Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for the ‘Profile’

Jadilah Vegan, sayangi jantung Anda

July 31, 2010 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Profile

Seorang vegan (vegetarian) yang tidak mengonsumsi daging, telur, dan susu hanya punya risiko terserang penyakit jantung koroner (PJK) 14 persen. Jauh dibandingkan risiko PJK pada mereka yang masih menyantap daging, yakni 50 persen.

Sementara yang makan daging plus merokok, potensinya 70 persen. Mereka yang tidak makan daging tetapi masih menyantap susu dan telur (vegetarian lakto-ovo), potensi terkena PJK sebesar 39 persen.

Susianto, Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pacific, menyarikan dari Jurnal of Cardiologi tahun 2009, Jumat (30/7/2010). Jurnal kesehatan ini isinya sangat ilmiah dan menjadi acuan instansi kesehatan di dunia. (more…)

Pondok Lovina Malang

November 25, 2009 By: Pradnyamita Category: Dapur Vegetarian, Depot dan Resto Vege, Profile

 Bagi yang doyan banget makan, tapi ingin yang murah meriah dan ngga bikin kantong kering, saya merekomendasikan anda untuk datang ke Depot Vegetarian Pondok Lovina. Kenapa? karena banyak menu pilihan makanan disana, rasanya enak, pelayanannya yang ramah, tempatnya yang bersih, mudah dijangkau dari segala arah, dan yang pasti murah banget. Ya inilah salah satu depot vegetarian baru di Kota Malang yang berlokasi di jl . Letjend S parman 114 Malang telp 0341 996359. Bapak Hannes sebagai pendiri Pondok Lovina ini, mengatakan “ Menu sementara saat ini di kedai kami adalah soto, rawon, pangsit mie malang , tahu tek , nasi campur, dan akan terus bertambah. Rencana kami akan menyajikan 50 macam masakan jawa dan china , tetapi tangan cuman dua jadi sementara itu dulu”  jelas beliau.

Bersama 7 orang teman-temannya, Bapak Hannes melayani para pelanggannya mulai sejak pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore, “ kami sudah kehabisan bahan makanan jika sudah sore, jadi kalo mau ke sini harus pagi atau siang” kata salah satu pengelola kedai. Saat ditanya mengenai latar belakang pendirian Pondok Lovina serta reaksi masyarakat akan keberadaannya, Bapak Hannes dengan antusian menjawab, “ Saya ingin mengenalkan dan memberitahu bahwa dengan vegan kita bisa menyelamatkan bumi. Selain itu saya juga ingin mematahkan kesan atau anggapan lama bahwa vegetarian itu mahal. Salah seorang teman saya bilang, jangan vegetarian karena itu hanya untuk orang kaya, karena vegetarian harganya mahal, waaah.. saya tersentak kaget mendengar hal ini, oleh karena itulah saya mendirikan Pondok Lovina. Dan syukurlah reaksi masyarakat sangat bagus , kebanyakan yg mampir ke Lovina malah bukan para vegan , tetapi orang-orang yang mencoba mencicipi makanan kami dan mereka terheran-heran karena kami memasak dengan motto Free Animal Produk. Senang sekali bisa melayani mereka, karena murah meriah, dan penuh kasih. Makanan vegan kami mulai dari harga Rp 3500 – Rp 6000, tidak mahal, sangat merakyat dan hasil survey pelanggan mengatakan jika rasa masakan kami enak dan ngga kalah dengan restoran vegetarian lainnya haha”

Selain menawarkan masakan yang lezat begizi, di Pondok Lovina juga menyediakan beberapa produk kemasan instan, bahan siap saji seperti daging vegan, ayam betutu, mie, dan beberapa bumbu-bumbu vegan lainnya. “Produk disini semua kami buat sendiri , kami tidak membeli bahan impor yg belum tentu vegan murni, contohnya bakso impor yang kami dengar ada mengandung bahan hewaninya. Kami sering mencoba sendiri dan memutar otak untuk membuat berbagai masakan dengan bahan-bahan yg ada, seperti kami bisa membuat mayones vegan, daging gluten, daging serat, bakso, mie dan lain-lain, kami bisa membuat apapun dengan cara memutar otak, biar otak kita nggak mikir yg aneh-aneh kan mbak “ jelas Bapak Hannes sembari tertawa.

Waah jadi pengen mengikuti jejak Bapak Hannes, bagaimana ya caranya? Modalnya pasti besar ya?? “Mudah saja, pertama harus vegetarian, bisa masak, dan mau berusaha dengan gigih. Untuk modal bisa sharing bersama teman-teman, di Pondok Lovina kita bermodalkan 30 juta yang dibagi 6 orang, jadi masing-masing 5 juta, mudahkan? Menurut saya, vegetarian akan menjadi trend dimasa depan, karena ini sudah menjadi kebutuhan semua mahkluk hidup, jadi mulailah berwirausaha vegetarian dari sekarang. Kita siap membantu siapa saja yg mau membuka warung vegan , trik dan sebagainya bisa saya jelaskan , jadi di Lovina tidak ada rahasia , semua boleh bertanya dan mempraktekkan masakan vegan ini “ terang pak Hannes bersemangat :)

Nah, hayoo bagi siapa yang berminat mau buka depot, warung atau cafe vegetarian, jangan sungkan dan malu untuk bertanya ke Bapak Hannes, beliau siap membantu lho, buruan..!! Nemu koin di ilalang, lihat sopir makan pepaya, jika main ke Malang, mampir ke Pondok Lovina ya :)

Fira Basuki Mencoba Total Bervegetarian

October 27, 2009 By: Pradnyamita Category: Profile

Penulis buku yang juga Pemimpin Redaksi majalah Cosmopilotan Indonesia, Fira Basuki, sudah hampir tiga tahun ini mencoba bervegetarian walau belum total .

“Hanya telur dan ikan yang saya masih kadang-kadang menyantapnya. Tapi sudah amat sangat jarang. Ke depan, saya akan coba menuju menjadi vegan, karena saya tahu manfaatnya,” ujarnya, seusai menjadi pembicara talkshow dalam rangka Festival kasih Bumi di Yogyakarta, Selasa (27/10).

Pelan-pelan Fira mau bervegetarian total. Mengapa? Banyak sekali alasannya, mulai dari kesehatan, industri peternakan yang menyumbang laju pemanasan global dan merusak lingkungan, hingga alasan tidak tega melihat hewan disembelih.

“Sepelan dan sehalus apapun menyembelihnya, hewan akan kesakitan. Saat melihat hewan disembelih, saya nggak tahan. Saya ingat, tiga tahun lalu saya melihat sapi disembelih, sapi itu menangis,” ujarnya.

Ia lalu bertanya ke penjagal sapi tentang hal itu. Si penjagal mengiyakan. “Kata si penjagal itu, sapi memang menangis jika hendak dan saat disembelih. Tapi tidak tahu menangisnya itu karena kesakitan atau memang begitu ciri sapi jika hendak disembelih,” ujarnya.

Begitu tahu seperti itu, air mata Fira langsung menetes saat melihat sapi disembelih. “Itu adalah suara hati. Suara hati harus diikuti,” katanya. Sejak saat itu ia tak makan daging sapi, juga selanjutnya tak menyantap semua daging hewan darat.

Apa ia merasa lemas? “Sebulan pertama, saya merasa agak lemas. Tapi saya tahu itu cuma karena tubuh saya sudah ketagihan daging, sama dengan fenomena ketika orang coba berhenti merokok, terasa agak tidak bertenaga kan? Setelah sebulan saya nggak makan daging, tubuh saya menjadi lebih segar kok, enteng rasanya. Selain itu, nggak mudah sakit. Menjadi vegetarian, justru tubuh akan lebih bertenaga,” ujarnya. Referensi

Tags:

Yogindra, cinta binatang sejak dini

April 28, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

Sejak memutuskan untuk vegetarian 6 tahun yang lalu, ibu Ayu pun juga menerapkan hal yang sama kepada Putu Yogindra Pratistha Sai Caitanya anak semata wayangnya. Yogindra begitu panggilan kesayangan sang bunda lahir pada tanggal 17 mei 2008, sekarang sudah menginjak umur 1 tahun. Vegetarian sejak dalam kandungan membuat Yogindra sangat peka terhadap berbagai jenis makanan yang mengandung daging, “ oleh karena itu saya buatkan jus buah dan biskuit khusus yang tidak mengandung hewani” kata ibu Ayu.

Yogindra menunjukkan balita yang sangat sehat, “ketahanan fisiknya diluar dugaan kami, pernah suatu saat kami mudik dari jakarta ke bali menggunakan bis, pulang pergi, kami berusaha membuat perjalana n senyaman mungkin karena Yogindra masih kecil, dan kami bersyukur, Yogindra tidak mengalami kelelahan fisik sama sekali, masih tetap ceria dan bersemangat, beda dengan kami yang meriang-meriang dan cape badan” terang Ibu Ayu. Sebagai ibu muda yang super sibuk beraktivitas diluar rumah, ibu Ayu mempercayakan pengasuhan putranya kepada sang nenek, karena hampir seluruh keluarga vegetarian, maka tidak sulit bagi ibu Ayu untuk mengatur menu sehari-hari Yogindra. Kita pintar-pintar mix n match kan sayur-sayuran dan buah-buahan juga minum vitamin untuk menjaga keseimbangan gizi anak. Saya percaya dengan vegetarian, Yogindra akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, ini terbukti hampir jarang banget kita kedokter untuk keluhan sakit. Saya juga percaya dengan vegetarianpun anak-anak bisa tumbuh menjadi anak pintar, tentu saja sesuai dengan tahapan umur mereka. Saat ini Yogindra sudah pandai belajar jalan dan meniru apa yang dilihatnya, seperti belajar nyisir, belajar bicara, suka meniru gaya kita menerima telpon dan sebagainya. Kondisi fisiknya juga bagus, tidak gemuk, tidak kurus melainkan padat berisi.

Vegetarian pada bayi dan anak, bagaimana menurut ibu Ayu? Mereka jauh lebih sehat dari anak yang non vege, mereka juga pintar, dengan bervegetarian, anak bisa mempunyai perasaan yang welas asih ke semua makhluk, memahami bahwa semua makhluk itu saudara kita yang harus dikasihi, juga mengenalkan bahwa tanpa makan daging, tubuh kita pun jauh lebih sehat dan tentu saja bergizi. Yogindra juga sangat mencintai binatang, ini terlihat saat ada kucing liar yang selalu lewat depan rumah, dia membagikan biskuit yang ditangannya. Rasa welas asihnya sudah tampak melalui gerak geriknya. Yuups, benar sekali bu Ayu, dan Yogindra ini salah satu bukti bahwa bayi vegetarian itu tahan banting alias jarang sakit plus memiliki rasa welas asih yang tinggi.

Anak vegetarian lebih sehat dan cerdas

April 07, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

Ini adalah kisah dari Ibunda Rai Aryawati, di Denpasar – Bali,  dalam membesarkan kedua buah hatinya Ananda dan Gowinda yang menjalani pola makan vegetarian.

“Anak Pertama saya, ANANDA 9 tahun, vegetarian mulai umur 3 tahun, dia sangat beda dengan teman-temannya disamping jarang sakit prestasi akademiknya juga bagus dia selalu dapat JUARA Kelas dan beberapa perlombaan yang diikuti. Anak Kedua saya, GOWINDA 3 tahun, vegetarian dari dalam kandungan, dari bayi sangat jarang sakit, daya tahan tubuhnya sangat kuat dibanding dengan anak tetanga saya yang lahirnya selisih 9 hari, saya perhatikan bayi non vegetarian tersebut sangat rentan sakit setiap ada perubahan cuaca kalau tidak panas, batuk pilek,dll. Syukur anak saya jarang mengalaminya. “GOWINDA” sudah tumbuh gigi pada usia 5 bulan, bicara sudah mulai bagus pada usia 10 bulan dan bisa jalan pada usia 12 bulan. Dia sangat energik, cerdas dan kritis!!” Kata Ibu Rai.

Wach jadi penasaran, sehebat apa sih dengan vegetarian bisa membuat kedua anak ini berprestasi? Mari kita simak, bernama lengkap Ananda Sri Parthiswari yang lahir di Gianyar, 25 April 2000, sekarang sudah mengkoleksi beberapa deretan prestasi seperti menjadi Juara II dari kelas I s/d sekarang, Juara II Lomba mewarnai kelas TK B, Juara I Lomba Menggambar kelas II, mengisi acara Baca Puisi di Radio kelas TK A, dan menjadi nominasi lomba tari Bali kelas TK B. Nah kan banyak banget, emangnya nggak pernah capek atau sakit ya ikut lomba sana sini? “Tidak pernah ada masalah dengan kesehatan mereka, masalah daya tahan tubuhnya lebih kuat daripada anak non vege” jelas Ibu Rai. Bunda Rai melanjutkan, fisik mereka tumbuh dengan baik, rambut & kulitnya tampak lebih lembut. Ananda nampak segar dan montok, perkembangannya lebih cepat, lebih cerdas, punya rasa kasihan dan yang jelas lebih sehat. Untuk si adik sang jagoan, bernama lengkap Gowinda Sri Parthiwasa, lahir di Denpasar, 23 Nopember 2005. Sangat doyan dengan nasi goreng oriental vegan, tempe tepung dan soto vegan. Sudah menjalani pola makan vegetarian sejak dalam kandungan, Gowinda yang sekarang berumur 3 tahun ini sudah pandai menyanyi, main komputer dan alat-alat elektronik, sudah bisa membuka/mematikan komputer, mencari file atau game yang dia inginkan.

Karena sudah terbiasa dengan makanan yang penuh kasih, kadang – kadang secara tidak sadar setiap melihat rumah makan non vegetarian mereka selalu bilang itu tempat makan jorok ya ma. Mugkin karena hati mereka yang penuh welas kasih, jadi mengungkapkannya begitu polos, kata Ibu Rai sembari tersenyum. Lho emang nggak ada ya keinginan untuk icip-icip daging? Tidak pernah, malah pada suatu hari Ananda di kasi makan Snack ama tetangga waktu umur 3 tahun mungkin mengandung unsur hewani, langsung muntah-muntah, kalau Gowinda langsung buang-buang air karena tubuh mereka sangat peka terhadap makanan yang non veg. Wah wah, biar mulut tak bicara, ternyata tubuh kita pun bisa berontak lho. Oleh sebab itu, Ibu Rai selalu siap siaga untuk membawa bekal jajanan pasar, kacang hijau, buah, rumput laut, dan minuman setiap kali mengajak kedua buah hatinya ini jalan-jalan.

Ibunda Rai koq yakin banget sih anaknya ikutan vegetarian? “Secara pribadi saya mengenal diet vegetarian waktu kuliah tapi tidak ketat, lalu menjalani diet vegetarian secara ketat sejak mengenal ajaran Guru saya (Supreme Master Ching Hai, red) akhir tahun 2002. Awalnya pada waktu jadi anak sekolahan saya jalani semata-mata karena alasan kesehatan saja. Sejak mengikuti ajaran spiritual menerapkan pola vegetarian karena alasan hukum karma “AHIMSA”  dan lebih mantap lagi setelah mengikuti ajaran Guru. Syukurnya semua keluarga sangat mendukung, malah sekarang sebagian besar dari keluarga kami sudah vegetarian. Mereka doyan banget jika saya masakin plecing kangkung, soto vegan, rawon vegan, lawar vegan. Agar terpenuhi gizi anak supaya tetap seimbang menu kami sehari-hari : ada nasi, sayur-sayuran, kacang-kacangan, tahu tempe, buah-buahan, banyak minum air putih, susu kedelai. Kebetulan saat mengandung GOWINDA saya menjalani diet Vegetarian, menu makannya sama seperti biasa : Nasi, Kentang,Tahu tempe, Kacang-kacangan, Sayur-sayuran, buah-buahan, Taoge dan bubur kacang hijau ditambah suplemen non hewani dari dokter dan DOA.

“Anak vegetarian jauh lebih sehat dari anak non vegetarian, saya sudah membuktikannya sendiri, kami termasuk keluarga yang paling jarang mengunjungi dokter. Saya sangat berharap agar para orang tua mulai peduli terhadap perkembangan anak-anaknya, dan menyadari bahwa makanan vegetarian jauh lebih sehat dan lebih mulia, sehingga kelak kita mendapatkan generasi sehat, cerdas dan penuh kasih.” Setuju banget Bunda Rai, jangan ragu untuk vegetarian, ayo kenalkan sayur, buah dan kacang sejak dini. Ananda dan Gowinda adalah bukti, bahwa anak vegetarian lebih sehat dan cerdas.