Bisakah Kucing menjadi vegetarian?
Sejumlah ahli mengatakan bahwa manusia dan anjing bisa menjadi vegetarian, tetapi kucing tidak, karena kucing memerlukan salah satu jenis protein yang hanya ada pada daging, yaitu taurine. Didalam bukunya yang berjudul “Complete Guide to the Health of Dogs and Cats”, Dr. Richard Pitcairn, menulis bahwa kucing tidak dapat mengubah beta karotin menjadi vitamin A. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan masalah pada pendengaran dan penglihatan kucing. Selain itu kucing juga memerlukan taurine yang biasanya hanya terdapat dalam daging hewan. Kekurangan taurine dapat menyebabkan penyakit jantung dan kebutaan pada kucing.
Dr. Richard Pitcairn juga mengatakan bahwa kucing-kucing di Inggris tetap baik-baik saja walaupun mereka tidak makan daging, tetapi anehnya, Dr. Richard dan Vegan Society tetap mengingatkan para pemilik kucing bahwa kucing memerlukan suatu nutrisi yang hanya bisa diperoleh dari daging hewani.
(referensi)
Kasus seperti ini mirip sekali dengan kasus kekurangan vitamin B12 pada manusia. Banyak para pemula dalam diet vegan dan vegetarian mengira bahwa mereka perlu suplemen vitamin B12. Para ilmuwan mengatakan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan kerusakan otak, degenerasi dini, anemia, kerusakan sistem saraf, kerusakan metabolism sel bahkan hingga depresi, kurang tidur dan kurang gairah bekerja. Tetapi para ilmuwan dan dokter juga mengakui bahwa kekurangan vitamin B12 itu dapat terjadi karena:
• asupan vitamin B12 nya kurang
• kurangnya kemampuan tubuh untuk menggunakan vitamin B12
• ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi vitamin B12
Sesungguhnya kita bisa memproduksi vitamin B12 secara alami dalam usus kita, demikian pula kucing juga bisa memproduksi taurine dalam usus mereka. Jack Norris, RD
- Dari Wikipedia :”Taurine, or 2-aminoethanesulfon ic acid, is an organic acid. It is also a major constituent of bile and can be found in the lower intestine and in small amounts in the tissues of many animals and in humans as well.” (referensi)
Dengan demikian, sebenarnya kita tak usah terlalu risau akan kekurangan vitamin B12 atau kucing kita kekurangan taurine karena kita dan kucing kita melakukan diet vegan, karena pada dasarnya semua makanan alami mengandung semua hal itu, tetapi karena kita membudidayakan dengan cara memaksa (rekayasa genetika) dan terus dengan cara merusak alami (dengan pupuk dan bibit buatan pabrik) maka hasil produksi pertanian hanya nampak bagus dan enak rasanya, tetapi banyak kekurangan nutrisi alami.
Walaupun beberapa ilmuwan juga mengatakan bahwa vitamin B12 dan taurine diproduksi di usus besar (colon) sehingga jika benar demikian maka vitamin B12 tidak akan teraborbsi karena penyerapan hanya terjadi pada usus halus. Karena itu sejumlah teori juga mengatakan bahwa banyak hewan-hewan vegan pemula yang mengkonsumsi kotoran mereka sendiri untuk mendapatkan kecukupan vitamin B12 atau taurine. Walaupun benar, tetapi terdengar sangat tidak enak bukan? Akankah kita juga mengkonsumsi kotoran kita sendiri? Melihat kenyataan bahwa para vegan juga tetap sehat maka Alber MJ melakukan penelitian lebih lanjut dan ternyata dia menemukan bahwa di usus halus, vitamin B12 juga diproduksi.
(Albert MJ, Mathan VI, Baker SJ. Vitamin B12 synthesis by human small intestinal bacteria. Nature. 1980;283(Feb 21):781-2.)
Jadi, kita tak perlu risau lagi tentang vitamin B-12 dan taurine..
Semua yang dilakukan dengan dasar kasih, tentu akan cocok bagi semua spesies atau kehidupan di dunia. Kucing atau hewan karnivora yang lain akan segera menjadi vegetarian pada jaman keemasan ini! Manusia akan meninggalkan semua alat perangnya, dan tak ada hewan lagi yang saling membunuh, serta yang ada hanya sebuah rantai kehidupan yang penuh kasih. Sekarang sudah banyak kucing yang vegetarian (tanpa produk hewani sama sekali) dan mereka toh tetap sehat bahkan terlihat lebih baik, lebih jinak, dan bulunya tidak mudah rontok.[image]
Thanks to : Bapak Pater Ananta
















