Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for September, 2009

Loving Hut Yogyakarta

September 28, 2009 By: Pradnyamita Category: Dapur Vegetarian, Depot dan Resto Vege

Loving Hut Yogya

Bersyukurlah warga Yogyakarta yang sekarang memiliki restoran vegetarian internasional, Loving Hut. Bagi anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai Loving Hut Yogyakarta, berikut adalah petikan wawancara bersama Ibu Mery Kurniawan, sebagai pimpinan pusat Loving Hut Indonesia.

  • Sejak kapan Loving Hut (LH) Yogya berdiri? Loving Hut resmi beroperasi di Yogya tgl 21 Sept 2009
  • Dimanakah lokasi LH Yogya berada? Tamansari Foodcourt, Ambarrukmo Plaza lt. 3, Jl. Adisucipto, Yogyakarta. tel. 0274 – 4331254
  • Menu apa saja yang disajikan di LH Yogya? Ada 16 macam menu yg tdd dari antara lain masakan China (Spicy-Szechuan Dumpling), Thai (Tom Yam Soup, Tom Yam Fried Rice), Au Lac (Aulac Pho), masakan Nyonya (Nasi Lemak), Jepang (Seven Seas Delight seperti “unagi”), Western (Sandy Beach Bar atau nama kerennya New York steak, Loving Hut Salad)
  • Jam mulai operasi LH Yogya? Jam operasi adalah pukul 10.00-22.00 dengan last order adalah pukul 21.30 (more…)

Global warming: Adakah Solusinya?

September 21, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Setelah rentetan fakta-fakta menyeramkan yang telah dibahas, kini kita sampai pada pertanyaan yang terpenting:

Adakah solusi dari semua permasalahan ini? KABAR BAIK UNTUK KITA SEMUA: ADA SOLUSI UNTUK MENGHENTIKAN GLOBAL WARMING, dan saat ini KITA MASIH PUNYA KESEMPATAN UNTUK MELAKUKANNYA. Yang kita butuhkan hanyalah KEMAUAN YANG KUAT UNTUK BERUBAH!

Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala aktivitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Ada lima hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:

(1) Berhenti atau kurangilah makan daging!

Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari emisi gas rumah kaca dunia disumbangkan oleh industri peternakan, jumlah ini lebih besar daripada emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan.

Padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.

Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama:

(more…)

Mencairnya Es Abadi di Siberia: Krisis Iklim Global yang Kian Mengkhawatirkan

September 20, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Siberia memiliki wilayah kolam berlumpur seluas Perancis dan Jerman yang beku oleh es abadi. Daerah ini mengandung tidak kurang dari 70 miliar ton metana beku di dalamnya!

Peneliti Sergei Kirpotin dari Tomsk State University di Siberia dan Judith Marquand dari Universitas Oxford pada tahun 2005 melaporkan bahwa satu juta kilometer persegi es abadi di sana mulai mencair.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada majalah Nature edisi ke-7 yang ditulis oleh Katey Walter dari University of Alaska dan Jeff Chanton dari Florida State University melaporkan bahwa kecepatan proses terlepasnya metana ke udara karena mencairnya es di Siberia ini mencapai lima kali lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

(more…)

Mencairnya Methane Hydrates = Kiamat ???

September 15, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Satu lagi berita buruk, pemanasan global membawa satu lagi potensi bencana besar bagi planet kita, yaitu mencairnya methane hydrates:metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Jumlahnya cukup mencengangkan: 3.000 kali dari metana yang saat ini ada di atmosfer.

Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar yang disebut dengan methane hydrates atau methane clathrates. Methane hydratesbanyak ditemukan di Kutub Utara dan Kutub Selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 00 Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter dimana temperatur air ada di kisaran 20 Celcius.

Methane hydrates juga ditemukan di danau-danau yang dalam seperti danau Baikal di Siberia.Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih merusak dari karbon dioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung.

Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di Kutub Utara dan Kutub Selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana beku. Gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagian es di Antartika yang runtuh. Anda bisa membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini: Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer!

Ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global. Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah sehingga mungkin dapat disetarakan dengan kiamat!

(more…)

Global Warming: Ancaman terbesar planet Bumi !!

September 13, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Mungkin pertanyaan yang terlintas pertama kali dalam pikiran Anda adalah: Bagaimana mungkin pemanasan global bisa mengancam kehidupan di planet bumi?

Simaklah fakta-fakta singkat berikut ini:

Fakta #1: Mencairnya es di Kutub Utara & Selatan

Pemanasan Global berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada musim panas 2007 tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya!

Saat ini, mencairnya es berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100.

Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya. Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es terbaru serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan: HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS 2012!

Sebuah fenomena alam yang terjadi beberapa waktu lalu kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh.

Menurut peneliti, bongkahan es berbentuk lempengan yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar 1.609 kilometer selatan Amerika Selatan, barat daya Semenanjung Antartika.

Padahal diyakini bongkahan es itu berada di sana sejak 1.500 tahun lalu. “Ini akibat pemanasan global,” ujar ketua peneliti NSIDC Ted Scambos. Menurutnya, lempengan es yang disebut Wilkins Ice Shelf itu sangat jarang runtuh. Sekarang, setelah adanya perpecahan itu, bongkahan es yang tersisa tinggal 12.950 kilometer persegi, ditambah 5,6 kilometer potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau. “Sedikit lagi, bongkahan es terakhir ini bisa turut amblas. Dan, separo total area es bakal hilang dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Scambos.

(more…)


Switch to our mobile site