Ini mungkin akan menjadi pertanyaan saya kelak jika anak saya sudah bisa bertanya kenapa dia tidak maem daging. Memang saya membiasakan pola makan vegetarian pada anak saya sejak dalam kandungan hingga sekarang. Suatu hari saya berpikir bagaimana jika muncul pertanyaan kenapa mereka nggak maem daging? Gimana cara menjelaskan kepada si kecil tentang hal ini, karena lebih mudah memberi jawaban kepada anak remaja dari pada balita. Dan, bersyukurnya saya memiliki teman-teman yang sudah berpengalaman dalam mengasuh anak-anak vegetarian ini. Beberapa jawaban dari teman-teman di Milis, tentang pertanyaan tersebut bisa memberi inspirasi bagi saya, mungkin anda juga yang mengalami kesulitan seperti saya.
Dari Ibu Melina – MEDAN
Sis sebenarnya tidak usah takut dengan pertanyaan semacam itu. Setelah kita mendalami ajaran Master (Guru Spiritual yang mengajarkan pola hidup vegetarian), kita juga mempunyai segudang jawaban untuk anak-anak yang bahkan kadang-kadang tidak pernah kita pikirkan. Saya tidak dengan sengaja bertujuan mem’vegetarian’ kan anak-anak karena saya sendiri masih baru. Tetapi setelah anak2 bertanya dan mendengar jawaban-jawaban saya segera mereka bervegetarian. Saya bukan Ibu Rumah tangga yang ideal yang mampu mendisiplinkan anak-anak dengan baik. Untuk menyuruh mereka tidur tidak terlalu malampun saya tidak pernah berhasil, untuk melarang anak-anak memakan makanan yang tdk sehatpun tidak berhasil. Tetapi jawaban-jawaban saya tentang mengapa saya bervegetarian segera membuat mereka menjauhi daging.
Untuk anak-anak yang agak besar saya jawab dengan logika-logika biasa yang mampu mereka terima. Untuk anak yang kecil ( waktu itu 5 tahun ) yang mungkin akan segera sis hadapi. Saya menggunakan perumpamaan binatang piaraan kami seekor anjing bernama Chacha.
Ketika anak yang kecil bertanya kenapa sebaiknya kita tidak makan daging, toh bukan kita yang membunuhnya. Saya jawab : ” Kalau chacha di bunuh dan di masak orang mau tidak kamu memakannya” dia menggelengkan kepala. Kemudian saya jelaskan : Begitu juga binatang lain, kalau kita mengenalnya mereka akan menjadi teman kita spt Chacha. Jadi bukan berati kita boleh memakannya hanya karena kita tdk mengenalnya. Meski begitu pertanyaan-pertanyaan akan tetap ada, suatu kali anak saya komplain karena saya dianggap terlalu ekstrim, masa tercampur/ tersentuh daging sedikit aja tdk mau. Kemudian saya jawab :” Kalau kamu tidak mau makan chacha, kuah chacha mau tidak?”. Segera dia mengerti dan tidak bertanya lagi. Tapi intinya sis, pada saatnya pasti muncul jawaban yang baik.
Ajaran Master (Guru Spiritual) membuat saya mampu mengatasi pertanyaan dan masalah anak-anak dengan lebih baik. Seperti ketika mereka bertanya tentang kenapa kita tidak boleh menggunakan narkoba. Biasa saya jawab dengan jawaban dari segi kesehatan dan psikologi dan pasti berlanjut dengan argumen-argumen anak-anak. Kemudian saya menemukan jawaban dari Master dan saya sampaikan ke anak-anak. Intinya bahwa orang mengira membunuh badan jasmani dengan bunuh diri adalah yang terburuk, tapi ada lagi yang lebih buruk, ketika kita merusak dan membunuh badan rohani kita, yaitu dengan jalan mabuk-mabukan, narkoba dsb. Alhasil mereka mengerti, tidak berdebat dan bertanya lagi. Semoga menjadi masukan buat Sister
Dari Ibu Evie Gunawan – SURABAYA
Mit si triplet and adiknya, sebelum mereka mengerti bahasa lisan, aku mulai ajari untuk tidak memukul semut yang lagi berjalan membarengi mereka memberangkang. Saat mereka mulai berbicara mengerti bahasa lisan ku, aku cerita (karang sendiri) tentang ayam yang menyayangi telurnya dan menunggunya sampai menetas dll, sampai dihidangkan di atas meja makan manusia, nah… mereka komentar hi…., kasian dong ma. Jadi aku berusaha untuk menjadikan mereka vegetarian karena rasa kasihan terhadap hewan-hewan tersebut.
Dari Bapak Haryanto – PURBALINGGA
Maaf saya Haryanto, Purbalingga. Kalau menurut saya mendingan anak anak di ajari untuk mengerti melalui pengalaman,ajaklah anak anda ketempat pemotongan hewan,supaya anak kita merasa kasihan akibat perilaku kekejaman manusia. Kemudian anak diajak kesawah suruh mengamati sapi/kerbau betapa kasihannya Saudara kita itu diperas tenaganya hanya untuk kesejahteraan manusia.laku ajak lagi anak kita mengamati perilaku ayam, betapa kasihannya ayam tersebut dikurung ditempat yang sangat kecil, tidak boleh bergerak,di suntik dengan hormon esterogen agar mereka cepat besar sehingga bisa cepat di santap oleh manusia. Dengan pengalaman tersebut anak akan merasa kasihan untuk menyakiti mereka apalagi memakannya. Semua kita jelas kan ke anak,kalau guru menghendaki pasti anak akan mengerti secara alamiah tanpa adanya paksaan.Karena pengalaman adalah guru yang terbaik. terima kasih. Praktek inipun telah saya lakukan pada anak saya sehingga dia dengan sadar mengeti sebenarnya hewan adalah mahluk yang perlu kita kasihi juga.
Ibu Rosida Harimukti – MALANG
My dear Sister Mitha,
Aku bilang ke Damar bahwa semua binantang adalah teman kita,mereka diciptakan untuk membantu manusia. Contohnya sapi membantu pak tani membajak sawah, kuda membantu pak kusir menarik delman, cacing pintar menyuburkan tanah,(lebih baik lagi bila anak kita tujukkan gambar-gambar yang mendukung). Jadi kita harus menyayangi mereka, tidak membunuh dan memakan mereka. Semoga bermanfaat.
Saya berterimakasih atas perhatian mereka, teman-teman saya yang begitu besar dan concern terhadap perkembangan anak-anak, saya mohon masukan, kritikan dan tanggapan bilamana ada yang kurang dari pembaca yang budiman, terimakasih. Mari hidup vegetarian sejak dini.