Anak saya vegetarian
Awalnya saya tidak tahu apa itu vegetarian, kemudian teman saya menerangkan bahwa itu adalah pilihan untuk tidak memakan segala jenis daging. Pikiran saya betapa tidak mengenakkan meninggalkan ayam goreng, sate kelinci, rendang sapi, gulai kambing, ikan bakar, bakso urat, sosis babi dan sebagainya. Itu semua adalah makanan favorit saya. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah buku dan selebaran mengenai fakta dibalik semua yang saya makan tadi. Wah, saya sungguh tidak meyangka bahwa hewan-hewan yang tidak bersalah itu sangat menderita oleh kepuasaan sesaat perut dan lidah saya. Selain itu, daging yang mengendap dalam tubuh saya sekian tahun ini, adalah awal cikal bakal munculnya banyak penyakit kelak jika saya berusia lanjut (catatan penulis: daging mengandung lemak jenuh/lemak jahat yang susah diserap oleh tubuh, tumpukkannya yang menahun dalam tubuh disebut kolesterol, dan kolesterol bisa menghambat aliran darah, dari sinilah awal munculnya penyakit). Dan yang pasti menderita, keluarga saya juga. Sejak saat itu saya memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsi daging, dan menjadi seorang vegetarian.
Menjadi vegetarian, dilakukan secara bertahap, 1 bulan pertama saya meninggalkan semua daging, perut saya agak aneh, karena saya harus ke belakang setiap hari, selain itu juga sering lemas dan juga pusing. Saat saya bertanya kepada teman yang sudah lama menjalani vegetarian, saya baru tahu bahwa pola makan saya tidak seimbang, karena hanya mengkonsumsi sayuran hijau saja setiap hari. Bulan kedua saya meninggalkan telur dan segala sesuatu produk yang mengandung hewani. Hingga akhirnya saya melewati setiap bulan dengan lancar tanpa merasa bersalah oleh penderitaan hewan. Tadinya menjadi vegetarian didorong rasa kasihan pada hewan, namun tidak disangka ternyata efeknya sangat banyak sekali, kulit saya lebih cerah, pikiran saya lebih positif, dan jarang sekali sakit. Vegetarian adalah pilihan tepat untuk hidup yang sehat.
Saat saya menikah, dan mengandung, saya terus menjalankan vegetarian. Setiap hari yang saya konsumsi adalah nasi, beraneka warna jenis sayuran, bayam, wortel, brokoli, buncis, kacang merah, terong, kacang hijau, roti, mie, jamur, jeruk, pepaya, apel, pisang dan segala jenis buah saya konsumsi. Setiap hari saya membuat jus buah, dan juga minum susu kedelai. Selain itu saya juga mengkonsumsi suplemen dan vitamin yang diberikan oleh dokter kandungan. Minum air putih yang banyak adalah wajib bagi saya, untuk menghindari dehidrasi saat mengandung. Istirahat yang cukup serta setiap minggu mengikuti senam hamil adalah kegiatan saya selama menunggu proses kelahiran.
Dan akhirnya yang ditunggu selama 9 bulan telah tiba, munculnya bayi laki-laki gagah dalam kehidupan keluarga kami begitu menggembirakan. Saya sangat terharu bercampur syukur dikaruniai anak yang begitu tampan dan gagah. Saya akan merawat dan membesarkannya sebaik mungkin. Yang pasti saya pun menginginkan anak saya ikut vegetarian. Hmm tapi apakah mungkin, bayi vegetarian? Bisakah? Saya tidak tahu bagaimana bayi bisa vegetarian? Saya mulai banyak mencari informasi dan juga bertanya kepada semua teman-teman yang sudah berpengalaman dalam membesarkan bayi vegetarian. Melewati 6 bulan pertama masa kehidupan Gungde Krisna, panggilan anak saya, masih lancar-lancar saja, karena semua asupan gizi dan makanan Gungde bersumber dari ASI. Menginjak bulan ke tujuh, Gungde belajar makan bubur saring dan sayuran. Bubur saring adalah bubur nasi yang disaring menggunakan saringan kawat yang lubangnya kecil. Setelah halus sajikan hangat-hangat, lalu diberi garam sedikit saja (dokter tidak menyarankan sih), lalu dicampurkan dengan bubur sayur.
Membuat bubur sayur sangat mudah, semua jenis sayur bisa dibuat bubur. Contoh yang saya berikan pada Gungde adalah bayam, wortel, jagung manis, sawi, brokoli, bunga kol, buncis, kentang dll. Semua sayur saya rebus, kemudian dihaluskan menggunakan blender atau dilumatkan dengan sendok. Setiap hari berbeda-beda jenis sayur yang diberikan agar kebutuhan vitamin dalam sayur terpenuhi, saya juga melengkapinya dengan jus buah yang saya taruh dalam botol dot nya. Gungde sangat doyan sekali dengan sayur dan buah. Untuk bayi dibawah satu tahun, kebutuhan akan akan nutrisinya sangat tergantung dari ASI, sedangkan makanan pendamping ASI, nutirsinya bisa tercukupi dengan konsumsi buah dan sayur beraneka warna. Tahu dan tempe juga dapat diberikan dengan cara direbus hingga matang lalu di lumatkan hinga halus, bisa dicampurkan dengan kaldu sayur sebagai makanan penutup.
Ternyata membesarkan bayi vegetarian, tidaklah terlalu sulit. Bagi saya yang penting tercukupi akan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitaminnya. Semua itu sudah ada di sayur, buah, jamur, tempe, tahu dan sebagainya. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat dan cocok pada perut bayi adalah gula fruktosa, gula ini biasanya terdapat pada semua jenis buah segar, apel, mangga dll, buncis, kacang polong, ASI, pasta, kentang manis, kacang kedelai, sayuran dan biji-bijian. Sedangkan contoh makanan yang mengandung protein adalah susu kedelai, tempe, tahu, kacang kedelai, kacang-kacangan, buncis, mentega kacang, padi-padian, gandum dan hampir semua elemen makanan banyak yang mengandung protein yang cukup baik. Untuk lemak, bisa didapati pada ASI, biji bunga matahari, jagung, minyak kedelai, kenari, alpukat, minyak sayur, mentega kacang (ada baiknya diberikan pada usia 2th keatas). Mineral banyak terdapat pada buah-buahan, kacang, sayuran berhijau daun, dan rumput laut. Sedangkan vitamin, yang pasti banyak didapati pada sayur berwarna warni, segala jenis buah, dan kacang-kacangan. Untuk kebutuhan akan vitamin B12, bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi tempe, lidah buaya dan tanaman hasil laut, sedangkan vitamin D bersumber dari susu kedelai dan paparan sinar matahari pagi.
Sekarang anak saya menginjak usia 2 tahun, menu makanannya sudah bisa seperti makanan orang dewasa. Aneka macam sayur, jamur, tahu, tempe dan juga buah menjadi menu wajib keluarga kami. Dengan pengaturan menu yang beragam setiap harinya, kebutuhan gizi yang seimbangpun bisa terpenuhi dengan baik. Bahan-bahan makanan vegetarian pun tidaklah sulit untuk mendapatkannya. Sehat sejak dini dengan vegetarian bagi anak-anak adalah pilihan yang tepat untuk investasi kesehatan masa depannya kelak. Ajarkan gaya hidup sehat untuk anak, dengan berawal dari meja makan anda.


January 28th, 2009 at 9:36 am
Sepertinya untuk menjadi seorang vegetarian kudu tabah, ya, mbak..
salam kenal
January 28th, 2009 at 12:08 pm
Hallo salam kenal mbak Putri. Vegetarian awalnya mungkin sulit bagi yang baru belajar, tapi itu wajar. Namun setelah menjalaninya dengan tabah seperti kata mbak Putri, pasti bakal kelihatan deh hasilnya antara kita makan daging dan menjadi vegetarian. Saat ini, vegetarian bukan saja menjadi gaya hidup sehat, tapi vegetarian juga jalan paling cepat untuk bisa menghentikan pemanasan global / global warming. Semoga artikel2 dalam blog ini bermanfaat untuk mbak Putri. Terimakasih.
Mitha
January 28th, 2009 at 3:39 pm
Two thumbs up! Pengen banget bisa seperti keluarga mba in…tapi kok suseehhh sekali ya
Daging apapun aku bisa hindari kecuali daging ayam
Klo ikan memang aku ga suka
salam kenal
January 29th, 2009 at 12:06 pm
Dear Bulet,
Salam kenal juga, terimakasih atas dukungannya. Menjadi vegetarian dilakukan secara bertahap, mengurangi satu persatu makanan “favorit” kita, mengenai daging ayam, ada koq daging ayam vegetarian, yang rasanya nggak kalah nikmat dengan ayam sungguhan. Jika ada niat, pasti ada jalan, hehehe, sekarang udahbanyak warung vegetarian bertebaran jadi jangan kuatir bakal susah cari makan. Terimaksih.
January 29th, 2009 at 3:32 pm
anak saya autis,oleh guru terapisnya disarankan agar jadi vegan.Namun anak saya dilarangmakan jamur,bawang,cabe,telur dan gluten atau proteina.saat ini anak saya berumur 4 tahun.Kadang saya bingung memikirkan menunya.Memang sampai saat ini anak saya sehat dan aktif(BAHKAN BOLEH DIBILANG LEBIH SEHAT DIBANDINGKAN DULU WAKTU MASIH MAKAN DAGING).Saya sangat mengharapkan saran dan menu masakan vegan yang tidak mengandung jamur,telur dan bawang
January 30th, 2009 at 3:42 pm
Dear Ibu Yuni Waty, senang berkenalan dengan anda. Anda seorang ibu yang hebat. Mengenai menu anak vegan yang autis saya memang belum pernah posting resep tersebut, tapi akan segera saya usahakan ya Bu. Semoga sang buah hati sehat selalu. Mengenai informasi kebutuhan gizi yang seimbang dengan pantangan2 tersebut, dari teman-teman praktisi kesehatan, ahli gizi dan dokter, akan saya terusan pertanyaan ibu, kepada mereka. Semoga segera ada jawaban yang bisa memuaskan pertanyaan Ibu Yuni. Terimakasih atas pertanyaannya. Keep in touch.
February 5th, 2009 at 7:44 pm
Salam kenal mba Pradnyamitha.
Tadi sy iseng2 search berita ttg bayi vegetarian,
Krn kebetulan sy jg vegetarian,sdh 6bln ini. Awalnya yg sy alami jg sama spt mba Mitha,
Sy jatuh sakit saat 2 bulan pertama berhenti total mengkonsumsi daging.
Bdn sy lemas sekali, dan cepat mengantuk.
Setelah mengetahui gizi yg benar,baru pelan2 mulai pulih, dan sekarang jauh lbh sehat.
1 bln lagi sy akan menikah, dan memang yg mengajarkan sy menjadi vegetarian adlh calon suami sy.
Setelah membaca artikel mba Mitha, sy tidak ragu lagi kelak utk membesarkan dan mengajari bayi saya nanti utk mjd vegetarian.
Terima kasih byk mba Mitha…
Sukses slalu yah
Btw: foto baby Gungde lucu sekali yah…
February 6th, 2009 at 1:02 pm
Haloo Salam kenal juga mbak Lauren,
Wah senang bisa berkenalan dengan mbak, wellcome to the vegan world. Yach, menjadi vege adalah pilihan yan tepat untuk kesehatan, apalagi kelak mbak Lauren menikah dan memiliki anak. Selamat menempuh hidup baru yach….. Jangan sungkan untuk selalu sharing mengenai kesehatan dan vege, saya akan senang hati berdiskusi dengan mba Lauren. Terimakasih.
March 11th, 2009 at 12:54 pm
waduh karena judulnya “anak saya vegetarian” dan saya blm pny anak…hahaha jadi cmn kasih komen mbak…
mw vegan tp susah,hahaha….(sedang proses cmn blm ada yg mendukung)
4 jempol dah bwt semangat bikin org2 vegan dan semangat utk membuat blog…
March 13th, 2009 at 12:58 pm
Terimakasih ya Nyom-nyom yang baik, soal jadi vegetarian itu nggak usah nunggu dukungan dari org lain, motivasi dlm diri aja dulu yg kuat. Dulu saya juga sendirian dalam rumah yg menjalani vege (sebelum nikah), dan syukurlah tanpa hambatan yg berarti. Saya yakin Nyom2 pasti bisa, ayo vege go vege hehehe…..
June 9th, 2010 at 11:30 am
halo senang sekali bisa baca artikelnya.., saya pernah vegetarian selama 2 tahun lalu stop setelah hamil karena banyak yang nakut-nakuti janin saya akan kekurangan gizi jika tidak makan daging dan ikan. skrg anak saya sudah 15 bulan, syukurnya lahir dan tumbuh dengan sehat. nah sebulan yang lalu saya putuskan untuk vegetarian kembali karena setiap saya selesai mengkonsumsi daging ada perasaan bersalah yang menyelinap di hati, duh!. sejak 4 tahun yang lalu saya tinggal didaerah pedalaman sumatera karena tugas negara, walau sulit untuk mendapatkan brokoli, jamur, dan susu kedelai saya tetap berusaha untuk vegetarian. suami malah sudah 5 tahun jd vegetarian. anak kami juga akan kami latih untuk jadi vegetarian lewat kasih kepada binatang dan cerita/dongeng pengantar tidur. Btw memang saya akui Bu jika menjadi vegetarian pikiran kita jauh lebih positif, emosi lebih stabil dan badan jadi lebih kebal dari penyakit. Go vegetarian go!
June 30th, 2010 at 12:10 pm
haii,..boleh minta resep buat bubur dan makanan lain gak buat anak ku yg baru menginjak 6blan,..masalah nya aq bingung mau masaknya gmana??thx
July 13th, 2010 at 8:25 am
Hiii,..salam kenal,….
boleh minta resep buat bubur atau makanan apa gk buat anak 6bulan,..
masalahnya bingung mau masak nya gmana???
xie-xie,…. ^^
November 10th, 2010 at 9:44 am
saya baru buka web ini,tambah tertarik aja, banyak yg di bahas & memberi peluang lebar untuk orang vegetarian. saya udah 4 th an vegetarian, banyak orang yang kritik muda kok vegetarian ,bilang gak ada gizinya dan tenaga. baru ini kenal dg cowok ya gitu. tapi aku tetep yakin untuk vegetarian
apa roomboter yang biasa d buat untuk kue kering tdk boleh untuk vegetarian?
keju apa yang cocok untuk org vegetarian?
kalo mustrad/monster yg berwarna kuning itu apa ada yg untuk vegetarian?cara masaknya gimana?
November 17th, 2012 at 9:37 pm
ganteng sekali anaknya mbakkk… aduhh kalo aku nikah nanti pingin banget punya anak kayak gungde… pingin banget cubit pipi anakny mbakk.. cubitin yahhh… gemas sekali aku!! hahaha…