Sejumlah penelitian mengatakan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat membuat berbagai kerusakan, seperti : kerusakan otak, anemia, cepat lupa, tidak bergairah, kekebalan tubuh berkurang dan masih banyak lagi. Banyak dokter dan ahli gizi yang terus menerus menggarisbawahi betapa penting B12 bagi manusia sehingga bila orang melakukan diet vegan dia harus minum suplemen atau mencari makanan yang mengandung vitamin B12 untuk menjaga kesehatan tubuh dan otaknya. Mereka melihat sejumlah pasien vegan mereka yang kekurangan vitamin B12 dan lalu menyimpulkan bahwa para vegan cenderung kekurangan vitamin B12. Mungkin mereka memang datang ke dokter dalam kondisi sakit dan sakit itulah yang membuat mereka mengubah cara hidup mereka.
Sebagian besar dari mereka berharap mereka akan menjadi lebih sehat jika mereka mulai mengubah cara hidup mereka. Satu atau dua orang yang vegan mungkin nampak sedikit kekurangan vitamin B12, tapi tidaklah berarti bahwa itu berlaku untuk semua penganut vegan ketat sekarang dan pada yang akan datang.Semua vitamin B12 di dunia berasal dari bakteri. Baik tumbuhan maupun hewan ataupun manusia dapat memproduksinya dengan bakteri yang ada di dalamnya. Tumbuhan dapat terkontaminasi B12 ketika mereka berhubungan dengan bakteri tanah yang memproduksinya. Daging hewan memamahbiak kaya akan B12 hanya jika hewan itu makan makanan yang terkontaminasi atau bakteri itu hidup di usus hewan tersebut memproduksinya.
Tetapi sejumlah ahli gizi juga mengatakan bahwa hanya ada sangat sedikit tumbuhan yang merupakan sumber B12 yang baik dan bisa mencukupi kebutuhan manusia akan vitamin B12. Atau, mereka juga mengatakan bahwa vitamin B12 tetap ada bila tanaman itu tidak dicuci bersih bila akan dikonsumsi. Atau bahkan karena mereka mereka mengira bahwa B12 hanya diproduksi di usus besar, dan tidak terdapat di usus halus, padahal penyerapan tertinggi terjadi di usus halus., mereka mengejek dan mengatakan, “Akankah kita makan kotoran kita sendiri?”
Pada manusia, vitamin B12 tidak harus berasal dari tanaman atau hewan.. Mulut, usus bagian atas, usus bagian bawah semuanya mengandung bakteri yang menghasilkan B12. Kenyataan ini dibuat karena Albert MU mengamati bahwa banyak para vegan yang sehat tanpa terlalu peduli dengan vitamin B12 (Albert MJ, Mathan VI, Baker SJ. Vitamin B12 synthesis by human small intestinal bacteria. Nature. 1980;283(Feb 21):781-2.)
Kita harus menghentikan propaganda yang membuat orang takut menjadi vegan. Kita tahu bahwa pola makan bijian, kacang dan sayuran merupakan pola makan yang seyogyanya kita lakukan dalam hidup ini. Kita akan menjadi berkecukupan nutrisi dan lebih sehat jika kita hanya makan makanan itu. Ada sebuah pemikiran lain. Mengapa Alam hanya memberikan sedikit vitamin B12 dalam makanan? Pasti ada sebuah alasan. Mungkin kita tak memerlukannya begitu banyak atau kita cukup menggantungkannya pada bakteri yang memang ada dalam tubuh kita. Kita ternyata tidak memerlukan sebanyak yang dipikirkan banyak orang, Sesuai dengan sumber-sumber medis, hanya satu mikrogram per hari sudah cukup untuk menyembuhkan penderita pernicious anemia.
Hanya karena beberapa ilmuwan memperhatikan pada kelompok orang-orang konvensional atau para pelaku diet omnivora, lalu mereka menggunakan rata-rata jumlah vitamin B12 di dalam diri orang-orang itu. Mereka tidak bisa mengatakan bahwa jumlah itu harus juga dipunyai bagi orang yang sehat dan para vegan. Seorang dokter ahli, Dr. Shelton, mengatakan bahwa pengukuran rata-rata pada kelompok orang yang sakit tidak punya arti apa-apa. Mengapa kita harus mempedulikan hasil pengamatan atas kadar vitamin B12 pada orang-orang yang makan serampangan, rakus, dan tiap hari makanan yang berasal dari sampah-sampah yang berasal dari tubuh hewan?
(more…)