Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for the ‘Ayo Baca Buku’

Diet Enak Ala Vegetarian

November 29, 2008 By: Pradnyamita Category: Ayo Baca Buku

 Buku yang satu ini nggak sengaja saya temukan saat jalan-jalan ke Gramedia, begitu membaca judulnya saya langsung tertarik untuk membuka lembar demi lembar. Wah buku yang bagus buat nambah informasi everything about vegetarian!!!!! Dan benar-benar surprise, 2 diantara 3 penulisnya sudah saya kenal, dr. Hendry Widjaja, MARS dan Drs. Susianto. Buku yang setebal 127 halaman ini, pas banget buat yang ingin belajar menjadi vegetarian, karena dalam bab tiga mengupas habis tentang menjadi vegetarian itu mudah, plus ngajarin tahap-tahap dan pedoman bagi pemula.

Kenapa harus vegetarian? Apa manfaatnya? Emangnya bisa ngurangi penyakit apa aja? Nah, di bab satu dan dua terjawablah semua pertanyaan itu tadi. Terus banyak mitos vegetarian itu bakalan kekurangan gizi, itu sama sekali nggak benar!!! Nih buktinya, coba liat aja halaman 13 dalam buku ini, yang namanya protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, kedelai, sereal, nasi, jagung, buncis dan lain-lain. Sedangkan kalsium bersumber dari sayuran hijau tua, bayam, sawi, brokoli, rumput laut, dan buah-buahan kering. Untuk Zat besi, kita bisa memperolehnya dari tempe, kedelai, kacang hijau, daun kacang panjang, kacang merah dan sebagainya, sedangkan kebutuhan akan vitamin B12 bisa didapatkan dari makanan yang telah difortifikasi, untuk para vegan viatmin B12 dapat diperoleh dari sereal (cornflakes). Bagaimana dengan nutrisi dalam menu vegetarian? Jangan kuatir, buku ini dilengkapi info penting kandungan nutrisi dalam bumbu, buah dan sayur, yang pastinya akan menepis keraguan kita tentang kandungan gizi pada menu vegetarian.

Di bab terakhir buku ini adalah bagian faforit saya, resep masakan vegetarian. Ada 55 macam jenis resep yang disajikan, dan semuanya begitu lezat tercermin dari foto-foto yang ditampilkan secara apik. Karena buku ini di peruntukan untuk semua vegetarian lovers ( mulai yang lacto, lacto ovo, dan vegan), maka tak heran jika beberapa resep ada yang menggunakan telur. Namun juga tak sedikit resep yang diperuntukan untuk para vegan, yang sama sekali tidak menggunakan produk hewani. Rasanya buku ini pas banget menempati daftar koleksi buku anda, karena selain sarat informasi, buku ini akan menambah kepercayaan diri kita tentang bagaimana menjalani vegetarian. (referensi)

Kaldu Vegetarian

November 14, 2008 By: Pradnyamita Category: Ayo Baca Buku

 

Bingung cari kaldu vegetarian di pasaran? Bikin sendiri aja, gampang koq. Rasanya lezat dan juga menyehatkan. Bisa juga disimpan sebagai persediaan masak keesokan harinya. Nah, begini cara membuatnya:

 

  • Siapkan dulu bahannya : 4 buah jamur hioko (rendam sampai empuk), 300 gram kacang kedelai (rendam 4 jam), 300 gr bengkuang (potong besar), 300 gr wortel (potong jadi 2), 2 buah jagung potong kecil, 10 biji ang cao, 2000 cc air, garam dan penyedap secukupnya.

  • Cara bikinnya : campur semua bahan kecuali bumbu penyedap. Masak sampai mendidih. Masak dengan api kecil selama 1 jam, setelah itu taburi bumbu penyedap dan garam. Angkat dan saring. Kaldu siap digunakan.

 

Resep kaldu dan masakan vegetarian lainnya bisa didapatkan di buku Seri Masakan Cina Vegetarian, LAUK LEZAT TANPA DAGING (Penulis : Mary Winata, Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama). Buku ini memuat 20 macam jenis masakan vegetarian, juga cara membuat daging tiruan atau gluten, serta pengenalan bahan-bahan masakan vegetarian. Sebagai veggie lovers yang suka memasak, buku ini bisa menjadi salah satu koleksi, yang akan memperkaya variasi menu sehari-hari. Ayo membaca dan memasak vegetarian!

 

Asupan Tinggi Protein Berbahaya bagi Kesehatan

November 12, 2008 By: Pradnyamita Category: Ayo Baca Buku, Kesehatan

Racun dalam daging tempat berkembang biaknya sel-sel kanker.
Setiap sel mengandung DNA ( asam deoksiribonukleat) , suatu zat kimia yang berisi peta tubuh dan fungsi-fungsinya. Produk sampingan beracun dan pencernaan lemak dan protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA, dan mengubah sel-sel menjadi kanker. Sel-sel kanker mulai berkembang biak dengan sendirinya. Darah kita mengandung sel-sel darah putih dan limfosit menyerang musuh-musuh seperti bakteri dan virus, menghancurkan mereka atau menjadikan mereka tidak berbahaya lagi. Jika sel-sel ini rusak, mekanisme pertahanan garis depan tubuh akan berhenti berfungsi, serta dapat berakhir dengan infeksi dan munculnya sel-sel abnormal atau sel-sel kanker.

Protein Menyebabkan Reaksi Alergi.
Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi memasuki peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat tak dikenal. Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang masih kecil. Tubuh beraksi terhadapnya sebagai zat tak dikenal dan menimbulkan reaksi alergi. Alergi protein seperti ini paling sering disebabkan oleh susu dan telur. Mengonsumsi protein hewani secara berlebihan dan reaksi alergi yang dihasilkannya adalah penyebab meningkatnya kasus-kasus dermatitis atopik, kaligata, penyakit kolagen, kolitis ulserativa, dan penyakit Crohn.

Kelebihan Protein Menyebabkan Kerja Hati dan Ginjal Lebih Berat.
Protein berlebih didalam tubuh harus diuraikan dan disingkirkan melaui urine dan menimbulkan beban yang sangat berat bagi hati dan ginjal.

Konsumsi Protein yang berlebihan Menyebabkan Defisiensi Kalsium dan Osteporosis.
Saat asam amino dibentuk dalam jumlah besar , darah menjadi asam dan membutuhkan kalsium untuk menetralisasinya. Dengan demikian, konsumsi protein yang berlebihan menyebabkan berkurangnya kalsium. Terlebih lagi, kadar fosfor dalam daging sangatlah tinggi dan darah harus menjaga ratio kalsium dengan fosfor antara 1:1 dan 1:2. Makanan yang meningkatkan jumlah fosfor akan menyebakan tubuh mengambil kalsium dari gigi dan tulang untuk menjaga kesimbangan tersebut. Juga, jika seseorang memiliki banyak fosfor dan kalsium dalam tubuh, fosfor dan kalsium itu bersenyawa membentuk kalsium fosfat. Tubuh tidak dapat menyerap senyawa ini, maka senyawa ini pun dikeluarkan, menambah semakin berkurangnya kalsium sehingga tubuh rentan terhadap osteoporosis. Inilah sebabnya masyarakat di negara-negara yang memiliki kebiasaan makan kaya protein hewani menderita osteoporosis : tulang-tulang yang keropos akibat penipisan jumlah kalsium.

Kelebihan Protein Dapat Menyebabkan Kekurangan Energi.
Energi dalam jumlah besar diperlukan untuk mencerna makanan. Protein yang berlebih tidak dapat dicerna sepenuhnya dan karena itu tidak diserap sehingga menyebabkan pembusukan di dalam usus dan timbulnya produk-produk sampingan yang beracun. Energi dalam jumlah yang sangat besar dibutuhkan untuk menghilangkan racun dari zat-zat ini. Pada saat energi dalam jumlah besar digunakan, sejumlah besar radikal bebas terbentuk. Radikal bebas bertanggung jawab atas terjadinya proses penuaan, kanker, penyakit jantung dan aterosklerosis.

Kelebihan Protein Mungkin Ikut Menjadi Penyebab ADHD pada Anak-anak.
Penelitian beberapa tahun belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak-anak yang memiliki rentang perhatian pendek yang cenderung mengalami ledakan-ledakan kemarahan. Makanan dan nutrisi dapat menimbulkan dampak besar pada tingkah laku anak dan kemampuannya untuk beradaptasi secara sosial. Ada kecenderungan yang semakin besar bagi anak-anak di rumah maupun di sekolah untuk mengonsumsi makanan olahan jumlah besar. Makanan-makanan ini tidak hanya mengandung berbagai zat tambahan, bahkan makanan olahan juga cenderung menyebabkan tubuh bersifat asam. Protein hewanidan gula pun semakin banyak dikonsumsi sementara sayuran sering dihindari. Protein hewani dan gula membutuhkan lebih banyak kalsium dan magnesium sehingga menyebabkan defisiensi kalsium dalam tubuh. Defisiensi kalsium menganggu sistem saraf dan ikut menjadi penyebab kegelisahan dan iritabilitas ( sifat lekas marah).

Selengkapnya baca di buku The Miracle of Enzyme self-healing Program,Hiromi Shinya, MD (Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS Terjual 2 juta copy)


Switch to our mobile site