Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for October, 2009

Tips aman datang ke pesta ultah yang non vegan

October 29, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak

Anak kita mendapat undangan pesta ulang tahun dari temannya, hmm hal pertama yang pasti kebayang adalah makanan yang disajikan pasti nggak bakal bisa kita makan, dan yang pasti jadi ngerasa ngga enak karena mesti nolak tawarannya, kecuali sang pemilik acara mengetahui sebelumnya kita seoranag vegetarian atau memang sudah disediakan menu vegetarian. Apakah anda pernah mengalaminya juga? Beberapa pengalaman dari Bunda – bunda berikut mungkin bisa jadi pelajaran berharga buat kita

Bunda Harimukti Rosida (Malang)

Biasanya saya menyumbang masakan (1 atau 2 nampan) di acara2 kumpul2 (ulang taun, arisan, party, natal, lebaran, dll) tujuannya :
1. biar ga ngerepoti yang punya hajat
2. biar tetep bisa makan
3. sekalian kampanye be veg go green
biasanya makanan yang saya bawa habis duluan, karena orang2 pada penasaran kaya gimana siy makanan vegetarian. Dari situ biasanya ada forum kecil yang berisi beberapa penanya antusias/heran/takjub dan 1 nara sumber. Mulai deh kampanye Be Veg - nya. Yag antusias biasanya pengen coba karena ada problem kesehatan. Yang heran sering membayangkan bagaimana hidup tanpa daging, dan yang takjub biasanya langsung memeluk dan gemesin Damar (my son, 6years old) yang gendut dan sudah vegetarian selama hidupnya. Empunya hajat biasanya sudah tau bahwa kami vegetarian dan dia tidak pernah berkeberatan kita bawa makanan sebagai “sumbangan”.

Bunda Melina Sutanto (Jakarta)

Di acara pesta teman anak-anak yg ortunya tidak begitu kita kenal, biasa anak-anak saya ‘kenyangkan’ kan terlebih dahulu dengan pesan pintar-pintar memilih makanan. Paling mereka cuma bisa makan puding (anak2 blm vegan). Kalau keluarga yg punya hajat mengenal kita, mereka akan menyediakan beberapa menu untuk kita.
Bunda Heny Yanuarti (Bali)

Namanya juga anak-anak jd tanggung jawab besar masih pada kita sebagai orang tua. Pengalaman saya sering kami diundang ULTAH dan anakku selalu sebelum pergi ke pesta musti makan dulu dan kadang-kadang kita beri kado kue tart vegan dan semuanya pun bisa nyicipin,  tapi suatu saat dasar namanya anak-anak ternyata dia tergiur pada kue yg non vegan, tapi okelah daripada berantem dan anak saya tetep ngeyel saya suruh aja dia nyicipin itu kue. Dan sesaat kemudian tanpa ba… bi… bu…dia langsung muntah, hmm saya rasa itu adalah pelajaran berharga buat hidupnya dan semenjak itu dia sama sekali gak mau nyicipin apapun yg namanya makanan non vegan. Menurut saya, memberi kado kue tart vegan oke juga lho, atau cookies hias vegan yg lucu & unik untuk si punya gawe dan anak-anak kita pun niscaya akan pede dengan kue vegan dan cookies vegan kita, so…..sekalian ngenalin apa itu vegan to!!! Biasanya org awam akan langsung kena tembak klo dah tau rasa enaknya kue vegan, kalo cuma koar2 kadang nggak mempan,jadi bawa makanan sendiri keren tuh.

Bunda Rohaini Nanda (Bali)

Pengalaman saya sih kalau anak temen di kantor mereka pasti dah tau ya.. kalau anak kita juga Vegi jadi santai aja mereka pasti memperhatikan & menyediakan menu Vegi.  Tapi kalau anaknya temen sendiri biasanya saya bilang ke orang tua yang mengundang bahwa anak saya Vegi n bawa snack sendiri. Karena biasany anak saya gak mau makan kalo pas acara seperti ini karena mereka tau tidak ada yang bisa mereka makan. Dan kalau acaranya di McDonal saya bisanya bawa lauk sendiri seperti chicken nugget n waktu pembagian makan biasanya anak saya langsung mencari saya n langsung saya tukar lauknya. Dan kalau sepupunya yang Ultah biasanya saya hadiahkan kue Tart Vegan tuk ponakan saya, jadi ada 2 kue tar. Waktu pemotongan kue anak saya jadi bisa ikut makan kue ulang tahun juga.

Bunda Dwie Kartika Fitri (Jakarta)

Memang agak sulit, jangankan anak2, kita yang dewasa aja kadang harus pilih bahasa yang tepat takut menyinggung perasaan pemilik pesta ato kadang malah menimbulkan perasaan bersalah pemiliki pesta karena tidak tersedianya makanan tuk vege .. pdhl kitanya ga masalah..minum saja ato mkn buah saja..tapi untuk anak2 biasanya yah didampingi ortunya yg harus siap menjelaskan..karena anak sendiri belum mampu menjelaskan dengan baik. Saya rasa membawa makanan sendiri perlu jg yah, dan tentunya dengan mempersiapkan diri sudah kenyang dr rumah.

Kesimpulannya :
1. Mengisi perut terlebih dahulu sebelum berangkat kepesta secukupnya agar tidak kelaparan di tempat tersebut.
2. Jika kita belum mengenal pemilik pesta, kita bisa jelaskan bahwa kita dan anak kita seorang vegetarian sehingga pemilik pesta tidak akan tersinggung jka kita tidak menyicipi hidangannya.
3. Jika mau sedikit repot, kita bisa membawa bekal dari rumah agar saat acara makan bersama anak kita bisa ikut bersantap ria bersama teman-temannya dengan menu vegan nya.
4. Memberikan kado berupa kue tart adalah keputusan yang sangat bijak, Bunda bisa membelinya di toko – toko vegan, selain anak kita bisa ikut mencicipi kue tart vegan, para tamu pestapun juga akan tahu bahwa rasa makanan vegan pun ngga kalah enak dan lezat.
5. Memberi kepercayaan diri kepada anak bahwa makanan vegan jauh lebih baik daripada non vegan, sehingga anak kita tidak akan terpengaruh dengan teman-temannya.

Nah Bunda, ngga perlu kuatir lagi jika datang ke pesta ulang tahun teman anak kita, banyak yang bisa kita siasati agar kita tetap bisa enjoy dengan suasana pesta. Vegetarian saat ini sudah menjadi trend dikota besar, sehingga masyarakat kita juga sudah banyak yang mengetahui gaya hidup sehat dan mulia ini. Sapa tahu dengan kita datang kepesta dan bisa mengenalkan gaya hidup sehat ini, semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadi vegan. Lets go to the party.  

 

Fira Basuki Mencoba Total Bervegetarian

October 27, 2009 By: Pradnyamita Category: Profile

Penulis buku yang juga Pemimpin Redaksi majalah Cosmopilotan Indonesia, Fira Basuki, sudah hampir tiga tahun ini mencoba bervegetarian walau belum total .

“Hanya telur dan ikan yang saya masih kadang-kadang menyantapnya. Tapi sudah amat sangat jarang. Ke depan, saya akan coba menuju menjadi vegan, karena saya tahu manfaatnya,” ujarnya, seusai menjadi pembicara talkshow dalam rangka Festival kasih Bumi di Yogyakarta, Selasa (27/10).

Pelan-pelan Fira mau bervegetarian total. Mengapa? Banyak sekali alasannya, mulai dari kesehatan, industri peternakan yang menyumbang laju pemanasan global dan merusak lingkungan, hingga alasan tidak tega melihat hewan disembelih.

“Sepelan dan sehalus apapun menyembelihnya, hewan akan kesakitan. Saat melihat hewan disembelih, saya nggak tahan. Saya ingat, tiga tahun lalu saya melihat sapi disembelih, sapi itu menangis,” ujarnya.

Ia lalu bertanya ke penjagal sapi tentang hal itu. Si penjagal mengiyakan. “Kata si penjagal itu, sapi memang menangis jika hendak dan saat disembelih. Tapi tidak tahu menangisnya itu karena kesakitan atau memang begitu ciri sapi jika hendak disembelih,” ujarnya.

Begitu tahu seperti itu, air mata Fira langsung menetes saat melihat sapi disembelih. “Itu adalah suara hati. Suara hati harus diikuti,” katanya. Sejak saat itu ia tak makan daging sapi, juga selanjutnya tak menyantap semua daging hewan darat.

Apa ia merasa lemas? “Sebulan pertama, saya merasa agak lemas. Tapi saya tahu itu cuma karena tubuh saya sudah ketagihan daging, sama dengan fenomena ketika orang coba berhenti merokok, terasa agak tidak bertenaga kan? Setelah sebulan saya nggak makan daging, tubuh saya menjadi lebih segar kok, enteng rasanya. Selain itu, nggak mudah sakit. Menjadi vegetarian, justru tubuh akan lebih bertenaga,” ujarnya. Referensi

Tags:

Surat Kelima Kepada Sahabat (Fifth Letter to a Friend)

October 23, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Subjek: Mewariskan planet yang indah untuk anak cucu kita

Sahabatku Terkasih:

Siapa yang tidak mengharapkan lingkungan yang lebih baik untuk orang yang kita kasihi, sahabat, keluarga, dan anak-anak kita? Tetapi kenyataannya yang kita hadapi sekarang adalah pemanasan global yang telah membuat lingkungan kita semakin tidak layak dihuni akibat polusi, zat beracun, bencana, kelaparan, kekurangan air, lenyapnya berbagai spesies makhluk hidup, dan ketidakseimbangan ekosistem. Apakah kita memiliki solusinya? Ya! Tetapi kita harus mengambil tindakan sekarang, karena kerusakan yang terjadi sudah sangat parah, dan bahwa kita hanya memiliki waktu kurang dari tiga tahun sebelum kita mencapai titik tanpa harapan.

Kami percaya bahwa kerusakan yang terjadi di planet kita adalah akibat dari tindakan manusia yang tidak sesuai dengan hukum alam semesta. Semua kitab suci utama telah mengajarkan kita tentang hukum ini. Di India adalah merupakan prinsip tanpa kekerasan berdasarkan hukum karma; di Timur, merupakan ajaran kasih-sayang berdasarkan kebersatuan dengan semua makhluk; di Barat, merupakan perintah untuk tidak membunuh yang berdasarkan pada hukum sebab dan akibat. Kita telah dianugerahi dengan biji-bijian, sayuran, buah-buahan dan protein nabati yang berlimpah yang diperlukan untuk bertahan hidup. Kita semestinya menjadi penjaga yang baik bagi para satwa karena mereka memiliki peranan sebagai sahabat kita. Jika kita mengembangbiakkan mereka secara tidak manusiawi, menganiaya, dan menyembelih mereka demi memuaskan lidah kita, maka kita melanggar hukum alam semesta dan harus membayar hutang kita cepat atau lambat. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Jika kita mengasihi sesama dan berbagi kehidupan dengan sesama, maka kita akan diberkahi dengan kasih dan kehidupan kita akan berkembang.

Ini adalah panggilan darurat untuk melangkah menuju jalan kasih dan bertanggung jawab. Para pemimpin, media, dan seluruh rakyat perlu menyampaikan tentang bahaya makan daging sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup berkebajikan dan kasih-sayang yang akan melindungi planet kita demi generasi mendatang dan menyelamatkan kehidupan kita sendiri.

Bahaya Makan Daging

Produksi daging menghabiskan lebih dari 74% dari seluruh kedelai dan 36% dari semua biji-bijian. 1,02 miliar orang menderita kelaparan yang berkepanjangan di tahun 2009, namun kita mampu memberi makan 2 miliar orang dengan kedelai dan biji-bijian yang dijadikan pakan ternak. Produksi daging juga banyak berperan terhadap kekurangan air. Kita menghabiskan 1.200 galon air untuk menghasilkan satu porsi daging panggang, 330 galon untuk menghasilkan satu porsi ayam; tapi hanya memerlukan 98 galon untuk menghasilkan satu porsi makanan vegan yang berisi tahu, nasi, dan sayuran. Diperkirakan bahwa produksi daging memerlukan 70% dari penggunaan air. Jelas bahwa makan daging adalah penyebab utama dari permasalahan kekurangan pangan dan air kita, termasuk penyusutan dari sumber daya alam lainnya seperti lapisan tanah atas, hutan hujan, dan tanah. Hal ini bahkan belum menyebutkan secara rinci tentang kerusakan dan kerugian ekonomis di seluruh dunia karena air yang tercemar akibat industri daging.

Tingginya Jejak Karbon Daging
Menurut majalah New Scientist, sebuah tim yang diketuai oleh Profesor Akifumi Ogino pada Institut Nasional Ilmu Peternakan dan Padang Rumput di Tsukuba, Jepang, mereka mengungkapkan data tentang aspek produksi daging pada tahun 2007 dan menemukan bahwa untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi menghasilkan lebih banyak emisi CO2 daripada berkendaraan selama tiga jam serta membiarkan semua lampu di rumah tetap menyala.
Pada penelitian yang lain, asisten profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin di Universitas Chicago juga menemukan hubungan langsung antara produksi makanan dengan perlindungan lingkungan. Mereka membandingkan emisi gas rumah kaca dari lima jenis pola makan: kebiasaan rata-rata orang amerika, daging merah, ikan, unggas dengan mereka yang vegetarian, semuanya sama-sama mengonsumsi 3.774 kalori per hari. Mereka menemukan bahwa dengan beralih dari pola makan standar orang Amerika ke pola makan vegetarian, setiap orang akan mampu mengurangi emisi gas rumah kacanya sebesar 1,5 ton per tahun.
Daging adalah Pembunuh bagi Lingkungan
Untuk menghasilkan satu pon daging sapi memerlukan 20.000 liter air. Hutan hujan seluas satu lapangan sepak bola musnah karena dialihfungsikan menjadi ladang peternakan hanya untuk menghasilkan 260 hamburger. Karena hewan ternak dikembangbiakkan dengan menggunakan teknik yang tidak berkelanjutan, hal ini telah membuat hilangnya lapisan atas tanah dan pepohonan, setiap ¼ pon hamburger mewakili 165 pon kerusakan lingkungan. Setiap pon daging panggang mengakibatkan 35 pon tanah lapisan atas hilang selamanya. Setiap inci lapisan atas tanah memerlukan 200 sampai 1.000 tahun untuk terbentuk secara alami.
Sebagai tambahan, nitrogen dalam kotoran ternak menjadi amonia dan nitrat dan merembes masuk lapisan atas tanah dan daerah resapan air bawah tanah, mencemari persediaan air minum kita dan mendatangkan malapetaka pada ekosistem air di seluruh dunia. Nitrat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem syaraf manusia, kanker, dan anoksia pada bayi. Nitrogen pada kotoran ternak juga menjadi penyumbang utama pada polusi udara dan hujan asam. Di Belanda misalnya, kerusakan yang disebabkan oleh hujan asam dari peternakan bagi lingkungan melebihi jumlah yang disumbang oleh kendaraan dan industri.
Untuk Memproduksi 1 Kilogram Daging Sapi:
• Untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi kita telah menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan potensi pemanasan yang setara dengan 36,4 kilogram karbon dioksida.
• Untuk menghasilkan 1 kilogram daging sapi juga memerlukan pupuk buat tanaman sebagai makanan sapi itu yang jumlahnya setara dengan 340 gram sulfur dioksida dan 59 gram fosfat, serta menghabiskan 169 megajoule energi.
• Satu kilogram daging sapi bertanggung jawab terhadap emisi CO2 yang jumlahnya setara dengan rata-rata mobil orang Eropa yang menempuh jarak sekitar 250 kilometer, dan membakar cukup energi untuk menyalakan lampu 100 watt selama hampir 20 hari.
Sumber: Jurnal Pengetahuan Satwa, 18 Juli 2007

Industri Peternakan adalah Penyebab Utama Kekurangan Pangan
Kenaikan harga pangan telah membuat tambahan sekitar 75 juta orang berada di bawah garis kelaparan, dan diperkirakan jumlah orang yang kekurangan gizi di seluruh dunia meningkat menjadi 923 juta pada tahun 2007.
Pertanyaannya adalah: Apakah kita kekurangan pangan? Meskipun beberapa ketidak-efisienan terjadi dalam sektor penternakan, sekitar 1/3 padi-padian dan 90% kedelai dunia digunakan untuk makanan ternak. Sebenarnya ini dapat memberi makan 2 miliar orang.
Membutuhkan 10 kg makanan ternak untuk memproduksi 1 kg daging sapi
Membutuhkan 4 hingga 5,5 kg biji-bijian untuk memproduksi 1 kg daging babi
Membutuhkan 2,1 hingga 3 kg biji-bijian untuk memproduksi 1 kg daging unggas
- Sumber: FAO 2006; CAST 1999, B. Parmentier,, 2007
Kesimpulannya, beralih ke pola makan vegan dapat mengerem hingga 80% pemanasan global, menghilangkan kelaparan dunia, menghentikan perang, memperluas perdamaian, menyelamatkan persediaan air dan sumber daya alam berharga lainnya, serta menyelamatkan manusia dari tindakan merusak diri sendiri.
Harap beritahu orang sebanyak mungkin tentang kesulitan alam dari krisis, dan solusi paling cepat dan efektif adalah: pola makan vegan organik. Terima kasih!
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: http://www.suprememastertv.com/ina
Terima kasih atas apa yang Anda lakukan untuk dunia dan generasi mendatang.

Salam Hormat,
Warga Bumi Yang Peduli

Surat Keempat Kepada Sahabat (Fourth Letter to a Friend)

October 22, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Subjek: Kita mungkin hanya punya sisa waktu 3 tahun untuk menyelamatkan dunia dan hidup kita – tetapi kita dapat melakukannya!

Sahabatku Terkasih:

Hari ini planet Bumi sedang menghadapi krisis yang sangat parah. Kita hanya mempunyai sekitar 1200 hari lagi sebelum mencapai titik tanpa harapan. Tapi masih ada harapan jika kita melepaskan makan daging, yang mana tergolong sadis terhadap hewan serta merusak lingkungan dan kesehatan kita. Sebaliknya, kita memilih pola makan nabati yang penuh kasih, memperlakukan hewan dengan kasih, menjaga lingkungan, dan berdoa bagi kemurahan Ilahi agar membalikkan situasi dan menyelamatkan planet ini.

Tidak ada waktu untuk menunda-nunda. Demi anak cucu kita, negara kita, dan Bumi ini, tolong segera ambil tindakan untuk menyebarkan pesan tentang perlunya mengadopsi pola makan vegan. Ini adalah satu-satunya cara yang pasti untuk menyelamatkan dunia.

Dengan hanya sisa 3 tahun terakhir, kita tidak perlu kehilangan apapun kecuali kebiasaan kita. Singkatnya adalah dengan mengubah gaya hidup kita yang lebih penuh kasih dan berkelanjutan, maka miliaran nyawa akan terselamatkan. Kita tidak mempunyai kesempatan kedua lagi.

Para ahli iklim menghubungkan bencana cuaca dan perubahan iklim kita belakangan ini dengan peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer. 350 ppm dikatakan sebagai batas bahaya, dan saat ini kita telah mencapai 385 ppm, dan ini terus meningkat. Para ilmuwan di seluruh dunia saat ini terus memantau lonceng bahaya pencairan es di Greenland.

James Hansen, kepala institute terkenal NASA yang mempelajari perubahan iklim berkata bahwa pemanasan global tidak hanya menyebabkan kekeringan yang parah, tapi juga akan mengakibatkan penguapan yang meningkat drastis di atmosfer sehingga ketika turun hujan, jumlahnya akan terus meningkat dan mengakibatkan bencana banjir.

Di Burma, banjir besar telah merenggut 130.000 nyawa di tahun 2008.

Pada musim gugur 2008, lebih dari 10 negara mengalami banjir yang serius.

Dari bulan Januari hingga Agustus 2009, dunia kita mengalami kondisi cuaca yang ekstrem termasuk kebakaran, banjir, kekeringan, angin topan, tornado, gelombang panas, dan salju di gurun pasir.

Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa IPCC baru-baru ini memperkirakan bahwa hingga tahun 2050, 17% Bangladesh akan berada di bawah air. Ketika penduduk yang menjadi korban kehilangan rumahnya, mereka akan melarikan diri ke daratan yang lebih tinggi. Kerusuhan dan kekacauan tak dapat dihindari karena terlalu banyak pengungsi untuk diselamatkan.

Dua pertiga gas rumah kaca berasal dari industri peternakan.

<Rencana Aksi Perlindungan Iklim Cincinnati>

Tolong pertimbangkan dampak dari pola makan kita: Pada tingkat individu, Anda dapat mengganti lampu yang efisien energi, membeli mobil hibrida, menanam pohon… tapi tidak ada yang lebih cepat, lebih mudah, lebih efektif dan ekonomis untuk mengerem pemanasan global selain mengubah kebiasaan pola makan seseorang. Mantan Ketua Klub Sierra dan asisten pendiri Greenpeace Paul Watson berkata: Bahkan jika seorang vegetarian mengendarai mobil sport Hummer, ia masih lebih ramah lingkungan daripada seorang pemakan daging yang berpergian dengan mengendarai sepeda.
(more…)

Surat Ketiga Kepada Sahabat (Third Letter to a Friend)

October 22, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Subjek: Lonceng bahaya perubahan iklim telah berbunyi! Mohon bertindaklah sekarang untuk mendorong pola makan berbasis nabati guna menghentikan pemanasan global dan menyelamatkan kehidupan

Sahabatku Terkasih:

Terdapat banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa lonceng bahaya pemanasan global telah berbunyi. Kita hanya mempunyai sedikit waktu yang tersisa. Mohon beritahu masyarakat tentang kebenaran mengenai pemanasan global. Jangan biarkan ketidaktahuan menghancurkan Bumi Pertiwi kita. Kita sungguh tidak mempunyai waktu untuk menunggu atau ragu. Demi anak-anak dan cucu kita, demi rakyat dan negara kita, demi Bumi, mohon untuk segera bertindak. Mohon beritahu setiap orang untuk menerapkan pola makan vegan guna melawan pemanasan global.

Efek merusak dan fatal telah kita lihat melalui bencana ekstrem berikut seperti angin topan, banjir, kekeringan, gelombang panas, dan flu babi yang terus memburuk. Harap mendorong masyarakat untuk bersatu dan menyelenggarakan gerakan vegetarian dan vegan.

Tahun lalu para Ilmuwan memperingatkan bahwa dengan tingkat pemanasan dunia kita yang seperti ini, Kutub Utara akan kehilangan seluruh esnya pada musim panas 2040, tapi fakta terbaru menemukan bahwa es kutub mencair lebih cepat daripada yang pernah diramalkan sebelumnya, dan Kutub Utara mungkin akan kehilangan esnya pada akhir musim panas tahun 2012.

Jika temperatur global meningkat hingga 6 derajat Celsius maka 95% dari seluruh spesies Bumi akan musnah. Secara nyata semua makhluk akan musnah karena topan besar, banjir, gas hidrogen sulfida, dan bola api metana yang membakar permukaan Bumi dengan kekuatan seperti bom atom. Organisme yang dapat bertahan dalam kondisi seperti itu hanyalah bakteri.

Kita hanya mempunyai waktu sekitar 1200 hari lagi untuk menyelamatkan Bumi. Semua yang harus kita lakukan hanyalah menerapkan pola makan berbasis nabati.
(more…)


Switch to our mobile site