Seorang ibu lebih rawan keropos??
Pagi ini Gungti saudara saya dan anaknya Gung Rama yang ganteng datang. Seperti biasa kita bergosip tentang masalah anak kita masing-masing. Dan kali ini topik yang tidak umum kita bahas adalah tentang tulang keropos. Tetangga depan rumah saudara saya, seorang nenek 60 tahun seminggu yang lalu harus operasi di Singapura untuk pemasangan tulang palsu dalam tubuhnya. Dengernya saja saya sudah ngeri, hanya karena jatuh harus langsung operasi. Dengan umur yang sudah tua memang rentan sekali akan kerusakan pada tulang, ini diperkuat dengan cerita anaknya yang sejak muda ibunya males banget minum susu, didukung dengan jarang olahraga, jadi ngga heran kalo tuanya jadi osteoporosis. Cerita ini selalu ada dalam benak Gungti, yang kemudian berasumsi kalo ibu lebih rawan kena keropos tulang, apalagi sejak hamil, kalsium yang ada dalam tubuh ibu diserap habis-habisan oleh sang cabang bayi, makanya wajib banget ibu hamil untuk minum susu. Dan Gungti sekarang rajin minum susu, dia mikir bahwa tulangnya adalah investasi untuk bisa merawat suami saat tua, menjaga anak sampai jadi orang sukses, menggendong cucunya kelak dan juga untuk masa tua yang nggak merepotkan siapa-siapa. Wach hebat baget yach Gungti, masih muda udah bisa mikir kayak gitu, saya jadi geli untuk ikut-ikutan apa yang dilakukannya.
Dan saya jadi termotivasi untuk mencari tahu apa penyebabnya tulang keropos ini serta bagaimana mencegahnya. Lalu setelah sekian menit browsing didepan laptop, akhirnya saya menemukan sedikit info tentang osteoporosis / tulang keropos ini. Osteoporosis disebabin kurangnya estrogen yaitu hormon pada wanita, selain itu pastinya juga kurangnya kalsium, terus terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan, suka minum alkohol (ih nggak banget deh), dan juga merokok (amit-amit deh, baunya aja bikin napas sesak). Nah untuk mencegah supaya nggak kena osteoporosis, kita yang mumpung masih muda gini kudu rajin minum susu minimal 2 kali sehari, lha kalo nggak suka susu gimana dong? Gampang, vegetarian saja, karena kebanyakan sayur dan buah tuh banyak banget mengandung kalsium. Selain itu, kita juga rajin olahraga beban supaya otot dan tulang terlatih, ngga perlu yang berat-berat, cukup jalan kaki dan naik tangga saja, konsumsi kalsium juga sangat penting dan effektif terutama sebelum mencapai kepadatan tulang sekitar umur 30 tahun. Vitamin D sangat penting, jadi rajinlah bangun pagi dan sedikit berjemur. Untuk wanita yang sudah menopouse bisa dilakukan terapi sulih estrogen yang effektif setelah 4-6 tahun setelah menopouse. Hal ini untuk memperlambat tulang dan mengurangi resiko tulang patah. So jangan tunggu lagi, ayo minum susu!!!!


