Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for January, 2010

Manfaat Keamanan dan Perencanaan Menu Vegetarian dan Vegan pada Anak-anak

January 25, 2010 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Serba Serbi Bayi & Anak

Disusun tanggal 27 Oktober 1998 oleh Panel Ahli Gizi sebagai berikut:
Patricia R. Bertron, R.D.
Carol M. Coughlin, R.D.
Suzanne Havala, M.S., R.D., L.D.N., F.A.D.A.
Virginia Messina, M.P.H., R.D.
Neal D. Barnard, M.D.
(Diterjemahkan oleh dr. Hendry Widjaja, MARS dan Budi Utomo)
Artikel ini akan diusulkan untuk dipublikasikan di majalah Info Vegetarian edisi 5-‘Veggie for Kids”

Menerapkan pola makan yang benar kepada anak-anak sejak dini, akan berdampak positif terhadap kesehatan, berat badan, kebutuhan pelayanan kesehatan mereka di kemudian hari. Sayangnya, pesan yang campur aduk dari media massa membuat kita menghadapi tantangan berat untuk memperoleh informasi nutrisi yang akurat.

Pada bulan Mei 1998, edisi ketujuh Dr. Spock’s Baby and Child Care dipublikasikan. Di dalam buku itu, Dr. Spock merekomendasikan pola makan vegan untuk anak-anak. Rekomendasi ini telah menyebabkan terjadinya diskusi yang panjang baik dari segi ilmiah maupun praktek mengenai pola makan yang optimal untuk anak-anak. Sebagai tanggapan atas situasi ini, sebuah panel ahli gizi lalu mempersiapkan artikel ini untuk membahas tiga hal pokok: manfaat pola makan vegetarian dan vegan, keamanan pola makan vegan, dan perencanaan menu untuk anak-anak.

Manfaat Pola Makan Vegetarian dan Vegan

Sayur-sayuran, padi-padian, buah-buahan, legum (tumbuhan polong), kacang-kacangan adalah makanan yang optimal untuk anak-anak. Jenis makanan yang kaya karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin dan mineral ini membentuk pondasi dasar bagi kebiasaan diet (pola makan) yang mendukung kesehatan sepanjang hayat. Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran adalah mereka yang sudah mengkonsumsi makanan ini sejak anak-anak.1
Berikut adalah beberapa manfaat jangka panjang dari pola makan nabati:
• Prevalensi (=munculnya/terjadinya kasus) tekanan darah tinggi (hipertensi) di kalangan vegetarian adalah sekitar sepertiga sampai setengah dari non vegetarian.2-4 Sebuah studi terhadap penganut Advent Hari Ketujuh yang berkulit putih menemukan hipertensi pada 22 % umat yang omnivora, tapi hanya 7% pada umat yang vegetarian. Di kalangan orang Amerika keturunan Afrika, prevalensinya 44 % dari yang omnivora dan 18% dari yang vegetarian.4 Menganut pola makan vegetarian secara signifikan menurunkan tekanan darah baik untuk individu normal maupun yang menderita hipertensi.5-9
• Tingkat kolesterol jauh lebih rendah di kalangan vegetarian.10-13 Pola makan vegetarian mengurangi tingkat serum kolesterol jauh lebih besar daripada yang dicapai oleh pola makan menurut Program Pendidikan Kolesterol Nasional Tahap Dua.14-17 (National Cholesterol Education Program Step Two). Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Lancet16 , total kolesterol mereka yang mengikuti pola makan vegetarian selama 12 bulan menurun hingga 24,3 %.
• Tingkat kanker untuk para vegetarian adalah 25 sampai 50 % di bawah rata-rata populasi, bahkan dalam studi dengan kendali merokok, indeks massa tubuh, dan status sosial ekonomi.18,19 Sebuah studi menemukan bahwa orang-orang yang setiap hari mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran dalam jumlah banyak mempunyai tingkat yang lebih rendah untuk terserang kanker paru-paru, payudara, usus besar, kandung kemih, lambung, mulut, tenggorokan, kerongkongan, pankreas, dan leher rahim dibandingkan orang-orang yang menghindari makanan tersebut.20
• Kegemukan adalah penyebab utama dari banyak penyakit serius, dan lebih sedikit menimpa para vegetarian dibandingkan populasi umum.21,22 Para vegetarian, secara rata-rata, sekitar 10 % lebih langsing dibandingkan para omnivora.3,4,11,21-24
• Pola makan nabati dapat memperlambat waktu dalam mendapatkan menstruasi pertama, yang mana berhubungan dengan pengurangan resiko terkena kanker payudara dalam studi epidemiologi.25,26

• Buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung antioksidan, seperti vitamin C , vitamin E, dan karotenoid, yang melindungi sel-sel dari kerusakan akibat oksidasi, yang terkait dengan resiko terkena kanker dan masalah kesehatan lainnya.27 Banyaknya fitokimia yang ditemukan dalam berbagai buah-buahan, sayur-sayuran, padi-padian, legum, dan kacang-kacangan diyakini dapat melindungi kita dari penyakit jantung dan kanker.28

Pola MakanVegan
Setelah kita mengetahui manfaatnya, apakah ada bukti yang menunjukkan bahwa pola makan vegan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi anak-anak? Jawabannya jelas, ya! Menurut pernyataaan American Dietetic Association 29 “Pola makan vegan dan lakto-ovo vegetarian yang direncanakan dengan baik memenuhi kebutuhan nutrisi untuk bayi, anak-anak, dan remaja serta mendorong pertumbuhan badan yang normal.”

Dalam sebuah studi yang melakukan test perkembangan kesehatan terhadap anak-anak vegetarian, terindikasi bahwa perkembangan umur mental anak-anak vegetarian lebih dari setahun lebih tua dibandingkan umur kronologis, hal ini berarti IQ di atas rata-rata (IQ rata-rata = 116) serta memberikan jaminan bahwa perkembangan otak adalah normal.30 Pertanyaan-pertanyaan yang meragukan tentang kecukupan pola makan nabati disuarakan oleh Dagnelie31 dan Dwyer32 yang meneliti pertumbuhan yang buruk pada anak-anak yang mengikuti diet makrobiotik yang ketat. Praktek pemberian makanan oleh keluarga-keluarga yang menerapkan diet makrobiotik dapat berbeda jauh dengan keluarga-keluarga yang menerapkan vegan. Beberapa pola makan makrobiotik yang ketat kekurangan kalori akibat pantangan lemak, dan pola makan ini telah diubah akhir-akhir ini dengan mengizinkan masuknya lemak, seperti lemak biji-bijian dan kacang-kacangan.33

(Catatan penerjemah : Diet makrobiotik adalah diet yang disesuaikan dengan iklim tempat tinggal. Padi-padian dan sayur-sayuran adalah menu utama ditambah sup, kacang, buah, biji-bijian, ikan dan hasil laut. Contoh : pada iklim dingin atau daerah tinggi dianjurkan makan makanan yang berasal dari hewani sedangkan untuk daerah iklim tropis dianjurkan makan sayur-sayuran yang segar dan mentah.)

Sebagian besar orang tua merasa mudah dalam merencanakan diet vegan yang mencukupi kebutuhan protein, kalori, vitamin dan mineral. Menerapkan pola makan vegan akhir-akhir ini memang jauh lebih mudah sejak produk makan vegetarian yang diperkaya kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 tersedia di berbagai supermarket. Sebagai contoh, Jus jeruk merk Tropicana yang diperkaya, mengandung 350 milligram kalsium setiap 8 ons penyajian, dengan tingkat penyerapan 36 sampai 38 % menurut produsennya, bandingkan dengan susu sapi yang tingkat penyerapannya hanya 32%.34 Jus jeruk juga memasok cukup asam folat, vitamin C, dan fitokimia, tanpa lemak atau kolesterol. Hot dog vegetarian, burger vegetarian, susu kedelai yang diperkaya, deli slices vegetarian juga telah tersedia..

Kalori, protein, dan semua kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi dengan mudah oleh pola makan vegan, diperkaya dengan vitamin B12.

• Kalsium – Beberapa sumber kalsium terbaik untuk para vegan di antaranya adalah susu kedelai yang diperkaya, jus cranberry, jeruk atau apel yang diperkaya, kol, mostar, lobak, kale, brokoli, blackstrap molasses, tahu yang diproses dengan kalsium sulfat, dan tempe. Penyerapan kalsium dari makanan-makanan ini sungguh mengagumkan.34

• Vitamin D – Vitamin D normalnya diproduksi oleh tubuh setelah kulit kita terpapar sinar surya. Jika anak-anak tidak terpapar sinar surya setiap hari atau tinggal di daerah subtropis, makanan yang diperkaya dan suplemen vitamin D (yang biasanya sudah terkandung dalam multivitamin biasa) telah tersedia.

• Protein – Pola makan nabati dapat mencukupi kebutuhan protein dengan mudah, meliputi semua asam amino esensial, bahkan tanpa kombinasi atau “komplementasi” protein secara terencana sepanjang asupan kalori terpenuhi. Sumber protein yang baik meliputi kedelai rebus, tahu, yogurt kedelai, tempe, seitan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan padi-padian utuh.

• Kalori – Keprihatinan muncul, karena peningkatan bulk (=massa makanan yang kaya air dan serat) yang terkandung dalam beberapa makanan vegan menyebabkan anak-anak merasa kenyang sebelum mengkonsumsi kalori yang cukup. Produk padi-padian yang telah digiling, sayuran yang telah dimasak, dapat mengurangi bulk makanan. Lemak biji-bijian dan lemak kacang-kacangan, alpukat, buah-buahan kering, dan lemak yang ditambahkan (misalnya lemak nabati) dapat mencukupi tambahan kalori yang terkonsentrasi tanpa bulk.

• Vitamin B12 – Diproduksi oleh mikroorganisme di usus halus manusia dan hewan, vitamin B12 yang diproduksi manusia tidak terserap dan tertahan dengan baik. Makanan nabati mengandung sedikit sekali nutrisi ini. Akan tetapi, hal ini sangat mudah sekali dipenuhi dari sereal yang diperkaya vitamin B12 (Kellogg’s Corn Flakes, Grape-Nuts, Total, Product 19), susu kedelai yang diperkaya, ragi (Red Star Vegetarian Support Formula), atau multivitamin biasa. Ketika membaca kandungan nutrisi, carilah kata “cyanocobalamin” atau “cobalamin”. Ini adalah bentuk vitamin B12 yang mudah diserap.

• Besi – Diet yang terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, padi-padian, legum, dan kacang-kacangan mencukupi kebutuhan akan zat besi.35-40 Mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C, seperti jus jeruk, bersama-sama dengan makanan yang kaya zat besi, dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Beberapa makanan secara alami kaya zat besi dan vitamin C seperti brokoli, lobak/bit Swiss, dan sayuran berdaun hijau tua lainnya. Sumber lain zat besi yang baik meliputi sereal, roti, pasta, kedelai, buncis, dan blackstrap molasses yang diperkaya zat besi. Produk-produk dari susu sangat rendah zat besi dan dapat mengganggu keseimbangan zat besi, khususnya pada anak-anak.

• Seng—Sumber yang baik meliputi legum, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya seng (Bran Flakes, granola, Grape-Nuts, Special K). Bersambung ke part 3
Tips Untuk Orang Tua

Pola makan vegan aman dan menguntungkan kesehatan, tapi bagaimana menerapkannya dalam praktek? Berikut adalah beberapa tip dalam menghadapi situasi yang sering terjadi.

Makan Siang / Snack di Sekolah
Sungguh merupakan sebuah tantangan untuk menemukan sebuah kelas di mana semua murid makan makanan yang sama. Tidak dapat mencerna susu (intolerance lactose), alergi makanan, selera etnik, pantangan agama, semuanya mempengaruhi pilihan makanan. Ruang kelas dapat memberikan kesempatan untuk memperkenalkan makanan sehat kepada murid dan guru. Buah segar, sayur-sayuran yang dibentuk lucu yang disajikan dengan kacang, muffin, dan cracker dengan selai kacang dan buah, adalah snack yang sehat dan nikmat. Pastikan anda berdiskusi tentang makanan dengan guru anak anda. Carilah informasi apakah guru mempunyai aturan dalam kelas mengenai makanan. Misalnya, beberapa guru tak mengizinkan kembang gula dimakan dalam kelas : sebuah tanda kepedulian akan nutrisi yang sangat membantu kita. Diskusikan alasan mengapa anak anda menganut pola makan vegan dan berikan informasi nutrisi kepada guru anak anda. Lebih awal anda mendiskusikan hal ini, maka akan lebih membantu anda mengatasi masalah di kemudian hari. Berikan buku tentang vegan atau buku resep masakan vegan kepada perpustakaan sekolah juga akan sangat membantu. Hubungan dengan orang tua lain yang mendukung vegan juga sangat bermanfaat.

Keanekaragaman sayur-sayuran, legum, padi-padian, dan buah-buahan yang tersedia, membuat menu makan siang untuk di sekolah menjadi menarik . Untuk orang tua yang ingin makan siang anak mereka tampil beda, cobalah keju kedelai, atau yogurt kedelai, dan sebagainya. Cobalah beberapa saran ini:
• Roti isi —Cobalah selai kacang dengan irisan tomat, mentimun, dan wortel untuk isi roti. Banyak supermarket yang menjual deli slices yang bentuknya dan rasanya mirip bologna, bacon, sapi panggang, dan kalkun. Sajikan roti gandum dengan keju kedelai, mostar, lobak dan tomat. Selai kacang tanah untuk jaga-jaga adalah kuno. Sebagai variasi selain selai kacang tanah, cobalah selai kacang lain seperti selai kacang mete, almond, atau hazelnut, dengan irisan pisang atau persik untuk roti gandum. Potong roti menjadi bentuk yang lucu untuk anak-anak.

• Makanan panas – Isi termos anda dengan pasta, saus tomat, sup kacang merah, sayuran rebus yang baru saja anda buat atau buat versi vegetarian dari “franks & beans” dengan menggunakan hot dog vegetarian dan kacang-kacangan rebus.

• Sup – Hangatkan tubuh anak anda dengan sup kacang-kacangan dan sayur-sayuran buatan anda sendiri.

• Makanan Tambahan —Pilihlah beberapa dari saran berikut untuk melengkapi makanan anak anda: susu kedelai, yogurt kedelai, irisan sayuran, roti gandum, muffins buatan sendiri, kue beras, pretzel, atau buah segar. Meskipun Departemen Agrikultur Amerika Serikat / USDA (United States Department of Agriculture) tetap menyuruh susu sapi disajikan dalam makan siang di sekolah, banyak sekolah mengizinkan jus sebagai penggantinya, jika anda mempunyai surat dari dokter.

Pesta Ulang Tahun
Anak anda tak perlu merasa terasing di pesta ulang tahun di sekolah ataupun di rumah. Jika pesta adalah untuk anak orang lain, tawarkan diri untuk menyumbang makanan pada pesta itu. Beberapa makanan populer tercantum di bawah ini:

• Hot dog—Hot dog vegan telah tersedia di berbagai tempat. Acar, kecap, dan mostar cocok untuk menemani hot dog.

• Hamburger—Banyak jenis burger vegan yang tersedia di food court shopping centre. Biarkan anak-anak menambahkan kecap, mostar, dan acar, lobak, atau tomat.

• Pizza—Taburkan saus tomat di atas roti isi dan tambah dengan berbagai macam makanan nabati, seperti jamur, lada, brokoli, atau zaitun. Tambahkan irisan halus keju kedelai untuk menambah cita rasa. Jika anda punya waktu, buatlah atau belilah pizza kosong dan potonglah pizza dalam berbagai bentuk. Biarkan anak anda menentukan isi yang akan ditambahkan pada pizza kosong itu.

• Pencuci mulut—Cobalah buah yang ditaburi dengan susu kedelai. Potongan semangka biasanya digemari anak-anak. Atau siapkan salad buah-buahan, potong buah dalam berbagai bentuk.

Jika anda membuat kue, cobalah ikuti saran berikut untuk menggantikan telur ayam dan / atau susu sapi pada resep:

• Pengganti satu telur ayam untuk roti panggang adalah 2 sendok makan tepung jagung, 1ons (2 sendok makan) tahu lembut, 1/3 mangkok saus apel, atau 1/3 mangkok pumpkin. Separuh pisang “penyet” juga dapat menggantikan satu butir telur—dan rasanya enak untuk serabi/pancake atau muffin. Pengganti telur komersial seperti Ener-G Egg Replacer (sebuah campuran of tepung kentang, tepung terigu, dan penyedap rasa) dapat juga digunakan sesuai petunjuk pemakaian.

• Ganti semangkok susu sapi dengan semangkok susu kedelai pada setiap resep. Untuk semangkok buttermilk ganti dengan semangkok susu kedelai ditambah satu sendok makan cuka. Untuk semangkok yogurt dalam resep ganti dengan 3/4 mangkok susu kedelai ditambah satu sendok makan cuka.

Bagaimana memberi makan anak balita

Anak-anak balita, baik omnivora maupun vegetarian, biasanya keras kepala terhadap makanan yang mereka mau atau tak mau makan. Penyebabnya tak diketahui dengan jelas, sehingga menyajikan makanan dengan gizi seimbang sungguh merupakan sebuah tantangan. Tip-tip ini mungkin akan menolong.

• Libatkan anak anda dalam menyiapkan makanan. Biarkan anak balita anda memenyet pisang dan menaburkan kismis. Jelaskan apa yang sedang anda siapkan, dan bila anda bisa fleksibel mengenai bahan-bahannya, biarkan anak anda yang memilihnya.

• Anak belajar dari contoh. Makanlah makanan vegetarian yang sama dengan yang anda sajikan kepada anak anda. Makanan vegetarian sehat untuk orang dewasa maupun anak-anak.

• Jika anak anda menolak suatu makanan ketika pertama kali ditawarkan, jangan menyerah. Kadang dibutuhkan beberapa kali penawaran sampai anak anda mau menerima makanan baru. Tawarkan sedikit saja makanan baru bersamaan dengan makanan yang biasa dia makan—dan dia gemari—ini mungkin bisa membantu. Atau jika makanan tidak mau dia terima dalam suatu bentuk, cobalah sajikan dalam bentuk lain. Sebagai contoh, jika seorang anak tak suka tahu dalam bentuk kubus besar, cobalah iris kecil-kecil dan sajikan sebagai sop dengan sayuran lain.

• Jika anak anda tak menyukai susu kedelai rasa asli, cobalah berbagai rasa lain; campurkan susu kedelai dengan sereal dingin atau panas; taburkan susu kedelai di kue serabi atau muffin; atau campur susu kedelai dengan buah untuk membuat “susu kocok”.

• Jaga agar piring anak anda tak terlalu ramai dengan berbagai jenis makanan. Sepiring makanan yang isinya terlalu ramai dengan berbagai jenis makanan yang tak biasa bagi anak anda akan membuat anak anda tak berselera. Makanan dalam bentuk sederhana seperti sayuran rebus yang sudah dipotong kecil, keripik, atau sepotong tahu masak membuat acara makan menjadi mudah dan menyenangkan bagi anak anda.

• Masukkan makanan kesukaan anak anda atau makanan yang biasa dia makan dalam berbagai bentuk resep. Rebus nasi yang dicampur jus buah, atau encerkan mentega dengan susu kedelai untuk membuat saus pasta.

• Jika anak anda menolak makan sayuran, cobalah berikan wortel atau sayuran berdaun hijau tua yang sudah dipotong kecil-kecil disajikan dengan saus tomat atau sajikan sebagai isi roti. Campur sayuran dengan nasi dan buatlah lumpia. Atau, jika anak anda suka kentang yang diiris tipis, tambahkan di atasnya irisan kecil-kecil sayuran seperti labu.

Makanan Cepat & Mudah Saji

Orang tua yang hanya punya sedikit waktu untuk memasak tetap dapat menyajikan makanan vegan yang bergizi dan nikmat untuk keluarga, dan tak perlu repot-repot membersihkan dapur dari lemak ayam yang kotor atau terjangkit penyakit karena makanan hewani yang kurang matang dimasak. Berikut adalah tip-tip untuk menghemat waktu anda:

• Ada banyak sekali buku masak vegetarian yang tersedia dengan resep-resep cepat dan mudah saji. Pinjam di perpustakaan atau beli di toko buku satu dua buku dan temukan beberapa jenis makanan yang mudah disajikan.

• Hematlah waktu anda di toko dengan perencanaan makanan sebelum anda belanja. Ambil beberapa resep dan gunakan isinya sebagai daftar belanja anda.

• Tempe dan tahu adalah makanan berprotein tinggi yang hanya perlu direbus atau digoreng.

• Taburkan selai kacang-kacangan sebagai isi roti atau sajikan dengan sayur mentah.

• Hampir semua jenis buah hanya perlu dicuci dan sedikit dikuliti untuk dimakan. Cobalah apel, jeruk, persik, pear, atau anggur segar. Buah segar yang butuh waktu lama disajikan, misalnya nanas, mangga, pepaya, jambu biji, blewah, atau melon, dapat dibeli dalam bentuk sudah dikuliti dan diiris. Buah kering adalah pilihan lain dan tak membutuhkan banyak kerja selain membuka kemasannya.

Apa yang harus kita katakan kepada kakek / nenek, guru, teman, perawat bayi / babysitter . . .

Pepatah, “Nenek tahu yang terbaik,” mungkin tak dapat diterapkan ketika anda memberi makan anak anda. Jika nenek anda menyarankan daging, maka anda harus bicara dengan dia secara serius. Penting sekali untuk berbicara kepada mereka yang terlibat dalam pemberian makan anak anda:

• Sebutkan secara jelas makanan yang tidak boleh dimakan anak anda—daging mamalia, daging unggas, daging ikan, telur, susu, gelatin, madu, dan lemak hewan. Teman dan keluarga mungkin tak begitu peduli dengan produk hewani yang tersembunyi dalam makanan. Berikan informasi atau daftar makanan dan camilan/snack yang dapat dimakan anak anda dapat membantu mencegah situasi yang tak diinginkan kelak.

• Cari menu makanan yang umum. Banyak sekali jenis makanan umum yang bisa dimakan baik oleh omnivora dan vegetarian yang bebas produk hewani misalnya, pasta ganggang, mentega kacang, jelly, dll.

• Bagilah resep ke sanak keluarga dan teman. Ketika anak anda menghadiri sebuah pesta ulang tahun, tawarkan menu makanan atau pencuci mulut dan berikan pula resepnya.

• Berikan hadiah berupa langganan majalah vegetarian atau berikan buku masak vegetarian. Ini akan membantu orang lain lebih memahami pola makan vegetarian dan mendorong mereka mencoba resep vegetarian.

• Ketika anak anda hendak menginap di rumah temannya, bekali dengan makanan yang dapat dimakan anak anda dan teman anak anda. Selesai (Diterjemahkan oleh dr. Hendry Widjaja, MARS dan Budi Utomo) Referensi

(more…)

Mencegah Kiamat yang Tidak Perlu

January 19, 2010 By: Pradnyamita Category: Global Warming

oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr.

“Satu hal sekarang yang mengancam dunia kita bersama adalah pemanasan global. Zaman sekarang, kalau Yohanes Pembaptis harus berseru-seru, Ia pasti akan berseru mengenai kiamat kita bersama yang diakibatkan oleh keserakahan kita, yang membuat dunia makin panas. Kalau kita menantikan kedatangan Kristus, sebenarnya bukan kedatangan kiamat 2012 itu, tapi kedatangan Yesus yang ingin kita bertindak nyata untuk menghentikan pemanasan global itu. Untuk menghentikan dunia yang tidak damai ini. Untuk menghentikan diri kita yang sering tidak bisa menguasai nafsu kita. Salah satu yang membuat kita ngawur, manja, yaitu kita menikmati kenikmatan-kenikmatan duniawi. Itu yang membuat pemanasan global. Apa itu? Makan daging. Daging dan ideologi dagingisme itu sudah menguasai seluruh kehidupan. Dan itu membuat dunia makin panas.

Menurut para ilmuwan, pemanasan global, 60% lebih, diakibatkan oleh peternakan. Ternak. Dan lagi, kotorannya itu bikin panas. Gas metan. Ini luar biasa.. Ini pengetahuan yang membuka, menurut Santo Paulus, yang membuat kita punya pengertian, pengetahuan yang benar, sehingga kita bisa memilih mana yang paling baik. Saya sendiri terbuka ketika mengetahui kenyataan ini. Membuka mata, itu benar. Dan itu sungguh-sungguh membuat kita semua, yang sudah kena ideologi dagingisme itu, merasa bahwa makan itu harus enak. Dan itu membuat dunia makin panas. Gas metan yang dikeluarkan itu dari peternakan, paling banyak, lalu membuat rumah kaca, efek rumah kaca. Lalu es di kutub utara mencair. Sekarang baru 17 cm pertambahan air laut, tapi nanti kalau diteruskan sampai es di kutub utara hilang, itu bisa 7 meter lebih. Pertambahan 17 cm ini sudah membuat gempa bumi di mana-mana. Mengapa? Karena bumi di bawah sana itu kan geser-geser, yang terdiri dari lapisan-lapisan. Kalau ditambah volume airnya, volume massa airnya, pasti akan makin tertekan. Pasti akan ambles, ambles. Maka sering gempa bumi. Sangat masuk akal. Dan menurut perhitungan, memang, hitungan tahun-tahun ke depan ini, es di kutub utara makin habis, dan lalu mau jadi apa? Dan itu pasti akan menaikkan suhu bumi. Dan pasti laut juga akan bertambah. Itu korelasinya sangat nyata, sangat scientific. Sangat ilmiah. Dan justru itu karena perilaku kita.

Kalau Yohanes berseru-seru “Bertobatlah..” Dan ingin Yesus supaya… Yesus yang tinggal di dunia bersama dia, ingin supaya dunia ini lestari, maka tidak ada kata lain, selain kita menghentikan gaya hidup yang hedonis, yang penuh kenikmatan, salah satu yang terpenting adalah kebiasaan makan daging. Yang serba nikmat itu, beralih ke, menurut Kejadian 1, ayat 29, “Aku telah menciptakan tumbuhan berbiji, Aku telah menciptakan semua itu… buah-buahan yang berbiji, dan itulah yang akan menjadi makananmu.” Menjadi sehat, menjadi tidak panas, menjadi adem, bertobat, mulai dari cara makan kita. Bertobat, mulai dari menghayati Yesus yang mau tinggal bersama kita semua, yang mencintai segala makhluk. Ia nanti lahir di kandang hewan… Ia mencintai hewan-hewan itu Ia sungguh tidak ingin terjadi kekerasan di antara kita, mulai dari makanan kita.

Kalau saya, saya tidak makan daging. Saya vegetarian untuk alasan kesehatan saya sendiri, maupun untuk alasan global warming. Untuk bertobat supaya kita berpengetahuan yang benar”

Khotbah ini disampaikan oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr. (Rohaniwan Gereja Katholik Keuskupan Agung Semarang dan Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia) dalam sebuah misa di Gereja Pugeran, Yogyakarta.

Videonya dapat diunduh di : http://www.youtube.com/watch?v=tUJkrbig3SU

Video ini hanya berdurasi 5 menit.

Tips untuk menonton video di Youtube :
1. Klik tombol play dan biarkan berjalan hingga video selesai meskipun koneksi internet terputus-putus.
2. Setelah selesai, geser tombol berbentuk bulat kembali ke posisi awal, lalu tekan tombol play. Video dapat ditonton lancar tanpa terputus-putus.

Beliau berpesan sebarkanlah video ini seluas-luasnya.

Fakta di Balik Mitos Gluten

January 12, 2010 By: Pradnyamita Category: Kesehatan

Gluten yang terdapat dalam produk gandum sering dianggap sebagai biang keladi timbulnya alergi. Haruskah gluten dijauhi?

Silvi kaget saat Vely (5 tahun), putri kecilnya mengeluh gatal-gatal di sekitar tangan dan kakinya. Usut punya usut, ternyata gatal-gatal ini muncul setelah Vely menyantap roti gandum yang dibeli ayahnya. Dokter menyarankan agar Vely tidak lagi menyantap roti karena gadis kecil itu ternyata alergi terhadap gluten.

Lain lagi pengalaman Dina yang sempat frustasi, gara-gara Ferry, anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun, tidak bisa gemuk dan sulit makan sejak usia 1 tahun. Setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter, Ferry dinyatakan positif menderita penyakit seliak dan harus menghindari konsumsi makanan yang mengandung gluten.

Kedua kasus tersebut terjadi akibat konsumsi makanan yang mengandung gluten. Benarkah gluten berbahaya untuk dikonsumsi?

Apa itu gluten?

Gluten adalah protein lengket dan elastis yang terkandung di dalam beberapa jenis serealia, terutama gandum, jewawut (barley), rye, dan sedikit dalam oats. Jadi, gluten ada dalam roti, biskuit, pasta, sereal sarapan (breakfast cereal), mi, dan semua jenis makanan yang terbuat dari tepung terigu. Beras dan jagung tidak mengandung gluten. Dalam proses pembuatan roti, gluten bermanfaat untuk mengikat dan membuat adonan menjadi elastis sehingga mudah dibentuk.

Popularitas buruk diraih gluten karena ada kasus-kasus konsumsi gluten yang menimbulkan reaksi sensitivitas ketika dikonsumsi seperti alergi pada beberapa orang. Hal ini membuat banyak orang salah kaprah dan berpikir bahwa gluten harus dijauhi oleh semua orang. Sampai-sampai banyak produk makanan di pasaran mengusung klaim bebas gluten. Bahkan beberapa restoran di negara maju seperti Amerika menyediakan makanan bebas gluten di daftar menunya.

Alergi vs Intoleransi

Konsumsi gluten memang menimbulkan efek buruk pada beberapa orang yang sensitif terhadap gluten. Reaksi sensitivitas yang ditimbulkan oleh konsumsi gluten bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu alergi gluten, intoleransi gluten (penyakit seliak atau coeliac disease), dan non-coeliac gluten intolerance.

· Alergi gluten
Dr Harris Steinman dari Allergy Society of South Africa’s Working Group on Childhood Asthma, Afrika Selatan, mengatakan bahwa alergi gluten atau disebut juga alergi gandum (wheat allergy) merupakan kondisi yang langka tapi bisa terjadi pada siapa pun.

Adanya kandungan protein gandum – termasuk gluten – dalam jumlah sedikit saja di dalam makanan, secara langsung akan menyebabkan timbulnya gangguan pada mereka yang sensitif, seperti gatal-gatal pada kulit dan eksim, gangguan pencernaan (kram perut, mual dan muntah), serta gangguan pernapasan. Reaksi alergi juga bisa berupa serangan asma (baker’s asthma) akibat menghirup tepung yang mengandung gluten seperti tepung terigu.

Reaksi alergi terhadap gluten biasanya muncul dalam hitungan menit sampai beberapa jam setelah mengkonsumsi atau menghirup produk gandum. Reaksi alergi ini melibatkan antibodi IgE yang terdapat di dalam darah. Normalnya, sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari sel darah putih dan antibodi akan menyerang setiap zat asing yang memasuki tubuh yang dianggap berbahaya.

Dalam kasus alergi gluten, antibodi IgE bereaksi terhadap protein gluten yang dianggap sebagai alergen (bahan penyebab alergi). Inilah yang menimbulkan reaksi alergi. Satu-satunya cara mengatasi alergi gluten adalah dengan menjauhi semua makanan yang mengandung gluten, terutama gandum.

· Intoleransi gluten
Intoleransi gluten berbeda dengan alergi gluten. Menurut Dr Widodo Judarwanto SpA, dari Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta, intoleransi gluten atau sering disebut penyakit seliak (coeliac disease) adalah penyakit keturunan yang bersifat permanen, dimana konsumsi gluten akan menyebabkan kerusakan usus halus sehingga terjadi gangguan penyerapan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Prevalensi penderita penyakit seliak di Indonesia sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Tapi diduga angkanya tidak jauh dari 1 dibandingkan 100 orang.

Masuknya gluten ke dalam saluran pencernaan akan menyebabkan reaksi autoimun (menyerang sistem kekebalan sendiri) yang merusak lapisan pelindung dinding usus. Kerusakan ini menyebabkan lapisan usus yang berjonjot-jonjot menjadi rata sehingga kurang mampu menyerap nutrisi makanan, yang akhirnya berakibat pada malnutrisi. Jika alergi gluten disebabkan oleh reaksi antibodi IgE, penyakit seliak disebabkan oleh reaksi antibodi IgA dan IgG.

Biasanya gejala penyakit seliak pada anak mulai tampak setelah anak diberi makanan tambahan yaitu sekitar usia 4-6 bulan. Bila makanan tersebut mengandung gluten, maka akan timbul keluhan berupa sulit buang air besar, diare, kembung, dan sering rewel. Beberapa anak mengalami kesulitan makan, kurang gizi, kegagalan pertumbuhan, berat badan sulit naik, nyeri perut, sering buang angin, adanya luka seperti sariawan di sekitar mulut, dan gigi keropos.

Kondisi ini juga ditandai dengan dermatitis herpetiformis (DH) yang memiliki gejala berupa munculnya bintil-bintil kemerahan yang agak nyeri dan gatal di kulit, terutama di daerah siku, lutut, dada, dan pantat.

Untuk mendiagnosa penyakit seliak, dokter akan melakukan beberapa tes, seperti tes darah dan biopsi usus halus untuk menentukan apakah benar pasien positif menderita intoleransi gluten. Jika hasilnya positif, pasien harus melakukan diet bebas gluten (gluten-free), dengan hanya mengkonsumsi jenis makanan yang tidak mengandung gluten sama sekali.

· Non-coeliac gluten intolerance
Orang yang mengalami gejala sensitivitas gluten – tapi tes penyakit seliak menunjukkan hasil negatif – dikategorikan sebagai penderita non-coeliac gluten intolerance (NCGI). Mekanismenya masih belum jelas, tetapi diperkirakan kondisi ini juga disebabkan oleh reaksi antibodi IgA dan IgG terhadap gluten.

Akibat yang ditimbulkan NCGI tidak separah alergi yang disebabkan oleh antibodi IgE yang langsung muncul sesaat setelah konsumsi gluten. Gejalanya berupa migren, merasa lemas, gangguan kulit, gangguan pencernaan seperti kembung, sembelit, dan radang usus, serta mudah marah.

Tidak seperti alergi gluten dan penyakit seliak yang harus menghindari gluten seumur hidup, kondisi ini sifatnya hanya sementara dan biasanya bisa diatasi dengan mengurangi atau menjauhi konsumsi gluten selama beberapa waktu.

Gluten & autis

Penderita autis juga disarankan untuk menjauhi konsumsi gluten. Dr Natasha Campbel McBride, ahli gizi sekaligus ahli saraf Amerika dalam bukunya Gut and Psychology Syndrome menyatakan bahwa makanan yang mengandung gluten dan kasein – protein yang terkandung dalam susu – dicurigai dapat mempengaruhi kesehatan usus pada penderita autis.

Bagi penderita autis, gluten dan kasein dianggap sebagai racun karena tubuh penderita autis tidak menghasilkan enzim untuk mencerna kedua jenis protein ini. Akibatnya, protein yang tidak tercerna ini akan diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid atau opiate. Opioid bersifat layaknya obat-obatan seperti opium, morfin, dan heroin yang bekerja sebagai toksin (racun) yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imunitas, serta menimbulkan gangguan perilaku.

The Autistic Network For Dietary Intervention, Amerika, menyarankan agar penderita gangguan perilaku yang terkait dengan gangguan pencernaan seperti autis untuk menjalani diet bebas gluten dan kasein atau diet GFCF (gluten free/casein free) selama minimal 6 bulan.

Diet bebas gluten

Jika anak, keluarga, atau Anda sendiri menderita salah satu gejala sensitivitas setelah mengkonsumsi gluten, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, seperti tes darah dan biopsi usus halus untuk mendiagnosa apakah benar Anda positif menderita sensitivitas terhadap gluten. Jika hasil tes positif, selanjutnya dilakukan diet bebas gluten di bawah pengawasan dokter dan ahli gizi.

Diet bebas gluten harus dijalani dengan disiplin. Semua makanan yang dikonsumsi harus bebas dari gluten. Jadi, segala jenis makanan yang terbuat dari gandum dan tepung terigu harus dicoret dari daftar belanja. Saat memilih makanan, pastikan untuk membaca label makanan. Cek apakah benar produk makanan tersebut sama sekali tidak mengandung gluten.

Untuk membuat kue dan cake, Anda bisa mengganti tepung terigu dengan tepung bebas gluten (gluten-free), seperti tepung beras, tepung kedelai, tepung maizena (pati jagung), tepung tapioka, tepung sagu, dan tepung garut (arrowroot flour). Saat ini juga sudah dijual tepung campuran bebas gluten atau gluten free flour mix (GF flour mix). GF flour mix merupakan produk campuran tepung yang telah dimodifikasi sehingga dapat menghasilkan biskuit yang enak dengan rasa yang tidak kalah dengan tepung bergluten. Campuran tersebut dapat berupa tepung beras, tepung sagu aren, dan tepung singkong. Nasi dan jagung tidak mengandung gluten karena itu aman untuk dikonsumsi.Segala jenis sayuran dan buah juga aman dikonsumsi penderita sensitivitas gluten.

Tidak semua orang perlu menjauhinya

Dengan sejumlah masalah yang ditimbulkan gluten, apakah gluten perlu dihindari oleh semua orang? Jawabannya: tidak. Orang normal yang tidak menderita alergi gluten, penyakit seliak, ataupun autis tidak perlu menjauhi gluten. Bagaimanapun gluten merupakan jenis protein yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Serealia yang mengandung gluten juga kaya akan enzim, vitamin, mineral, dan antioksidan yang notabene sangat dibutuhkan tubuh. Maka tak ada alasan untuk menjauhi roti gandum utuh dan oatmeal bila Anda bukan penderita sensitivitas gluten.

Pelaksanaan diet bebas gluten yang tidak tepat justru dapat menyebabkan defisiensi mikronutrisi seperti vitamin B1, B2, B3, asam folat, mineral besi, kalsium, selenium, magnesium, dan fosfor. Karena itu Dr Widodo, menyarankan agar selama menjalani perawatan dan diet bebas gluten, pasien juga menjalani terapi suportif seperti pemberian suplemen kalsium, besi, vitamin B, dan diet tinggi protein untuk mencegah defisiensi nutrisi.

So, mulai sekarang tak perlu takut mengkonsumsi produk gandum. Asalkan tidak menderita sensitivitas gluten, Anda bebas menyantap roti, biskuit, dan mie favorit Anda. Sumber: Majalah Nirmala, November 2008  Untuk resep dalam bahasa inggris yang gluten free bisa dilihat di sini

Tags:

Gratis Download Buku Hidup Lebih Mulia

January 12, 2010 By: Pradnyamita Category: Serba Serbi Bayi & Anak

Buku Hidup Lebih Mulia (Gratis)

Buku Hidup Lebih MuliaHalo, satu lagi buku vegetarian siap untuk di-download gratis… :)

Buku ini membahas sebuah pola hidup mulia yang akan menyelamatkan lingkungan, menyelamatkan saudara-saudara kita yang kelaparan, hingga menyelamatkan kesehatan Anda dan keluarga. Dikemas dalam susunan per bab yang akan memudahkan Anda menemukan topik yang Anda inginkan.

Tanpa banyak basa basi lagi, silahkan download buku Hidup Lebih Mulia di sini.

Ayam Nabati Pedas

January 06, 2010 By: Pradnyamita Category: Dapur Vegetarian

Bahan A :
Kulit Tahu 1 bungkus
Santan 1 gelas
garam secukupnya
gula 4 sdm
mokucing 1 sdt (bumbu penyedap)
ketumbar bubuk 1 sdt

Bahan B (Bumbu halus) :
5 lombok besar
3 lombok kecil
4 sdm gula pasir
Garam secukupnya
mokucing 1 sdt
kemiri 2 biji
kecap 1 sdm
merica bubuk
daun jeruk 3 lembar
(jika masih mengkonsumsi bawang merah & bawang putih bisa ditambahkan 3 butir)

Cara membuat:
1. rendam kulit tahu 30 menit hingga agak lunak, jangan sampai remuk/patah
2. setelah lunak rebus kulit tahu dengan bahan A, aduk pelan2 agar kulit tahu tidak patah/sobek
3. tunggu hingga santannya susut/sat, setelah itu angkat dan dinginkan kulit tahu.
4. peras pelan2, lalu gulung-gulung kulit tahu menyerupai potongan daging ayam
5. goreng kulit tahu gulungan dengan minyak panas,hingga matang kecoklatan, angkat dan sisihkan.
6. buat bumbu halus, bisa diuleg atau blender dengan menambahkan sedikit air
7. siapkan penggorengan, tambahkan 2 sdm minyak, masukkan bumbu halus dan daun jeruk, tumis hingga harum, lalu masukkan kulit tahu, aduk hingga rata dan bumbu menyerap kedalam kulit tahu.
8. Sajikan bersama soup bening atau lalapan.
9. Selamat mencoba ^.^

Catatan:
Jika akan disimpan, simpanlah dalam wadah tertutup kedalam frezer, dan jika akan dikonsumsi lagi, bisa langsung dimakan, teksturnya semakin lembut jika disimpan didalam frezer.

  


Switch to our mobile site