Anak vegetarian, Ibu siaga gizi
Anak yang menjalankan pola makan vegetarian, adalah anak yang dianugerahi banyak kelebihan. Selain badan mereka lebih sehat, anak vegetarian rata-rata cenderung memiliki tingkat intelegen yang tinggi, baik dari segala bidang. Menjaga keseimbangan gizi dalam menu sehari-hari anak vegetarian, adalah wajib dilakukan bagi orang tua. Beberapa dari pengalaman Ayah dan Ibunda berikut mungkin bisa menginspirasi anda yang saat ini memiliki buah hati yang vegetarian, atau menginginkan anaknya vegetarian.
Ibu Rosida Harimukti, Ibunda Damar Bhaswara Loka ( 5 tahun), Malang
Setiap hari Damar makan tahu tempe, segala jenis sayuran beraneka warna, semakin banyak warnanya, semakin lengkap gizinya dan juga vitamin D. Sayur pare pun, Damar juga doyan. Sama sekali tidak ada masalah kesehatan dengan vegetarian ini, justru Damar menjadi Murid Teladan TK Selaras Cita Malang, dan dalam 1 tahun masa sekolahnya, Damar menjadi pemenang rekor presensi (kehadiran) terbanyak, karena selama 1 tahun hanya 1 kali sakit yaitu 2 hari tidak masuk sekolah.
Ibu Melina Sutanto, Ibunda Mauve Bunar ( 6 tahun), Jakarta
Mauve Bunar ingin belajar menjadi vegetarian seperti sang Bunda. Selain minum susu, Ibu Melina juga menyediakan tempe dan tahu sebagai pengganti daging termasuk sayur-sayuran dan buah – buahan. Menjadi vegetarian, ada perubahan dalam perilaku sehari-hari Mauve Bunar, lebih lembut dan penuh kasih. Hoby menggambarnya membuat Mauve Bunar menyabet Juara 2 lomba mewarnai tingkat kecamatan.
Bapak Mardi Wong, Ayahanda Vidya Mettaputri Wijaya (2 tahun), Jakarta
Vidya menjalani vegetarian sejak dalam kandungan sang Bunda. Dan sebagai seorang ayah, Bapak Mardi Wong memperhatikan menu sehari-hari seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran yang berwarna-warni, contohnya wortel, jagung, sawi dan juga jamur. Vidya selalu ceria dan juga sehat, jarang sekali ada keluhan kesehatan, sehubungan dengan pola makan vegetarian ini.
Bapak Gede Made Wibawa Jati Kusuma, Ayahanda Ni Putu Shyla Gita Widhiani (18 bulan), Bali
Shyla sudah mengenal vegetarian sejak dalam kandungan sang Bunda, oleh sebab itu, sejak umur 6 bulan saat Shyla mulai belajar makan, sang Bunda memberikan bubur susu, bubur sayr, bubur buah, hingga makanan padat seperti nasi, sayur bening, sayur asem, burger king veggie, pizza hut, sayur sop, dan martabak veggie. Saat ini Shyla sudah pandai dalam bernyanyi dan menghitung angka.
Ibu Evie Gunawan, Ibunda kembar tiga Sisca Santoso, Sellie Santoso, Silvie Santoso, Surabaya
Memiliki anak kembar tiga, pasti repotnya bukan main. Tapi karena kesabaran dan keuletannya, Ibunda Evie mampu mengatasi itu semua. Termasuk saat menyajikan makanan setiap hari, sebisa mungkin bervariasi warna sayur dan buah nya, juga jamur, lebih banyak dihidangkan dalam bentuk kuah ketimbang di goreng, selain itu juga jus buah bergantian macamnya setiap hari. Dengan vegetarian, ketiga anak kembar ini membuat lebih mudah memaafkan dan menerima keadaan, tolerannya tinggi. Mereka kritis dalam melihat keadaan sekitar. Walopun teman-temannya menganggap aneh dengan pola makan vegetarian ini, Sellie merupakan mujrid yang berprestasi, ia menjadi juara 2 puisi mandarin di Chung-Chung dan juara 3 di kelas mandarin Chung-Chung Surabaya.
Ibu Susanti Wibowo, Ibunda Meigha Padma (12 tahun), Jakarta
Meigha adalah anak vegetarian berprestasi, selalu mendapat juara kelas, selain itu mendapat juara 3 lomba main piano, juara 1 baca puisi, dan beberapa kali mendapat piala dari tempat les kumon karena dia sudah belajar matematika setingkat SMU , jadi sama sekali tidak ada masalah dengan pola makan vegetarian. Sehari – hari Meigha suka makan nasi goreng sayur buatan mama, dan rajin minum susu kedelai, kalo soto vegetarian Jakarta, adalah salah satu makanan favoritnya.
Ibu Inneke Lohonauman, Ibunda Achyel (18 bulan), Filipina
Tinggal di Filipina, tidak menghalangi Ibu Inne untuk terus menjalani vegetarian bersama sang buah hati. “Saya masak sendiri, kebetulan disini (Filipina) banyak sekali biji-bijian, saya mengolahnya dengan cara mencuci, menjemur dan kemudian saya giling. Biji-bijian yang sudah digiling tersebut saya tambahkan pada setiap makanan Achyel.” Sekarang Achyel sudah bisa menghitung 1 hingga 5.
Bapak Ruslan, Ayahanda Haoriadi Muditawira (3 tahun), Pekanbaru
Haoriadi atau dipanggil Jinhao, satu dari sekian banyak vegetarian yang jarang sakit. Makanan seperti sayur, buah segar, jus buah, nasi dan juga susu kedelai adalah menu makanan sehari-hari yang selalu disajikan sang Bunda. “Vegetarian tidak akan kekurangan gizi jika menunya seimbang, demikian pula juga tidak akan mempengaruhi kecerdasan anak.” jelas Pak Ruslan.
Persiapkan gizi anak anda dengan baik, sebelum memutuskan menjadi vegetarian.

March 29th, 2009 at 1:15 pm
mbak saya marta dari harian surya surabaya. saya bisa minta nomor ponsel bu rosida harimukti dan evie gunawan? saya ingin menulsi pengalaman mereka.thanks.
April 2nd, 2009 at 12:46 pm
Oke, saya japri ya Bu Marta, trims.