitas diluar rumah, ibu Ayu mempercayakan pengasuhan putranya kepada sang nenek, karena hampir seluruh keluarga vegetarian, maka tidak sulit bagi ibu Ayu untuk mengatur menu sehari-hari Yogindra. Kita pintar-pintar mix n match kan sayur-sayuran dan buah-buahan juga minum vitamin untuk menjaga keseimbangan gizi anak. Saya percaya dengan vegetarian, Yogindra akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, ini terbukti hampir jarang banget kita kedokter untuk keluhan sakit. Saya juga percaya dengan vegetarianpun anak-anak bisa tumbuh menjadi anak pintar, tentu saja sesuai dengan tahapan umur mereka. Saat ini Yogindra sudah pandai belajar jalan dan meniru apa yang dilihatnya, seperti belajar nyisir, belajar bicara, suka meniru gaya kita menerima telpon dan sebagainya. Kondisi fisiknya juga bagus, tidak gemuk, tidak kurus melainkan padat berisi.

Vegetarian pada bayi dan anak, bagaimana menurut ibu Ayu? Mereka jauh lebih sehat dari anak yang non vege, mereka juga pintar, dengan bervegetarian, anak bisa mempunyai perasaan yang welas asih ke semua makhluk, memahami bahwa semua makhluk itu saudara kita yang harus dikasihi, juga mengenalkan bahwa tanpa makan daging, tubuh kita pun jauh lebih sehat dan tentu saja bergizi. Yogindra juga sangat mencintai binatang, ini terlihat saat ada kucing liar yang selalu lewat depan rumah, dia membagikan biskuit yang ditangannya. Rasa welas asihnya sudah tampak melalui gerak geriknya. Yuups, benar sekali bu Ayu, dan Yogindra ini salah satu bukti bahwa bayi vegetarian itu tahan banting alias jarang sakit plus memiliki rasa welas asih yang tinggi.

Dokter Arie Purwana : Kebutuhan gizi anak vegetarian

April 17, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Serba Serbi Bayi & Anak

Disela kesibukkannya yang super padat, saya sangat senang dokter I Nyoman Arie Purwana, yang biasa disapa Dokter Arie, mau meluangkan waktunya menjawab pertanyaan saya seputar kebutuhan gizi anak vegetarian. Berikut beberapa petikan obrolan bersama beliau:

  • Masih banyak keraguan Ibu-ibu diluar sana tentang anak-anak yang menjalani pola makan vegetarian, apakah vegetarian cocok dan baik untuk perkembangan anak-anak Dok? Sangat cocok , selama asupan dan nilai gizinya sesuai dengan jenis kelamin, usia dan aktivitas mereka.

  • Bagaimana cara mengajarkan pada bayi yg baru lahir terhadap sayuran dan buah-buahan secara tepat dan benar agar tidak mengganggu pencernaan mereka? Ringkasnya anak usia 0-6 bulan hanya diperkenankan mengkonsumsi ASI (sesuai rekomendasi WHO), setelah usia 6 bulan mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI dapat berupa sayur dan buah yang di haluskan.

  • Contoh makanan yang paling mudah pengolahannya, mudah mencarinya dan murah harganya yang meliputi karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin apa aja ya Dok? Semuanya tersedia di alam dan sekitar rumah kita. Mungkin tidak ada bahan makanan mentah yang mengandung secara lengkap dan kaya akan semua nutrisi tersebut, oleh karena itu pada orang dengan diet vegetarian disarankan mengkonsumsi setidaknya 2-3 macam sayuran dan diselingi buah pada menu harian mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi.

  • Contoh makanan yang memenuhi gizi seimbang? Gizi pada anak harus memenuhi komposisi 15% protein, 35% lemak, 50% karbohidrat, vitamin dan mineral. Bentuk dan susunannya tergantung dari jenis kelamin, usia, aktivitas dan kondisi fisik anak. Contoh nya: Untuk bayi: bubur (utama)+ biscuit (sanck) + buah (snack),  Untuk bayi yang lebih besar: bubur beras (utama) + tahu + tempe + sayuran + buah + biscuit,  Untuk anak: hampir sama dengan diatas hanya saja bentuknya sudah nasi dan sesekali diselingi kacang hijau.

  • Asupan protein paling murah dan gampang dicari adalah pada tahu dan tempe, apakah ini aman dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak? Tentu saja aman selama tahu dan tempe tersebut diolah dengan cara yang benar dan higienis.

  • Bagaimana cara penyajian tempe dan tahu yang paling aman (goreng / kukus)? Dengan melihat beberapa factor, rasanya tindakan yang palin aman adalah dengan mengukusnya namun mungkin dapat merubah rasa.

  • Apakah Jamur, tempe dan tahu aman dikonsumsi oleh anak-anak setiap hari? Aman, selama pengolahan dengan cara-cara yang benar dan higienis.

  • Mengenai kasus alergi yang banyak dialami oleh bayi yang baru lahir, dan kemungkinan mereka berubah ke diet vegetarian, adakah kemungkinan bahwa makanan vegetarian merupakan alternatif makanan paling aman untuk mengatasi alergi? Makanan vegetarian tentu saja dapat menjadi alternatif bagi mereka yang alergi, namun sekali lagi harus dipastikan terlebih dahulu jenis alergi dan factor yang menjadi pencetusnya. Biasanya dokter anak dapat mengenalinya. Penanganan terpenting pada penderita alergi adalah menghindari pemicu alergi, bukan pada obat atau makanan. .

  • Apakah gluten aman dikonsumsi sehari-hari bagi anak? Ini saya kutip dari majalah ilmiah nutrisi di amerika. Kesimpulan penelitian mereka (untuk orang dewasa): High intakes of vegetable protein from gluten may have beneficial effects on cardiovascular disease risk by reducing oxidized LDL, serum triacylglycerol, and uric acid. Further studies are required to assess the longer-term effects on renal function. Efek gluten pada anak dari beberapa penelitian hingga akhir tahun 2007 masih kontoversi. Namun tetap saja kebutuhan protein harus disesuaikan dengan usia, kondisi dan aktivitas anak.

  • Apakah gluten bisa memicu autis? Masih menjadi perdebatan apakah gluten dapat memicu autis, namun pada banyak penelitian pada penderita dengan austic spectrum disorder (ASD) disarankan diit bebas gluten dan casein. Hasil Meta analisisnya menunjukkan ahli lain masih belum sepakat apakah perlu diit bebas gluten dan casein pada ASD.

  • Hampir kebanyakan dokter anak tidak menyarankan untuk diet vegetarian, karena asupan gizi yg kurang seimbang. Gizi yang seimbang seperti apakah yang harus dipenuhi oleh anak yang vegetarian? Memang saat ini masih banyak kontroversi mengenai diit vegetarian pada anak, ini lebih karena pengetahuan pelaku diit vegetarian yang masih rendah. Ditambah lagi salah kaprah yang sudah terlanjur ada di masyarakat yang didukung oleh media massa. Mudahnya, jika seorang anak mengkonsumsi berbagai jenis makanan nabati dalam sehari hampir pasti mereka tidak akan mengalami masalah gizi.

  • Pengetahuan seperti apa yang harus ibu-ibu ketahui mengenai makanan vegetarian bagi anak-anaknya? Ibu-ibu minimal mengetahui kebutuhan protein, karbohidrat dan lemak yang dibutuhkan oleh anak mereka, kemudian mampu mengenali bahan makanan yang ada apakah termasuk bahan makanan nabati tinggi/rendah protein, karbohidrat, lemak dan apakah mengandung vitamin dan mineral. Kandungan vitamin dan mineral biasanya dapat dikenali dari warna bahan makanan sebelum diolah.

Demikian obrolan bersama Dokter Arie, yang saat ini sedang menempuh pendidikan spesialis anak di Universitas Udaya – RS. Sanglah Bali. Dokter yang sudah lama menjalani pola makan vegetarian ini sehari-hari doyan baca buku, bertualang dan senang sekali berjalan-jalan bersama keluarganya. Nah ibu, jangan ragu-ragu jika anaknya ingin sehat dengan vegetarian, bekali semua informasi dan pengetahuan bahan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi sang buah hati.

Tags:

Tujuh keajaiban menyusui dengan ASI

April 08, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan

  1. Membentuk antibodi, yang akan melindungi bayi anda dari infeksi

  2. Menciptakan ikatan emosional yang kuat antara Ibu dan Anak

  3. ASI sangat praktis karena tidak memerlukan persiapan untuk membuat susu dan mensterilkan botol susu

  4. Nutrisi ASI sangat mudah sekali dicerna oleh perut mungil dan sistem pencernaan bayi yang belum matang

  5. Bayi yang diberi ASI jarang mengalami gangguan alergi di kemudian hari

  6. Sangat ekonomis, ASI murah dan juga hemat, merupakan hadiah alam yang sangat luar biasa untuk bayi

  7. Ibu lebih cepat kembali dalam keadaan semula, tidak mengalami kegemukan, dengan memberikan ASI memerlukan lebih banyak kalori dan membuat rahim lebih cepat mengecil [image]

Tags:

Switch to our mobile site