Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Anak-anak Boleh Vegetarian

February 17, 2010 By: Pradnyamita Category: Serba Serbi Bayi & Anak

Sejak usia 0, bayi sebenarnya sudah menjadi vegetarian. Pasalnya, selama enam bulan pertama mereka hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI). Apakah diet vegetarian itu masih bisa dilanjutkan hingga masa kanak-kanak?

Manusia sebenarnya bukan tergolong jenis pemakan segala. Menurut Bambang Sumantri, Ketua Umum Keluarga Vegetarian Maitreya Indonesia (KVMI), dengan susunan gigi yang ada, sesungguhnya manusia masuk golongan herbivora. Tidak seperti gigi harimau yang runcing, sehingga mampu menyayat daging.

Bukan hanya itu, tambah Bambang yang sudah menjadi vegetarian sejak usia 17 tahun ini, usus manusia yang cukup panjang membuat makanan hewani bertahan lebih lama di dalamnya.

“Butuh waktu 4-5 hari agar daging bisa bersih dari usus,” tuturnya. Dengan begitu, diet vegetarian cocok diterapkan, termasuk untuk anak-anak.

Lakto-Ovo
Dikatakan Dr. Hendry Widjaja, MHA, dokter dari RS Medika Gria, Jakarta, sedari dini bayi sudah bisa menjalani diet vegetarian. Menurut dokter yang juga seorang vegetarian ini, sejak usia 0 bulan, bayi sesungguhnya tidak memerlukan sumber makanan hewani.

Hingga usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi sudah tercukupi oleh ASI. Begitu mereka dikenalkan pada makanan padat (mulai usia 6 bulan), diet vegetarian bisa diterapkan melalui kombinasi yang tepat.

“Tentunya diet lakto-ovo vegetarian, karena mereka masih dalam proses pertumbuhan. Setelah remaja, baru mereka bisa menerapkan diri untuk menjadi vegan atau vegetarian murni,” ujar Kepala Bagian Pendidikan dan Latihan KVMI ini.

Lakto-ovo vegetarian termasuk diet yang cukup longgar ketimbang vegan atau vegetarian murni. Pada lakto-ovo vegetarian, anak masih bisa mengonsumsi telur, susu, serta produk olahannya, kecuali daging dan ikan.

Diet vegetarian memang bisa dijalani oleh segala usia. American Dietetic Association (ADA) menyetujui hal tersebut. Dalam makalah berjudul Feeding your Baby the Vegetarian Way, seperti dikutip New Beginnings, 2000, ADA menyatakan bila direncanakan dengan tepat, bayi yang berdiet vegetarian bisa mendapat seluruh nutrisi yang diperlukan untuk proses tumbuh kembangnya.

Ditambahkan Dr. Hendry, sejauh ini tidak ada perbedaan mencolok antara anak yang melakukan diet vegetarian dengan anak nonvegetarian, baik dari sisi pertumbuhan maupun inteligensinya. Jurnal Kedokteran Pediatrics juga menyebutkan hal serupa.

Tumbuh Baik
Penelitian tentang vegetarian pada anak pernah dilakukan tahun 1989. Para periset menemukan, dari 404 anak yang diteliti di sebuah komunitas di wilayah Tennessee, AS, tidak ada perbedaan signifikan dalam pertumbuhan anak vegetarian dan nonvegetarian.

Memang, di usia 1-3 tahun, anak yang menjalani diet vegetarian di daerah tersebut sedikit lebih kecil ketimbang anak Amerika pada umumnya. Namun, begitu menginjak usia 10 tahun, pertumbuhan mereka kembali setara.

Bila dirata-rata, pertumbuhan anak vegetarian sama dengan anak lainnya. Hal ini mematahkan anggapan bahwa anak vegetarian bertubuh lebih kecil, kurus, dan pucat.
Meski demikian, para ahli mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya defisiensi vitamin dan mineral pada anak vegetarian, terutama vitamin B12, yang banyak terdapat pada makanan sumber hewani.

Misalnya, anak yang sulit makan sayur, bisa mengalami defisiensi zat besi. Sayur umumnya mengandung zat besi yang penting bagi pembentukan sel darah merah. Namun, bila orangtua bisa mengombinasikan makanan dengan baik, tidak akan terjadi kekurangan gizi.

Sebagai patokan, dijelaskan Dr. Hendry yang kedua anaknya menjalani diet vegetarian, ada empat komposisi makanan yang sebaiknya diberikan pada anak vegetarian. “Kelompok padi-padian, sayur, buah, dan kacang-kacangan. Dengan kombinasi yang tepat, gizi anak bisa terpenuhi dengan baik,” katanya.

Dikatakan Virginia Messina, MPH, RD, dan Mark Messina, Ph.D, penulis buku The Vegetarian Way, orangtua harus memiliki pengetahuan dasar tentang nutrisi vegetarian agar anak mendapat nutrisi yang tepat dan seimbang. Menurut mereka, kebutuhan zat gizi anak yang cukup tinggi adalah vitamin D, zat besi, kalsium, dan zinc. Nutrisi lain yang juga diperlukan anak vegetarian adalah protein, vitamin B12, dan riboflavin.

Kalsium bisa diperoleh dari susu dan produk olahannya. Kemungkinan anak-anak yang menerapkan diet lakto-ovo vegetarian kekurangan kalsium, zat besi, maupun vitamin B12 sangat kecil. Sebab, sumber kalsium bisa didapat dari sumber makanan seperti tahu, sayur berdaun hijau tua, bok choy, brokoli, kacang-kacangan, kedelai, dan sereal.

Zat besi juga didapat dari makanan sumber nabati. Jenis zat besi pada sumber nabati tergolong nonhem dan kurang mudah diserap tubuh. Berbeda dengan zat besi dari sumber hewani, seperti daging merah, yang tergolong hem dan mudah diserap tubuh.
Untuk menyiasati proses penyerapan itu, para ahli menganjurkan agar makanan kaya zat besi dari sumber nabati dikonsumsi bersama dengan makanan tinggi vitamin C.

Konsultasi Dokter
Diet vegetarian pada anak tidak terlalu dianjurkan oleh Dr. Dida Gurnida, Sp.A(K), MKes., konsultan nutrisi dan metabolik dari RS Hasan Sadikin Bandung. “Sebaiknya jangan menerapkan diet vegetarian pada anak-anak. Sebab, mereka masih membutuhkan protein hewani,” ujarnya.

Menurut dokter anak lulusan FK Universitas Padjadjaran ini, tidak adanya sumber hewani kurang baik untuk pencernaan. Usus bakal tidak mengenal makanan sumber hewani. Proses pertumbuhan anak juga menjadi kurang baik. Perlu diketahui bahwa makanan sumber hewani membantu proses pembakaran menjadi energi dengan lebih baik.

Dr. Dida lebih menyarankan penerapan pola umum gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Lemak dan protein berasal dari sumber nabati dan hewani.

Menanggapi sistem pencernaan manusia yang tidak sesuai untuk makanan hewani, ia hanya menjawab, ”Makanan sumber hewani jangan terlalu banyak dikonsumsi.”
Upaya menerapkan diet vegetarian pada anak sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter ahli terlebih dahulu. Tujuannya, agar proses pertumbuhan dan perkembangan anak tidak terganggu.(referensi)

Manfaat Keamanan dan Perencanaan Menu Vegetarian dan Vegan pada Anak-anak

January 25, 2010 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Serba Serbi Bayi & Anak

Disusun tanggal 27 Oktober 1998 oleh Panel Ahli Gizi sebagai berikut:
Patricia R. Bertron, R.D.
Carol M. Coughlin, R.D.
Suzanne Havala, M.S., R.D., L.D.N., F.A.D.A.
Virginia Messina, M.P.H., R.D.
Neal D. Barnard, M.D.
(Diterjemahkan oleh dr. Hendry Widjaja, MARS dan Budi Utomo)
Artikel ini akan diusulkan untuk dipublikasikan di majalah Info Vegetarian edisi 5-‘Veggie for Kids”

Menerapkan pola makan yang benar kepada anak-anak sejak dini, akan berdampak positif terhadap kesehatan, berat badan, kebutuhan pelayanan kesehatan mereka di kemudian hari. Sayangnya, pesan yang campur aduk dari media massa membuat kita menghadapi tantangan berat untuk memperoleh informasi nutrisi yang akurat.

Pada bulan Mei 1998, edisi ketujuh Dr. Spock’s Baby and Child Care dipublikasikan. Di dalam buku itu, Dr. Spock merekomendasikan pola makan vegan untuk anak-anak. Rekomendasi ini telah menyebabkan terjadinya diskusi yang panjang baik dari segi ilmiah maupun praktek mengenai pola makan yang optimal untuk anak-anak. Sebagai tanggapan atas situasi ini, sebuah panel ahli gizi lalu mempersiapkan artikel ini untuk membahas tiga hal pokok: manfaat pola makan vegetarian dan vegan, keamanan pola makan vegan, dan perencanaan menu untuk anak-anak.

Manfaat Pola Makan Vegetarian dan Vegan

Sayur-sayuran, padi-padian, buah-buahan, legum (tumbuhan polong), kacang-kacangan adalah makanan yang optimal untuk anak-anak. Jenis makanan yang kaya karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin dan mineral ini membentuk pondasi dasar bagi kebiasaan diet (pola makan) yang mendukung kesehatan sepanjang hayat. Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran adalah mereka yang sudah mengkonsumsi makanan ini sejak anak-anak.1
Berikut adalah beberapa manfaat jangka panjang dari pola makan nabati:
• Prevalensi (=munculnya/terjadinya kasus) tekanan darah tinggi (hipertensi) di kalangan vegetarian adalah sekitar sepertiga sampai setengah dari non vegetarian.2-4 Sebuah studi terhadap penganut Advent Hari Ketujuh yang berkulit putih menemukan hipertensi pada 22 % umat yang omnivora, tapi hanya 7% pada umat yang vegetarian. Di kalangan orang Amerika keturunan Afrika, prevalensinya 44 % dari yang omnivora dan 18% dari yang vegetarian.4 Menganut pola makan vegetarian secara signifikan menurunkan tekanan darah baik untuk individu normal maupun yang menderita hipertensi.5-9
• Tingkat kolesterol jauh lebih rendah di kalangan vegetarian.10-13 Pola makan vegetarian mengurangi tingkat serum kolesterol jauh lebih besar daripada yang dicapai oleh pola makan menurut Program Pendidikan Kolesterol Nasional Tahap Dua.14-17 (National Cholesterol Education Program Step Two). Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Lancet16 , total kolesterol mereka yang mengikuti pola makan vegetarian selama 12 bulan menurun hingga 24,3 %.
• Tingkat kanker untuk para vegetarian adalah 25 sampai 50 % di bawah rata-rata populasi, bahkan dalam studi dengan kendali merokok, indeks massa tubuh, dan status sosial ekonomi.18,19 Sebuah studi menemukan bahwa orang-orang yang setiap hari mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran dalam jumlah banyak mempunyai tingkat yang lebih rendah untuk terserang kanker paru-paru, payudara, usus besar, kandung kemih, lambung, mulut, tenggorokan, kerongkongan, pankreas, dan leher rahim dibandingkan orang-orang yang menghindari makanan tersebut.20
• Kegemukan adalah penyebab utama dari banyak penyakit serius, dan lebih sedikit menimpa para vegetarian dibandingkan populasi umum.21,22 Para vegetarian, secara rata-rata, sekitar 10 % lebih langsing dibandingkan para omnivora.3,4,11,21-24
• Pola makan nabati dapat memperlambat waktu dalam mendapatkan menstruasi pertama, yang mana berhubungan dengan pengurangan resiko terkena kanker payudara dalam studi epidemiologi.25,26

• Buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung antioksidan, seperti vitamin C , vitamin E, dan karotenoid, yang melindungi sel-sel dari kerusakan akibat oksidasi, yang terkait dengan resiko terkena kanker dan masalah kesehatan lainnya.27 Banyaknya fitokimia yang ditemukan dalam berbagai buah-buahan, sayur-sayuran, padi-padian, legum, dan kacang-kacangan diyakini dapat melindungi kita dari penyakit jantung dan kanker.28

Pola MakanVegan
Setelah kita mengetahui manfaatnya, apakah ada bukti yang menunjukkan bahwa pola makan vegan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi anak-anak? Jawabannya jelas, ya! Menurut pernyataaan American Dietetic Association 29 “Pola makan vegan dan lakto-ovo vegetarian yang direncanakan dengan baik memenuhi kebutuhan nutrisi untuk bayi, anak-anak, dan remaja serta mendorong pertumbuhan badan yang normal.”

Dalam sebuah studi yang melakukan test perkembangan kesehatan terhadap anak-anak vegetarian, terindikasi bahwa perkembangan umur mental anak-anak vegetarian lebih dari setahun lebih tua dibandingkan umur kronologis, hal ini berarti IQ di atas rata-rata (IQ rata-rata = 116) serta memberikan jaminan bahwa perkembangan otak adalah normal.30 Pertanyaan-pertanyaan yang meragukan tentang kecukupan pola makan nabati disuarakan oleh Dagnelie31 dan Dwyer32 yang meneliti pertumbuhan yang buruk pada anak-anak yang mengikuti diet makrobiotik yang ketat. Praktek pemberian makanan oleh keluarga-keluarga yang menerapkan diet makrobiotik dapat berbeda jauh dengan keluarga-keluarga yang menerapkan vegan. Beberapa pola makan makrobiotik yang ketat kekurangan kalori akibat pantangan lemak, dan pola makan ini telah diubah akhir-akhir ini dengan mengizinkan masuknya lemak, seperti lemak biji-bijian dan kacang-kacangan.33

(Catatan penerjemah : Diet makrobiotik adalah diet yang disesuaikan dengan iklim tempat tinggal. Padi-padian dan sayur-sayuran adalah menu utama ditambah sup, kacang, buah, biji-bijian, ikan dan hasil laut. Contoh : pada iklim dingin atau daerah tinggi dianjurkan makan makanan yang berasal dari hewani sedangkan untuk daerah iklim tropis dianjurkan makan sayur-sayuran yang segar dan mentah.)

Sebagian besar orang tua merasa mudah dalam merencanakan diet vegan yang mencukupi kebutuhan protein, kalori, vitamin dan mineral. Menerapkan pola makan vegan akhir-akhir ini memang jauh lebih mudah sejak produk makan vegetarian yang diperkaya kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 tersedia di berbagai supermarket. Sebagai contoh, Jus jeruk merk Tropicana yang diperkaya, mengandung 350 milligram kalsium setiap 8 ons penyajian, dengan tingkat penyerapan 36 sampai 38 % menurut produsennya, bandingkan dengan susu sapi yang tingkat penyerapannya hanya 32%.34 Jus jeruk juga memasok cukup asam folat, vitamin C, dan fitokimia, tanpa lemak atau kolesterol. Hot dog vegetarian, burger vegetarian, susu kedelai yang diperkaya, deli slices vegetarian juga telah tersedia..

Kalori, protein, dan semua kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi dengan mudah oleh pola makan vegan, diperkaya dengan vitamin B12.

• Kalsium – Beberapa sumber kalsium terbaik untuk para vegan di antaranya adalah susu kedelai yang diperkaya, jus cranberry, jeruk atau apel yang diperkaya, kol, mostar, lobak, kale, brokoli, blackstrap molasses, tahu yang diproses dengan kalsium sulfat, dan tempe. Penyerapan kalsium dari makanan-makanan ini sungguh mengagumkan.34

• Vitamin D – Vitamin D normalnya diproduksi oleh tubuh setelah kulit kita terpapar sinar surya. Jika anak-anak tidak terpapar sinar surya setiap hari atau tinggal di daerah subtropis, makanan yang diperkaya dan suplemen vitamin D (yang biasanya sudah terkandung dalam multivitamin biasa) telah tersedia.

• Protein – Pola makan nabati dapat mencukupi kebutuhan protein dengan mudah, meliputi semua asam amino esensial, bahkan tanpa kombinasi atau “komplementasi” protein secara terencana sepanjang asupan kalori terpenuhi. Sumber protein yang baik meliputi kedelai rebus, tahu, yogurt kedelai, tempe, seitan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan padi-padian utuh.

• Kalori – Keprihatinan muncul, karena peningkatan bulk (=massa makanan yang kaya air dan serat) yang terkandung dalam beberapa makanan vegan menyebabkan anak-anak merasa kenyang sebelum mengkonsumsi kalori yang cukup. Produk padi-padian yang telah digiling, sayuran yang telah dimasak, dapat mengurangi bulk makanan. Lemak biji-bijian dan lemak kacang-kacangan, alpukat, buah-buahan kering, dan lemak yang ditambahkan (misalnya lemak nabati) dapat mencukupi tambahan kalori yang terkonsentrasi tanpa bulk.

• Vitamin B12 – Diproduksi oleh mikroorganisme di usus halus manusia dan hewan, vitamin B12 yang diproduksi manusia tidak terserap dan tertahan dengan baik. Makanan nabati mengandung sedikit sekali nutrisi ini. Akan tetapi, hal ini sangat mudah sekali dipenuhi dari sereal yang diperkaya vitamin B12 (Kellogg’s Corn Flakes, Grape-Nuts, Total, Product 19), susu kedelai yang diperkaya, ragi (Red Star Vegetarian Support Formula), atau multivitamin biasa. Ketika membaca kandungan nutrisi, carilah kata “cyanocobalamin” atau “cobalamin”. Ini adalah bentuk vitamin B12 yang mudah diserap.

• Besi – Diet yang terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, padi-padian, legum, dan kacang-kacangan mencukupi kebutuhan akan zat besi.35-40 Mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C, seperti jus jeruk, bersama-sama dengan makanan yang kaya zat besi, dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Beberapa makanan secara alami kaya zat besi dan vitamin C seperti brokoli, lobak/bit Swiss, dan sayuran berdaun hijau tua lainnya. Sumber lain zat besi yang baik meliputi sereal, roti, pasta, kedelai, buncis, dan blackstrap molasses yang diperkaya zat besi. Produk-produk dari susu sangat rendah zat besi dan dapat mengganggu keseimbangan zat besi, khususnya pada anak-anak.

• Seng—Sumber yang baik meliputi legum, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya seng (Bran Flakes, granola, Grape-Nuts, Special K). Bersambung ke part 3
Tips Untuk Orang Tua

Pola makan vegan aman dan menguntungkan kesehatan, tapi bagaimana menerapkannya dalam praktek? Berikut adalah beberapa tip dalam menghadapi situasi yang sering terjadi.

Makan Siang / Snack di Sekolah
Sungguh merupakan sebuah tantangan untuk menemukan sebuah kelas di mana semua murid makan makanan yang sama. Tidak dapat mencerna susu (intolerance lactose), alergi makanan, selera etnik, pantangan agama, semuanya mempengaruhi pilihan makanan. Ruang kelas dapat memberikan kesempatan untuk memperkenalkan makanan sehat kepada murid dan guru. Buah segar, sayur-sayuran yang dibentuk lucu yang disajikan dengan kacang, muffin, dan cracker dengan selai kacang dan buah, adalah snack yang sehat dan nikmat. Pastikan anda berdiskusi tentang makanan dengan guru anak anda. Carilah informasi apakah guru mempunyai aturan dalam kelas mengenai makanan. Misalnya, beberapa guru tak mengizinkan kembang gula dimakan dalam kelas : sebuah tanda kepedulian akan nutrisi yang sangat membantu kita. Diskusikan alasan mengapa anak anda menganut pola makan vegan dan berikan informasi nutrisi kepada guru anak anda. Lebih awal anda mendiskusikan hal ini, maka akan lebih membantu anda mengatasi masalah di kemudian hari. Berikan buku tentang vegan atau buku resep masakan vegan kepada perpustakaan sekolah juga akan sangat membantu. Hubungan dengan orang tua lain yang mendukung vegan juga sangat bermanfaat.

Keanekaragaman sayur-sayuran, legum, padi-padian, dan buah-buahan yang tersedia, membuat menu makan siang untuk di sekolah menjadi menarik . Untuk orang tua yang ingin makan siang anak mereka tampil beda, cobalah keju kedelai, atau yogurt kedelai, dan sebagainya. Cobalah beberapa saran ini:
• Roti isi —Cobalah selai kacang dengan irisan tomat, mentimun, dan wortel untuk isi roti. Banyak supermarket yang menjual deli slices yang bentuknya dan rasanya mirip bologna, bacon, sapi panggang, dan kalkun. Sajikan roti gandum dengan keju kedelai, mostar, lobak dan tomat. Selai kacang tanah untuk jaga-jaga adalah kuno. Sebagai variasi selain selai kacang tanah, cobalah selai kacang lain seperti selai kacang mete, almond, atau hazelnut, dengan irisan pisang atau persik untuk roti gandum. Potong roti menjadi bentuk yang lucu untuk anak-anak.

• Makanan panas – Isi termos anda dengan pasta, saus tomat, sup kacang merah, sayuran rebus yang baru saja anda buat atau buat versi vegetarian dari “franks & beans” dengan menggunakan hot dog vegetarian dan kacang-kacangan rebus.

• Sup – Hangatkan tubuh anak anda dengan sup kacang-kacangan dan sayur-sayuran buatan anda sendiri.

• Makanan Tambahan —Pilihlah beberapa dari saran berikut untuk melengkapi makanan anak anda: susu kedelai, yogurt kedelai, irisan sayuran, roti gandum, muffins buatan sendiri, kue beras, pretzel, atau buah segar. Meskipun Departemen Agrikultur Amerika Serikat / USDA (United States Department of Agriculture) tetap menyuruh susu sapi disajikan dalam makan siang di sekolah, banyak sekolah mengizinkan jus sebagai penggantinya, jika anda mempunyai surat dari dokter.

Pesta Ulang Tahun
Anak anda tak perlu merasa terasing di pesta ulang tahun di sekolah ataupun di rumah. Jika pesta adalah untuk anak orang lain, tawarkan diri untuk menyumbang makanan pada pesta itu. Beberapa makanan populer tercantum di bawah ini:

• Hot dog—Hot dog vegan telah tersedia di berbagai tempat. Acar, kecap, dan mostar cocok untuk menemani hot dog.

• Hamburger—Banyak jenis burger vegan yang tersedia di food court shopping centre. Biarkan anak-anak menambahkan kecap, mostar, dan acar, lobak, atau tomat.

• Pizza—Taburkan saus tomat di atas roti isi dan tambah dengan berbagai macam makanan nabati, seperti jamur, lada, brokoli, atau zaitun. Tambahkan irisan halus keju kedelai untuk menambah cita rasa. Jika anda punya waktu, buatlah atau belilah pizza kosong dan potonglah pizza dalam berbagai bentuk. Biarkan anak anda menentukan isi yang akan ditambahkan pada pizza kosong itu.

• Pencuci mulut—Cobalah buah yang ditaburi dengan susu kedelai. Potongan semangka biasanya digemari anak-anak. Atau siapkan salad buah-buahan, potong buah dalam berbagai bentuk.

Jika anda membuat kue, cobalah ikuti saran berikut untuk menggantikan telur ayam dan / atau susu sapi pada resep:

• Pengganti satu telur ayam untuk roti panggang adalah 2 sendok makan tepung jagung, 1ons (2 sendok makan) tahu lembut, 1/3 mangkok saus apel, atau 1/3 mangkok pumpkin. Separuh pisang “penyet” juga dapat menggantikan satu butir telur—dan rasanya enak untuk serabi/pancake atau muffin. Pengganti telur komersial seperti Ener-G Egg Replacer (sebuah campuran of tepung kentang, tepung terigu, dan penyedap rasa) dapat juga digunakan sesuai petunjuk pemakaian.

• Ganti semangkok susu sapi dengan semangkok susu kedelai pada setiap resep. Untuk semangkok buttermilk ganti dengan semangkok susu kedelai ditambah satu sendok makan cuka. Untuk semangkok yogurt dalam resep ganti dengan 3/4 mangkok susu kedelai ditambah satu sendok makan cuka.

Bagaimana memberi makan anak balita

Anak-anak balita, baik omnivora maupun vegetarian, biasanya keras kepala terhadap makanan yang mereka mau atau tak mau makan. Penyebabnya tak diketahui dengan jelas, sehingga menyajikan makanan dengan gizi seimbang sungguh merupakan sebuah tantangan. Tip-tip ini mungkin akan menolong.

• Libatkan anak anda dalam menyiapkan makanan. Biarkan anak balita anda memenyet pisang dan menaburkan kismis. Jelaskan apa yang sedang anda siapkan, dan bila anda bisa fleksibel mengenai bahan-bahannya, biarkan anak anda yang memilihnya.

• Anak belajar dari contoh. Makanlah makanan vegetarian yang sama dengan yang anda sajikan kepada anak anda. Makanan vegetarian sehat untuk orang dewasa maupun anak-anak.

• Jika anak anda menolak suatu makanan ketika pertama kali ditawarkan, jangan menyerah. Kadang dibutuhkan beberapa kali penawaran sampai anak anda mau menerima makanan baru. Tawarkan sedikit saja makanan baru bersamaan dengan makanan yang biasa dia makan—dan dia gemari—ini mungkin bisa membantu. Atau jika makanan tidak mau dia terima dalam suatu bentuk, cobalah sajikan dalam bentuk lain. Sebagai contoh, jika seorang anak tak suka tahu dalam bentuk kubus besar, cobalah iris kecil-kecil dan sajikan sebagai sop dengan sayuran lain.

• Jika anak anda tak menyukai susu kedelai rasa asli, cobalah berbagai rasa lain; campurkan susu kedelai dengan sereal dingin atau panas; taburkan susu kedelai di kue serabi atau muffin; atau campur susu kedelai dengan buah untuk membuat “susu kocok”.

• Jaga agar piring anak anda tak terlalu ramai dengan berbagai jenis makanan. Sepiring makanan yang isinya terlalu ramai dengan berbagai jenis makanan yang tak biasa bagi anak anda akan membuat anak anda tak berselera. Makanan dalam bentuk sederhana seperti sayuran rebus yang sudah dipotong kecil, keripik, atau sepotong tahu masak membuat acara makan menjadi mudah dan menyenangkan bagi anak anda.

• Masukkan makanan kesukaan anak anda atau makanan yang biasa dia makan dalam berbagai bentuk resep. Rebus nasi yang dicampur jus buah, atau encerkan mentega dengan susu kedelai untuk membuat saus pasta.

• Jika anak anda menolak makan sayuran, cobalah berikan wortel atau sayuran berdaun hijau tua yang sudah dipotong kecil-kecil disajikan dengan saus tomat atau sajikan sebagai isi roti. Campur sayuran dengan nasi dan buatlah lumpia. Atau, jika anak anda suka kentang yang diiris tipis, tambahkan di atasnya irisan kecil-kecil sayuran seperti labu.

Makanan Cepat & Mudah Saji

Orang tua yang hanya punya sedikit waktu untuk memasak tetap dapat menyajikan makanan vegan yang bergizi dan nikmat untuk keluarga, dan tak perlu repot-repot membersihkan dapur dari lemak ayam yang kotor atau terjangkit penyakit karena makanan hewani yang kurang matang dimasak. Berikut adalah tip-tip untuk menghemat waktu anda:

• Ada banyak sekali buku masak vegetarian yang tersedia dengan resep-resep cepat dan mudah saji. Pinjam di perpustakaan atau beli di toko buku satu dua buku dan temukan beberapa jenis makanan yang mudah disajikan.

• Hematlah waktu anda di toko dengan perencanaan makanan sebelum anda belanja. Ambil beberapa resep dan gunakan isinya sebagai daftar belanja anda.

• Tempe dan tahu adalah makanan berprotein tinggi yang hanya perlu direbus atau digoreng.

• Taburkan selai kacang-kacangan sebagai isi roti atau sajikan dengan sayur mentah.

• Hampir semua jenis buah hanya perlu dicuci dan sedikit dikuliti untuk dimakan. Cobalah apel, jeruk, persik, pear, atau anggur segar. Buah segar yang butuh waktu lama disajikan, misalnya nanas, mangga, pepaya, jambu biji, blewah, atau melon, dapat dibeli dalam bentuk sudah dikuliti dan diiris. Buah kering adalah pilihan lain dan tak membutuhkan banyak kerja selain membuka kemasannya.

Apa yang harus kita katakan kepada kakek / nenek, guru, teman, perawat bayi / babysitter . . .

Pepatah, “Nenek tahu yang terbaik,” mungkin tak dapat diterapkan ketika anda memberi makan anak anda. Jika nenek anda menyarankan daging, maka anda harus bicara dengan dia secara serius. Penting sekali untuk berbicara kepada mereka yang terlibat dalam pemberian makan anak anda:

• Sebutkan secara jelas makanan yang tidak boleh dimakan anak anda—daging mamalia, daging unggas, daging ikan, telur, susu, gelatin, madu, dan lemak hewan. Teman dan keluarga mungkin tak begitu peduli dengan produk hewani yang tersembunyi dalam makanan. Berikan informasi atau daftar makanan dan camilan/snack yang dapat dimakan anak anda dapat membantu mencegah situasi yang tak diinginkan kelak.

• Cari menu makanan yang umum. Banyak sekali jenis makanan umum yang bisa dimakan baik oleh omnivora dan vegetarian yang bebas produk hewani misalnya, pasta ganggang, mentega kacang, jelly, dll.

• Bagilah resep ke sanak keluarga dan teman. Ketika anak anda menghadiri sebuah pesta ulang tahun, tawarkan menu makanan atau pencuci mulut dan berikan pula resepnya.

• Berikan hadiah berupa langganan majalah vegetarian atau berikan buku masak vegetarian. Ini akan membantu orang lain lebih memahami pola makan vegetarian dan mendorong mereka mencoba resep vegetarian.

• Ketika anak anda hendak menginap di rumah temannya, bekali dengan makanan yang dapat dimakan anak anda dan teman anak anda. Selesai (Diterjemahkan oleh dr. Hendry Widjaja, MARS dan Budi Utomo) Referensi

(more…)

Tips bila si kecil vegetarian

February 12, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Sayur dan Buah, Serba Serbi Bayi & Anak

Bagi Ibunda yang menginginkan anaknya ikut pola makan vegetarian, mungkin beberapa tips berikut bisa membantu:

  • Makanan penuh warna, berikanlah setiap hari makanan sayuran atau buah yang penuh dengan warna, merah, kuning, hijau, orange, putih, dan sebagainya, semakin banyak warna semakin banyak pula kadungan vitaminnya.
  • Ibunda yang baik, lengkapi ilmu gizi keluarga anda dengan catatan kecil dipintu kulkas, atau papan kecil anda tentang kebutuhan zat gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin si kecil.
  • Vegetarian meyebabkan kekurangan asupan gizi dari omega-3 dan juga vit B12 lho??? halaaaah itu hanya anggapan orang-orang yang kurang informasi. Ibu, menurut Drs. Susianto MKM, seorang pakar gizi, omega-3 bisa didapatkan di kacang-kacangan, rumput laut, biji labu, kenari, dan alpukat. Sedangkan vitamin B12 bisa didapatkan pada tempe dan lidah buaya (aloevera). Jadi jangan kuatir deh.
  • Buatlah menu yang seimbang setiap hari, maksudnya sayuran, jamur, nasi roti, agar-agar, buah, jagung, dan sebagainya divariasikan setiap harinya, jangan hanya terpaku pada sayuran hijau saja.
  • Jika anak anda masih minum susu, ada baiknya minum susu kedelai atau soya, selain lebih aman, susu soya juga jarang menimbulkan alergi.
  • Buatkanlah aneka minuman jus buah setiap hari, selain sehat, jus buah bikinan sendiri lebih murah (hindari pemakaian gula terlalu banyak, karena dalam buah sudah mengandung gula yang alami). Sajikan jus buah saat bermain, berkumpul atau untuk bekal sekolah.
  • Luangkan waktu anda untuk membuat camilan sehat dari sayuran atau umbi-umbian. Misalnya kroket kentang, lumpia isi sayuran, pastel isi sayuran atau kue pelangi dari singkong. Camilan sehat ini juga bisa jadi trik jika anak susah makan.
  • Saat pergi, jangan lupa bawa bekal makanan sendiri dari rumah, kue, roti atau camilan vegetarian plus jus atau air putih. Agar tidak jajan sembarangan. Be Veg, Go Green, Save The Planet.

Tips memilih popok untuk bayi

October 21, 2008 By: Pradnyamita Category: Serba Serbi Bayi & Anak

 

Di pasaran, kita bakal banyak nemuin berbagai macam popok untuk bayi, mulai yang merk terkenal hingga buatan lokal, mulai yang harganya mahal hingga bisa terjangkau menengah kebawah,mulai yang terbuat dari kain, kertas dan kapas. Beraneka macam pilihan yang disodorkan pada kita, membuat kita harus cermat untuk mempertimbangkan kelebihan dan keuntungan dari popok yang akan kita beli.

 

Popok dipasaran ada tiga jenis yaitu popok sekali pakai/diapers, popok kain, dan popok dipakai berulang kali.

  • Popok sekali pakai / diapers

    Kelebihan : Nyaman, tidak perlu dicuci dan dikeringkan, dapat dibeli sedikit-sedikit, tak perlu menggunakan celana plastik atau peniti bayi, praktis untuk bepergian, ada yang ekstra tipis, hingga mudah dipakai dan bayi tampak rapi, kita dapat memilih sesuai dengan ukuran bayi dan berat bayi.

    Kekurangan : kita perlu mencoba beberapa merk sebelum menemukan yang cocok, harganya cukup mahal, popok berisi kotoran bayi dapat menimbulkan masalah sampah dan mungkin akan mencemari lingkungan dan air.

     

  • Popok kain

    Kelebihan : ramah lingkungan meskipun menggunakan bahan-bahan khusus untuk mencuci dan mengeringkannya, ekonomis karena dapat disimpan untuk adiknya kelak, lebih lembut bagi kulit bayi dibandingkan dengan pampers.

    Kekurangannya : harus sedia dalam jumlah yang cukup banyak (minimal 24 buah), popok harus selalu steril, perlu jemuran khusus, peniti dan celana plastik.

     

  • Popok berulangkali pakai

    Kelebihan : ramah lingkungan, tidak terlalu tebal, tak perlu dilipat, karena ada perekatnya, dan juga tidak perlu peniti. Dapat disimpan untuk anak berikutnya.

    Kekurangan : harganya mahal, paling tidak perlu 15 buah, dan mencoba berbagai merk sebelum mendapatkan yang cocok. Daya serapnya paling sedikit, perlu disterilkan dan dikeringkan, serta perlu tali jemuran dan celana plastik karena bila lembab akan menimbulkan ruam.

     

    Segeralah mengganti popok jika sudah terlihat penuh, bersihkan menggunakan air bersih dan sabun. Oleskan salep atau krim untuk mencegah adanya ruam pada lipatan kulit bayi, sebelum memakaikan popok. Sesekali biarkan bayi tanpa popok agar kulitnya terkena udara bebas.

 

           Sumber : Anne Yelland, buku 18 bulan pertama bayi anda

Cara memandikan bayi

October 18, 2008 By: Pradnyamita Category: Serba Serbi Bayi & Anak

 

Bayi dibawah 1 tahun

Bayi dibawah 1 tahun, yang dimaksud disini adalah yang belum bisa berdiri sendiri.

  • Siapkan perlak, jika anda memiliki box bayi yang dilengkapi alas mandi bisa dilakukan disana, atau bisa juga diatas tempat tidur. Selain itu siapkan alat-alat mandi bayi seperti baby oil, sabun cair, shampo,minyak telon, handbody, bedak, parfum bayi, handuk, baju, celana, popok / pampers, hair lotion/minyak rambut, sisir, dan sarung tangan & kaki (jika masih menggunakan).

  • Siapkan air hangat dalam bak, suhu air hangat-hangat kuku, ukur dengan siku anda, dan jangan terlalu penuh.

  • Letakkan bayi diatas perlak, lalu buka bajunya dan olesi seluruh tubuhnya dengan baby oil sambil sedikit dipijat-pijat. Hal ini dilakukan untuk membuat kulit bayi selalu tetap lembab dan halus. Setelah itu tuang sabun cair pada telapak tangan, gosok-gosok hingga berbusa dan sabuni seluruh badan bayi hingga rata dari ujung kepala hingga kaki. Untuk rambut, gunakan shampo khusus bayi.

  • Setelah semua badan tersabuni, masukkan bayi pelan-pelan kedalam bak, pegang ketiak bayi dengan posisi tangan ibu dibelakang leher bayi. Bilas badan bayi hingga bersih, begitu pula punggung bayi. Saat akan membilas rambut bayi yang sudah keramas, lakukan secara pelan-pelan agar tidak mengenai mata. Tutup teliga bayi dengan jari kita agar tidak kemasukan air.

  • Siapkan handuk diatas kasur dengan posisi membentang. Setelah bayi selesai dibilas dengan air bersih, angkat pelan-pelan dan letakan diatas handuk, kemudian keringkan seluruh tubuhnya termasuk lipatan-lipatan pada kulitnya.

  • Olesi minyak telon, pada punggung, perut, dada dan dibawah udel secara merata. Lalu taburi bedak sedikit saja pada punggung dan perut bayi. Jangan menaburkan bedak pada alat kelamin bayi. Gunakan baju dan celana bersih, jika umur bayi dibawah 3 bulan, umumnya masih menggunakan kain bedong, sarung tangan dan sarung kaki. Jangan lupa memakaikan popok/pampers, cek sebelum memakaikannya, apakah ada ruam merah pada alat kelamin bayi, jika iya, gunakan cream baby untuk mengurangi ruam merah tersebut.

  • Olesi handbody pada tangan dan kaki, kemudian olesi rambut bayi dengan hair lotion, lalu sisir rambut bayi dengan sisir khusus. Jangan lupa gunakan parfum, agar bayi menjadi harum.

 

(more…)