Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Anak vegetarian lebih sehat dan cerdas

April 07, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

Ini adalah kisah dari Ibunda Rai Aryawati, di Denpasar – Bali,  dalam membesarkan kedua buah hatinya Ananda dan Gowinda yang menjalani pola makan vegetarian.

“Anak Pertama saya, ANANDA 9 tahun, vegetarian mulai umur 3 tahun, dia sangat beda dengan teman-temannya disamping jarang sakit prestasi akademiknya juga bagus dia selalu dapat JUARA Kelas dan beberapa perlombaan yang diikuti. Anak Kedua saya, GOWINDA 3 tahun, vegetarian dari dalam kandungan, dari bayi sangat jarang sakit, daya tahan tubuhnya sangat kuat dibanding dengan anak tetanga saya yang lahirnya selisih 9 hari, saya perhatikan bayi non vegetarian tersebut sangat rentan sakit setiap ada perubahan cuaca kalau tidak panas, batuk pilek,dll. Syukur anak saya jarang mengalaminya. “GOWINDA” sudah tumbuh gigi pada usia 5 bulan, bicara sudah mulai bagus pada usia 10 bulan dan bisa jalan pada usia 12 bulan. Dia sangat energik, cerdas dan kritis!!” Kata Ibu Rai.

Wach jadi penasaran, sehebat apa sih dengan vegetarian bisa membuat kedua anak ini berprestasi? Mari kita simak, bernama lengkap Ananda Sri Parthiswari yang lahir di Gianyar, 25 April 2000, sekarang sudah mengkoleksi beberapa deretan prestasi seperti menjadi Juara II dari kelas I s/d sekarang, Juara II Lomba mewarnai kelas TK B, Juara I Lomba Menggambar kelas II, mengisi acara Baca Puisi di Radio kelas TK A, dan menjadi nominasi lomba tari Bali kelas TK B. Nah kan banyak banget, emangnya nggak pernah capek atau sakit ya ikut lomba sana sini? “Tidak pernah ada masalah dengan kesehatan mereka, masalah daya tahan tubuhnya lebih kuat daripada anak non vege” jelas Ibu Rai. Bunda Rai melanjutkan, fisik mereka tumbuh dengan baik, rambut & kulitnya tampak lebih lembut. Ananda nampak segar dan montok, perkembangannya lebih cepat, lebih cerdas, punya rasa kasihan dan yang jelas lebih sehat. Untuk si adik sang jagoan, bernama lengkap Gowinda Sri Parthiwasa, lahir di Denpasar, 23 Nopember 2005. Sangat doyan dengan nasi goreng oriental vegan, tempe tepung dan soto vegan. Sudah menjalani pola makan vegetarian sejak dalam kandungan, Gowinda yang sekarang berumur 3 tahun ini sudah pandai menyanyi, main komputer dan alat-alat elektronik, sudah bisa membuka/mematikan komputer, mencari file atau game yang dia inginkan.

Karena sudah terbiasa dengan makanan yang penuh kasih, kadang – kadang secara tidak sadar setiap melihat rumah makan non vegetarian mereka selalu bilang itu tempat makan jorok ya ma. Mugkin karena hati mereka yang penuh welas kasih, jadi mengungkapkannya begitu polos, kata Ibu Rai sembari tersenyum. Lho emang nggak ada ya keinginan untuk icip-icip daging? Tidak pernah, malah pada suatu hari Ananda di kasi makan Snack ama tetangga waktu umur 3 tahun mungkin mengandung unsur hewani, langsung muntah-muntah, kalau Gowinda langsung buang-buang air karena tubuh mereka sangat peka terhadap makanan yang non veg. Wah wah, biar mulut tak bicara, ternyata tubuh kita pun bisa berontak lho. Oleh sebab itu, Ibu Rai selalu siap siaga untuk membawa bekal jajanan pasar, kacang hijau, buah, rumput laut, dan minuman setiap kali mengajak kedua buah hatinya ini jalan-jalan.

Ibunda Rai koq yakin banget sih anaknya ikutan vegetarian? “Secara pribadi saya mengenal diet vegetarian waktu kuliah tapi tidak ketat, lalu menjalani diet vegetarian secara ketat sejak mengenal ajaran Guru saya (Supreme Master Ching Hai, red) akhir tahun 2002. Awalnya pada waktu jadi anak sekolahan saya jalani semata-mata karena alasan kesehatan saja. Sejak mengikuti ajaran spiritual menerapkan pola vegetarian karena alasan hukum karma “AHIMSA”  dan lebih mantap lagi setelah mengikuti ajaran Guru. Syukurnya semua keluarga sangat mendukung, malah sekarang sebagian besar dari keluarga kami sudah vegetarian. Mereka doyan banget jika saya masakin plecing kangkung, soto vegan, rawon vegan, lawar vegan. Agar terpenuhi gizi anak supaya tetap seimbang menu kami sehari-hari : ada nasi, sayur-sayuran, kacang-kacangan, tahu tempe, buah-buahan, banyak minum air putih, susu kedelai. Kebetulan saat mengandung GOWINDA saya menjalani diet Vegetarian, menu makannya sama seperti biasa : Nasi, Kentang,Tahu tempe, Kacang-kacangan, Sayur-sayuran, buah-buahan, Taoge dan bubur kacang hijau ditambah suplemen non hewani dari dokter dan DOA.

“Anak vegetarian jauh lebih sehat dari anak non vegetarian, saya sudah membuktikannya sendiri, kami termasuk keluarga yang paling jarang mengunjungi dokter. Saya sangat berharap agar para orang tua mulai peduli terhadap perkembangan anak-anaknya, dan menyadari bahwa makanan vegetarian jauh lebih sehat dan lebih mulia, sehingga kelak kita mendapatkan generasi sehat, cerdas dan penuh kasih.” Setuju banget Bunda Rai, jangan ragu untuk vegetarian, ayo kenalkan sayur, buah dan kacang sejak dini. Ananda dan Gowinda adalah bukti, bahwa anak vegetarian lebih sehat dan cerdas.

Cheryl dan Faustine, kompak vegetarian

February 17, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

Ini dia kakak adik yang kompak vegetarian, Cheryl Adrianna Tansir (4 tahun) dan Faustine Xaveria Tansir (2 tahun). Melihat tingkah laku kedua kakak beradik ini siapapun pasti gemas dibuatnya. Wajah mereka yang cantik berseri serta tingkah lakunya yang aktif tidak bisa diam, tak heran jika membuat sang Bunda Lucia Yulia kewalahan menanganinya. Kegemarannya nonton kartun bareng saat waktu senggang membuat semua anggota keluarga kompak, termasuk soal vegetarian.

Sebagai seorang ayah, Bapak Ardin Tansir menginginkan anaknya mengikuti pola makan vegetarian yang sudah lama dijalankannya. “Kami percaya vegetarian baik untuk anak-anak, dan ini cara yang tepat untuk hidup sehat” begitu penjelasan Pak Ardian. “Yang penting cukup seimbang variasi menu makanannya, saya biasa menyajikan sayur brokoli, wortel, kacang merah dan kacang hijau. Buah-buahan yg banyak, seperti jeruk, strawberry, apel, pepaya dan yg pasti susunya. Kami menggunakan susu kedelai / susu soya, dan kebetulan anak kami sangat doyan makan, jadi kami tidak kuatir akan asupan gizinya” kata Ibu Lucia.

Sang kakak, Cheryl memilki sifat yang welas asih dan sangat kritis dengan lingkungan sekitarnya. Contohnya Cheryl yang tidak menginginkan kebersamaan Ayahandanya terlalu singkat dirumah, “Cheryl sekarang dia udah bisa mengatur kerjaan saya dan menasehati saya dan bisa ngomelin saya kenapa saya kerja terus, saya kasih tau buat cari uang supaya bisa bayar uang sekolah Cheryl, si Cheryl langung jawab, yah udah saya nggak mau sekolah, supaya papi nggak usah cari uang lagi dan bisa nemeni Cheryl terus, itu jawaban yg sangat menyentuh hati saya. Sedangkan Faustine lain lagi, Faustine selalu suka menyapa orang dan say goodbye dengan gayanya dan suaranya yang lucu” cerita Pak Ardian mengenai kedua buah hatinya.

Kedua putri cantik ini sangat doyan makan pizza, apalagi Cheryl yang sekarang duduk di TK B ini, paling senang makan di resto Hachi-hachi, berbeda dengan si kecil Faustine, apa aja doyan asalkan ditaburi keju. Kami tidak kuatir dengan vegetarian akan mengurangi gizi anak-anak, justru mereka sangat sehat, aktif dan pintar, asalkan seimbang kebutuhan protein dan lain-lain, itu semua bisa terpenuhi dari sayuran, buah-buahan dan juga kacang-kacangan. Jadi jika ada orang tua yang menginginkan anaknya vegetarian, itu adalah pilihan yang tepat, karena vegetarian sangat baik untuk kesehatan mereka kelak. Bapak Ardin yang bertempat tinggal di Surabaya ini berharap kelak putri-putrinya akan menjadi orang yang mengerti akan budi perketi, bijaksana, dan bisa mengisi kerohaniaanya agar menjadi tercerahkan.

Anak vegetarian, Ibu siaga gizi

January 25, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Kesehatan, Profile

Anak yang menjalankan pola makan vegetarian, adalah anak yang dianugerahi banyak kelebihan. Selain badan mereka lebih sehat, anak vegetarian rata-rata cenderung memiliki tingkat intelegen yang tinggi, baik dari segala bidang. Menjaga keseimbangan gizi dalam menu sehari-hari anak vegetarian, adalah wajib dilakukan bagi orang tua. Beberapa dari pengalaman Ayah dan Ibunda berikut mungkin bisa menginspirasi anda yang saat ini memiliki buah hati yang vegetarian, atau menginginkan anaknya vegetarian.

Ibu Rosida Harimukti, Ibunda Damar Bhaswara Loka ( 5 tahun), Malang

Setiap hari Damar makan tahu tempe, segala jenis sayuran beraneka warna, semakin banyak warnanya, semakin lengkap gizinya dan juga vitamin D. Sayur pare pun, Damar juga doyan. Sama sekali tidak ada masalah kesehatan dengan vegetarian ini, justru Damar menjadi Murid Teladan TK Selaras Cita Malang, dan dalam 1 tahun masa sekolahnya, Damar menjadi pemenang rekor presensi (kehadiran) terbanyak, karena selama 1 tahun hanya 1 kali sakit yaitu 2 hari tidak masuk sekolah.

 

Ibu Melina Sutanto, Ibunda Mauve Bunar ( 6 tahun), Jakarta

Mauve Bunar ingin belajar menjadi vegetarian seperti sang Bunda. Selain minum susu, Ibu Melina juga menyediakan tempe dan tahu sebagai pengganti daging termasuk sayur-sayuran dan buah – buahan. Menjadi vegetarian, ada perubahan dalam perilaku sehari-hari Mauve Bunar, lebih lembut dan penuh kasih. Hoby menggambarnya membuat Mauve Bunar menyabet Juara 2 lomba mewarnai tingkat kecamatan.

 

Bapak Mardi Wong, Ayahanda Vidya Mettaputri Wijaya (2 tahun), Jakarta

Vidya menjalani vegetarian sejak dalam kandungan sang Bunda. Dan sebagai seorang ayah, Bapak Mardi Wong memperhatikan menu sehari-hari seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran yang berwarna-warni, contohnya wortel, jagung, sawi dan juga jamur. Vidya selalu ceria dan juga sehat, jarang sekali ada keluhan kesehatan, sehubungan dengan pola makan vegetarian ini.

 

Bapak Gede Made Wibawa Jati Kusuma, Ayahanda Ni Putu Shyla Gita Widhiani (18 bulan), Bali

Shyla sudah mengenal vegetarian sejak dalam kandungan sang Bunda, oleh sebab itu, sejak umur 6 bulan saat Shyla mulai belajar makan, sang Bunda memberikan bubur susu, bubur sayr, bubur buah, hingga makanan padat seperti nasi, sayur bening, sayur asem, burger king veggie, pizza hut, sayur sop, dan martabak veggie. Saat ini Shyla sudah pandai dalam bernyanyi dan menghitung angka.

 

 

Ibu Evie Gunawan, Ibunda kembar tiga Sisca Santoso, Sellie Santoso, Silvie Santoso, Surabaya

Memiliki anak kembar tiga, pasti repotnya bukan main. Tapi karena kesabaran dan keuletannya, Ibunda Evie mampu mengatasi itu semua. Termasuk saat menyajikan makanan setiap hari, sebisa mungkin bervariasi warna sayur dan buah nya, juga jamur, lebih banyak dihidangkan dalam bentuk kuah ketimbang di goreng, selain itu juga jus buah bergantian macamnya setiap hari. Dengan vegetarian, ketiga anak kembar ini membuat lebih mudah memaafkan dan menerima keadaan, tolerannya tinggi. Mereka kritis dalam melihat keadaan sekitar. Walopun teman-temannya menganggap aneh dengan pola makan vegetarian ini, Sellie merupakan mujrid yang berprestasi, ia menjadi juara 2 puisi mandarin di Chung-Chung dan juara 3 di kelas mandarin Chung-Chung Surabaya.

 

Ibu Susanti Wibowo, Ibunda Meigha Padma (12 tahun), Jakarta

Meigha adalah anak vegetarian berprestasi, selalu mendapat juara kelas, selain itu mendapat juara 3 lomba main piano, juara 1 baca puisi, dan beberapa kali mendapat piala dari tempat les kumon karena dia sudah belajar matematika setingkat SMU , jadi sama sekali tidak ada masalah dengan pola makan vegetarian. Sehari – hari Meigha suka makan nasi goreng sayur buatan mama, dan rajin minum susu kedelai, kalo soto vegetarian Jakarta, adalah salah satu makanan favoritnya.

 

Ibu Inneke Lohonauman, Ibunda Achyel (18 bulan), Filipina

achyel bermainTinggal di Filipina, tidak menghalangi Ibu Inne untuk terus menjalani vegetarian bersama sang buah hati. “Saya masak sendiri, kebetulan disini (Filipina) banyak sekali biji-bijian, saya mengolahnya dengan cara mencuci, menjemur dan kemudian saya giling. Biji-bijian yang sudah digiling tersebut saya tambahkan pada setiap makanan Achyel.” Sekarang Achyel sudah bisa menghitung 1 hingga 5.

 

Bapak Ruslan, Ayahanda Haoriadi Muditawira (3 tahun), Pekanbaru

Jinhao anak VegetarianHaoriadi atau dipanggil Jinhao, satu dari sekian banyak vegetarian yang jarang sakit. Makanan seperti sayur, buah segar, jus buah, nasi dan juga susu kedelai adalah menu makanan sehari-hari yang selalu disajikan sang Bunda. “Vegetarian tidak akan kekurangan gizi jika menunya seimbang, demikian pula juga tidak akan mempengaruhi kecerdasan anak.” jelas Pak Ruslan.

 

Persiapkan gizi anak anda dengan baik, sebelum memutuskan menjadi vegetarian.

Drs. Susianto, MKM, seminar vegetarian hingga luar negeri

January 14, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Profile, Uncategorized

Bagi Ibunda yang menginginkan anaknya sehat sejak dini dengan vegetarian, maka wajib untuk mengetahui banyak hal menyangkut menu, kesehatan dan juga kandungan gizi dalam menu makanan sehari-hari yang disajikan untuk sang buah hati. Drs. Susianto, MKM telah berbagi pengetahuan mengenai hal ini, beliau adalah seorang ahli gizi yang saat ini sedang menempuh gelar S3 nya di FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) – UI. Sebagai pembicara seminar, yang sudah melalang buana hingga 46 kota IVS cabang se – Indonesia dan juga luar negeri seperti Singapore, Malaysia, Taiwan, India, Australia dan Jerman, Bapak dari seorang putri, Shanti Paramitha dari istri Lily Setiawinata, ini tak lelah terus memberikan pengetahuannya tentang vegetarian. Hoby nya yang suka menulis, membaca dan ketawa ini, membuat Bapak Susianto dipercaya menjadi Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society (IVS), Sekjen Asian Vegetarian Union (AVU) dan Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pasific.

Namun disela kesibukan yang super padat didalam organisasi, Bapak Susianto yang doyan banget makan gado – gado dan ketropak, masih memiliki pekerjaan utamanya sebagai Konsultan PerkinElmer Indonesia. Mendengarkan lagu lama, adalah salah satu kegemaran Bapak kelahiran Riau ini, mungkin dengan iringan musik inilah beliau bersama dr. Hendry Widjaja dan Helda J. Mailoa, terinspirasi membuat buku “Diet Enak Ala Vegetarian” yang diterbitkan tahun 2007 lalu. Bertempat tinggal di Taman Palem Lestari, Jakarta Barat, Bapak Susianto yang telah menjalani vegetarian sejak tahun 1988 ini, telah membagikan pengalaman dan membuka wawasan kita dalam penelitiannya mengenai “Status gizi balita vegetarian dan non vegetarian.” Selain itu masih banyak lagi wawasan yang telah dibagikan pada kita, tentang “apa yang perlu kita ketahui tentang bayi dan anak vegetarian”, lihat selengkapnya pada artikel berikutnya.

Jinhao, jarang sakit karena vegetarian

December 16, 2008 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

Jinhao anak Vegetarian
Haoriadi Muditawira adalah anak vegetarian yang kuat, sehat, ceria dan bersemangat. Senyumnya yang selalu mengembang setiap hari, mencerminkan sifatnya yang lembut dan ramah. Jinhao begitu panggilan kesayangan putra dari pasangan Bapak Ruslan, SE dan Ibu Rida Jelita SH, MH, sudah mengikuti pola makan vegetarian sejak dalam kandungan sang Ibunda. “ Saya memberikan Jinhao ASI hingga umur 3 tahun, dan saat mulai belajar makan, saya masakan nasi lembek “ begitu kata Ibu Rida. Jinhao yang sekarang berumur 5 tahun, tumbuh dan berkembang layaknya anak-anak lain, “Karena vegetarian, sifat Jinhao jadi lebih lembut, tidak brutal, dan lebih tanggap akan lingkungannya dengan cepat “ jelas Pak Ruslan.

Pola makan vegetarian yang dijalankan oleh Bapak Ruslan dan Ibu Rida sejak tahun 1995 ini, awalnya kurangjing hao birthday mendapat dukungan dari keluarga besarnya, namun seiring dengan waktu, melihat perkembangan dan pertumbuhan Jinhao yang bagus, akhirnya keluarga mendukung. Jinhao lahir pada tanggal 30 Maret 2003 di Pekanbaru, dan sekarang menjadi siswa di Montessory School, duduk di kelas TK B. Jinhao merupakan murid yang sangat menyenangkan, sifatnya yang ceria membuatnya memiliki banyak teman, terbukti saat merayakan ulang tahunnya yang ke 5, banyak temannya yang hadir ikut mendoakan.

Bagaimana dengan kesehatannya Jinhao menjalani vegetarian ini ya? “ Sama sekali nggak ada masalah, malah jauh lebih sehat jika dibanding teman-temannya yang non vegetarian dan Jinhao juga jarang sakit. Kita hanya ke dokter saat Jinhao bayi untuk imunisasi, setelah itu jarang ke dokter, jika demam hanya minum vitamin dan istirahat beberapa hari saja” jelas Bapak Ruslan. Jinhao yang sekarang pandai mengeja huruf-huruf ini, paling suka bermain game di depan komputer, selain itu jika berkumpul bersama Sang Bunda dan Ayanda, Jinhao suka memainkan kardus – kardus bekas untuk dikreasikan menjadi robot.

Jinhao and dadJinhao sangat menyukai nasi goreng buatan mamanya, “Saya berusaha memberikan menu yang seimbang untuk Jinhao, seperti sayur, nasi, susu kedelai dan juga jus buah. Selain itu saya juga suka membuat sayur lalapan dan sambal belacan sebagai menu fafvorit keluarga” terang Ibu Rida. Disela kesibukkannya mengelola restoran vegetarian di Pekanbaru dan juga mengelola website www.ayovege.com , Pak Ruslan menyakinkan bahwa vegetarian baik untuk anak-anak, “Vegetarian tidak akan kekurangan gizi jika menunya seimbang, demikian pula juga tidak akan mempengaruhi kecerdasan anak.” Wach setuju sekali Pak, ayo vege, ayo sehat sejak dini.


Switch to our mobile site