Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Fira Basuki Mencoba Total Bervegetarian

October 27, 2009 By: Pradnyamita Category: Profile

Penulis buku yang juga Pemimpin Redaksi majalah Cosmopilotan Indonesia, Fira Basuki, sudah hampir tiga tahun ini mencoba bervegetarian walau belum total .

“Hanya telur dan ikan yang saya masih kadang-kadang menyantapnya. Tapi sudah amat sangat jarang. Ke depan, saya akan coba menuju menjadi vegan, karena saya tahu manfaatnya,” ujarnya, seusai menjadi pembicara talkshow dalam rangka Festival kasih Bumi di Yogyakarta, Selasa (27/10).

Pelan-pelan Fira mau bervegetarian total. Mengapa? Banyak sekali alasannya, mulai dari kesehatan, industri peternakan yang menyumbang laju pemanasan global dan merusak lingkungan, hingga alasan tidak tega melihat hewan disembelih.

“Sepelan dan sehalus apapun menyembelihnya, hewan akan kesakitan. Saat melihat hewan disembelih, saya nggak tahan. Saya ingat, tiga tahun lalu saya melihat sapi disembelih, sapi itu menangis,” ujarnya.

Ia lalu bertanya ke penjagal sapi tentang hal itu. Si penjagal mengiyakan. “Kata si penjagal itu, sapi memang menangis jika hendak dan saat disembelih. Tapi tidak tahu menangisnya itu karena kesakitan atau memang begitu ciri sapi jika hendak disembelih,” ujarnya.

Begitu tahu seperti itu, air mata Fira langsung menetes saat melihat sapi disembelih. “Itu adalah suara hati. Suara hati harus diikuti,” katanya. Sejak saat itu ia tak makan daging sapi, juga selanjutnya tak menyantap semua daging hewan darat.

Apa ia merasa lemas? “Sebulan pertama, saya merasa agak lemas. Tapi saya tahu itu cuma karena tubuh saya sudah ketagihan daging, sama dengan fenomena ketika orang coba berhenti merokok, terasa agak tidak bertenaga kan? Setelah sebulan saya nggak makan daging, tubuh saya menjadi lebih segar kok, enteng rasanya. Selain itu, nggak mudah sakit. Menjadi vegetarian, justru tubuh akan lebih bertenaga,” ujarnya. Referensi

Tags:

Yogindra, cinta binatang sejak dini

April 28, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

Sejak memutuskan untuk vegetarian 6 tahun yang lalu, ibu Ayu pun juga menerapkan hal yang sama kepada Putu Yogindra Pratistha Sai Caitanya anak semata wayangnya. Yogindra begitu panggilan kesayangan sang bunda lahir pada tanggal 17 mei 2008, sekarang sudah menginjak umur 1 tahun. Vegetarian sejak dalam kandungan membuat Yogindra sangat peka terhadap berbagai jenis makanan yang mengandung daging, “ oleh karena itu saya buatkan jus buah dan biskuit khusus yang tidak mengandung hewani” kata ibu Ayu.

Yogindra menunjukkan balita yang sangat sehat, “ketahanan fisiknya diluar dugaan kami, pernah suatu saat kami mudik dari jakarta ke bali menggunakan bis, pulang pergi, kami berusaha membuat perjalana n senyaman mungkin karena Yogindra masih kecil, dan kami bersyukur, Yogindra tidak mengalami kelelahan fisik sama sekali, masih tetap ceria dan bersemangat, beda dengan kami yang meriang-meriang dan cape badan” terang Ibu Ayu. Sebagai ibu muda yang super sibuk beraktivitas diluar rumah, ibu Ayu mempercayakan pengasuhan putranya kepada sang nenek, karena hampir seluruh keluarga vegetarian, maka tidak sulit bagi ibu Ayu untuk mengatur menu sehari-hari Yogindra. Kita pintar-pintar mix n match kan sayur-sayuran dan buah-buahan juga minum vitamin untuk menjaga keseimbangan gizi anak. Saya percaya dengan vegetarian, Yogindra akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, ini terbukti hampir jarang banget kita kedokter untuk keluhan sakit. Saya juga percaya dengan vegetarianpun anak-anak bisa tumbuh menjadi anak pintar, tentu saja sesuai dengan tahapan umur mereka. Saat ini Yogindra sudah pandai belajar jalan dan meniru apa yang dilihatnya, seperti belajar nyisir, belajar bicara, suka meniru gaya kita menerima telpon dan sebagainya. Kondisi fisiknya juga bagus, tidak gemuk, tidak kurus melainkan padat berisi.

Vegetarian pada bayi dan anak, bagaimana menurut ibu Ayu? Mereka jauh lebih sehat dari anak yang non vege, mereka juga pintar, dengan bervegetarian, anak bisa mempunyai perasaan yang welas asih ke semua makhluk, memahami bahwa semua makhluk itu saudara kita yang harus dikasihi, juga mengenalkan bahwa tanpa makan daging, tubuh kita pun jauh lebih sehat dan tentu saja bergizi. Yogindra juga sangat mencintai binatang, ini terlihat saat ada kucing liar yang selalu lewat depan rumah, dia membagikan biskuit yang ditangannya. Rasa welas asihnya sudah tampak melalui gerak geriknya. Yuups, benar sekali bu Ayu, dan Yogindra ini salah satu bukti bahwa bayi vegetarian itu tahan banting alias jarang sakit plus memiliki rasa welas asih yang tinggi.

Interview with Mom : Evie Gunawan

October 28, 2008 By: Pradnyamita Category: Profile

Ibu Evie Gunawan adalah seorang ibu muda yang dikaruniai empat putri cantik Sisca Santoso, Sellie Santoso, Silvie Santoso dan Shinta Santoso. Keempat buah hatinya ini sudah memulai vegetarian sejak dalam kandungan, tak heran jika hingga sekarang mereka masih menjalaninya dengan suka cita. Bagaimana kehidupan sehari-hari Ibu Evie dalam mengasuh dan merawat si kembar tiga bersama si bungsu, simak petikan wawancara berikut ini:

T  : Hallo Ibu Evie, apa kabar? Bagaimana kabar si kembar dan si bungsu?
J  :  Baik, mereka sehat semua
T :  Saat mengandung mereka kebutuhan gizi apa saja yg perlu dipenuhi agar tetap sehat?
J  :  Banyak minum cairan dan makan, serta jangan lupa BUAH yang bervariasi, juga minum obat yang dianjurkan dokter.
T : Mereka ikut vegetarian seperti ibu, bagaimana cara ibu memenuhi gizi mereka?
J  : Menu makanan sebisa mungkin bervariasi warna sayur dan buah nya, juga jamur, lebih banyak dihidangkan dalam bentuk kuah ketimbang di goreng. Setiap hari saya beri jus buah bergantian macamnya.
T : Apa menu favorit mereka?
J  : Biasanya mereka suka makan Cap Jay buatan saya.
T : Selain masakan rumah, apakah anak-anak juga suka makanan diluar? Punya restoran favorit?
J  : Anak-anak juga suka makan di luar rumah, seperti ke Depot Sehat di Pasar Besar (favoritnya bebek penyet), ke Warung Vegetarian di Dharmahusada (favoritnya soto), ke Pagoda (favoritnya Burger), ke Harmonis (favoritnya Tahu penyet), ke Depot Sansan di  Karang Empat Besar (favoritnya Mie bakwan), ke  Meta (favoritnya Ayam penyet) dan ke  Ahimsa (favoritnya Sup Asparagus dan Sup ThomYang Asem Manis) (Semua tempat berada di Surabaya, red).
T  : Wah, banyak sekali ya tempat restoran favoritnya, lalu bagaimana tanggapan keluarga bu?
J  : Pertama-tama kurang setuju, namun melihat perkembangannya anak-anak bagus, maka lama-lama mendukung.
T  : Lalu bagaimana juga tanggapan teman-temannya mengenai vegetarian ini?
J  : Banyak yang berpikir aneh. Mungkin mereka kurang informasi.
T : Apakah pihak sekolah juga mengetahuinya, bagaimana tanggapan mereka?
J  : Iya, mereka tahu. Sekolah mendukung, jadi setiap ada acara makan, si kembar diberi makanan tersendiri. Selain itu saya selalu membawakan bekal makanan dari rumah, jadi mereka tidak perlu jajan diluar. Demikian pula dengan camilan, tidak perlu bingung karena sekarang kan banyak roti yang vege juga. Kebetulan neneknya sering membuat kue untuk mereka, seperti donat vegan, pastel, bakpao dan apa lagi ya, saya lupa hehehe…..
(more…)

Vidya, Vegetarian sejak dalam kandungan

October 20, 2008 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

 

Wajahnya yang manis dan kulitnya yang bersih, membuat siapa saja yang melihat sosok Vidya ini pasti gemas ingin menciumnya. Bernama lengkap Vidya Mettaputri Wijaya, putri kedua pasangan Bapak Mardi Wong dan Ibu Huang Yihung ini menjalani pola makan vegetarian sejak dalam kandungan. Gadis cilik yang lahir 19 juli 2006 ini, hoby bermain dengan kakaknya, bernyanyi dan tidak lupa untuk selalu nyemil kue. Jika melihat papi & maminya sedang makan, Vidya pasti ikut-ikutan ngambil makanan yang ada dalam piring mereka, tingkah laku menggemaskan ini membuat Vidya tidak pernah kesulitan untuk bisa memakan apa saja.

 

Ibu Yihung memastikan bahwa kebutuhan gizi kedua anaknya Vincnet dan Vidya selalu terpenuhi, dengan menu yang bervariasi, seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran yang berwarna-warni, contohnya wortel, jagung, sawi dan juga jamur. Selain itu beliau juga membuatkan masakan yang menjadi favorit keluarga yaitu baso tahu, “ ini resep warisan dari almarhum ibu mertua saya” jelas ibu Yihung. Vidya sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam mengkonsumsi makanan vegetarian, oleh karena itu Vidya juga jarang sakit, tidak ada masalah dengan kesehatannya, ini dikarenakan asupan gizinya yang terpenuhi dengan baik. Selama mengandung Vidya, makanan yang dikonsumsi oleh Ibu Yihung berupa sayuran beraneka warna, buah-buahan dan juga minum vitamin dari dokter.

 

Memiliki seorang kakak yang sangat menyayanginya, Vidya selalu ingin tahu apa yang dilakukan oleh kakaknya. Jadi tak heran jika papi, mami dan kakaknya selalu kewalahan menjawab pertanyaan Vidya, “ apa itu?” Ini untuk apa?” “Coba Vivi lihat?” dan sebagainya. Selain itu rasa ingin tahu yang besar, membuat Vidya selalu mengikuti apapun yang kakaknya lakukan, seperti menggambar, membuat bulatan-bulatan di white board, menulis, mencoret-mencoret kertas, dan sebagainya. Dan yang bikin maminya bangga, Vidya sudah bisa mandiri memakai celana dan sepatu/sandalnya sendiri. Namun juga kadang membuat maminya gemas jika meilhat Vidya suka iseng menyambar buah yang sedang dimakan kakaknya, atau merebut apa saja yang sedang dipegang kakaknya.

 

Sebagai seorang ayah, Pak Mardi Wong, juga sangat memperhatikan perkembangan kedua buah hatinya. Yang membuat beliau yakin bahwa vegetarian baik bagi keluarganya adalah karena sesuai dengan ajaran spiritual yang beliau anut. Beliau sangat concern terhadap vegetarian, oleh sebab itu disela waktunya yang padat sebagai accounting di sebuah perusahaan kimia, beliau masih menyempatkan diri untuk membuat blog vegetarian berbahasa asing, yang memang dikhususkan untuk memandu orang luar negri yang ingin singgah ke Indonesia namun kesulitan dalam mencari restoran atau depot-depot vegetarian. “ Saya pernah baca di forum, ada orang canada mau travel ke singapore dan indonesia, eh dia bilang kalo singapore sih gak khawatir, tapi kalo indonesia mengkhawatirkan. Saya ingin membuktikan pada orang luar, bahwa di Indonesia juga banyak orang yang vegetarian, makanan vegetarian, restoran atau depot-depot vegetarian sangat mudah ditemui di Indonesia.” Hal inilah yang melatarbelakangi Pak Mardi membuat blog www.vegetarian-guide.com , sebagai panduan orang luar negeri yang vegetarian, dan ingin datang ke Indonesia.

 

Bertempat tinggal di Jakarta Barat, Pak Mardi dan Ibu Yihung, menginginkan yang terbaik bagi putra dan putrinya, termasuk dalam memilih makanan. Oleh karena itu saat berada diluar rumah, Ibu Yihung membawakan bekal dan kue buatan rumah agar tidak jajan sembarangan. “ Saya selalu menyiapkan roti, biskuit dan susu, jika anak-anak keluar rumah” begitu kata Bu Yihung. Saat ditanya apa harapan Ibu Yihung terhadap kedua buah hatinya beliau mengatakan “ Semoga mereka tumbuh sehat-sehat selalu, dan bisa bervegetarian hingga dewasa (selamanya), juga berbakti pada orang tua.”

 

Pengalaman ibu Yihung saat mengandung Vidya ini membuktikan bahwa, vegetarian memang pilihan yang terbaik bagi buah hati kita, bahkan saat mereka dalam kandungan sekalipun, jadi jangan ragu akan kecukupan gizi dalam vegetarian, selama menunya bervariasi dan seimbang.

Mauvee Bunar : Belajar Vegetarian

September 24, 2008 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Profile

 

Putri imut nan manis ini bernama Mauvee Bunar, yang sehari-hari dipanggil Dedek, oleh Ibu tercintanya, Melina Sutanto. Saat ini Dedek yang berusia 6 tahun, sedang belajar untuk vegetarian, sebagaimana Ibu Melina terapkan pola makan vegetarian sehari-hari dalam keluarganya. Tepatnya sejak desember tahun lalu, Dedek sudah mulai belajar untuk tidak maem daging dan telur lagi, walopun begitu dengan senyum manisnya Dedek pernah bertanya kepada sang Mama, ” Ma.. boleh kan sekali….kali aja aku makan daging?” Dengan bijak, Ibu Melina menjawab “Boleh saja kalau Dedek sampai hati memakan mereka.” Dedek pun mengernyitkan dahi mencoba untuk mengerti. Sebagai seorang Ibu, mengajarkan anak menjadi vegetarian adalah tantangan tersendiri, tak terkecuali bagi Ibu Melina, “Tetapi, sejauh ini Dedek belum pernah dengan sengaja memakan daging, kalaupun dia mau sekali-kali saya juga tidak melarangnya. Rasanya dia masih dalam adaptasi” begitu penjelasan beliau. Dan dalam setiap kesempatan, Ibu Melina juga menceritakan seandainya si ChaCha anjing kesayangan Dedek, dimakan orang, apakah tega melihatnya, dari sinilah pengertian vegetarian dalam benak si cantik Dedek tumbuh.

(more…)


Switch to our mobile site