Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for the ‘Cerita anak’

Toples mayones & 2 cangkir kopi

May 06, 2015 By: Pradnyamita Category: Cerita anak

Toples mayones & 2 cangkir kopi

image

Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya. Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh. Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan kedalam toples…

Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat berkata, “Yaa!”

Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.

Para murid tertawa…

“Sekarang,” kata profesor ketika suara tawa mereda, “Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu.”

“Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting – Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh.”

“Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil.”

“Pasir adalah hal-hal yang lainnya – hal-hal yang sepele.”

“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples,” lanjut profesor, “Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu.”

“Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidakakan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian”

“Jadi…”

“Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan.

Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan.”

“Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf – Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya.”

Salah satu murid mengangkat tangandan bertanya, “Kalau kopi yang dituangkan tadi mewakili apa? “Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya. “Kopi itu adalah Perhatian & CINTA”
Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia Cinta untuk keluarga dan sahabat ”

image

Sumber : The mayonnaise jar and 2 cup coffe

gungde krisna anak vegetarian

July 11, 2012 By: Pradnyamita Category: Cerita anak

Gungde Krisna sudah sejak dalam kandungan vegetarian, & sekarang sudah 5 tahun.

Nurani Seekor Singa Bernama Christian

December 05, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak

Pada tahun 1969 John Rendall dan Ace Bourke melihat seekor anak singa dijual di Harrods. Melihatnya terkurung dan kesepian di kandang yang sempit, mereka pun memutuskan membawanya pulang ke flat mereka.

Pendeta setempat mengijinkan mereka melatih anak singa tersebut, yang kini telah di beri nama Christian, di halaman gereja. Waktu berlalu, dan dalam waktu singkat anak singa ini terus tumbuh sehingga terlalu besar untuk flat mereka. Tak ada jalan lain, mereka pun akhirnya mencoba mengenalkan kembali tanah Afrika kepada Christian untuk tinggal di sana.

Setahun kemudian mereka pun ingin mengunjungi Christian, tapi mereka diberitahu bahwa Christian sekarang telah menjadi pemimpin singa yang buas dan tidak akan mengenali mereka lagi. Walaupun mendapat informasi yang berbahaya ini, tak gentar, mereka tetap pergi mengunjungi Christian.

Setelah akhirnya menemukan Christian, dan bertemu muka dengan singa yang buas ini, inilah yang terjadi……….sungguh mengharukan! Cinta kasih antara sesama makhluk ciptaan Tuhan ini telah membuat jutaan orang yang menyaksikannya meneteskan air mata haru.

Lihat videonya di sini http://www.youtube.com/watch?v=md2CW4qp9e8

Surat Seekor Ayam kepada Manusia

December 05, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak

Rumah Jagal, 25 Oktober 2009

Kepada :
Saudaraku yang terkasih,
Manusia

Salam kasih saudaraku,
Maafkan aku kalau tulisanku ini mengganggumu. Aku sendiri juga tidak yakin apakah benar menulis surat ini atau tidak. Tapi, kupikr, jika surat ini tidak pernah ada, mungkin tidak akan lagi ada kesempatan. Dengan tulisan ku yang berantakan ini, ha.. ha.. kamu menyebutnya cakar ayam, semoga masih bisa terbaca, aku memberanikan diri. Masih teringat, tiap pagi kamu selalu telat bangun. Sulit sekali untukmu bangun pagi. Sering kali kamu tidak sarapan, langsung saja berangkat. Lihat saja, badan kamu jadi kurus begitu. Tahukah kamu? Aku sangat sedih. Aku bertekad berbuat sesuatu untukmu. Tiap pagi aku akan bangun pagi-pagi, aku akan teriak terus sampai kamu bangun. Sering kali, tenggorokanku sakit, suaraku hilang, tapi aku tetap berusaha teriak sampai kamu bangun. Sekarang mungkin kamu harus berjuang sendiri, maafkan aku, aku tidak bisa lagi membangunkanmu.

Kata dokter, telurku banyak mengandung protein. Aku begitu bahagia bisa memberikan sesuatu dari diriku untukmu. Memang aku sulit sekali menerima ini, aku begitu sulit bertelur dengan harapan dapat anakku dapat segera menetas. Tapi sepertinya harapan itu tidak akan pernah terwujud. Setidaknya aku bisa melihatmu sehat karena telurku. Aku tidak pernah menyesal, karena aku mengasihimu, aku sangat mengasihmu. Akhir-akhir ini, aku merasa aneh, daging pada tubuhku terasa membengkak, terutama bagian pahaku. Aku mulai bertanya kapan aku terakhir fitness¦ Tapi rupanya itu bukan hasil fitnessku selama ini, kamu telah melakukan sesuatu padaku. Seingatku sering kali aku tertusuk jarum yang tajam dan setelah itu, terasa ada carian yang masuk ke tubuhku. Pertama-tama kukira dengan badanku seperti ini, kamu ingin aku jadi atlit binaraga. Aku begitu bahagia, kamu begitu memperhatikanku. Ketika aku diangkut ke truk bersama teman-temanku, aku masih berpikir aku akan pergi ikut turnamen binaraga. Aku begitu bahagia berpikir bisa membawa pulang piala buatmu sampai aku sadar tempat apa yang kami tuju. Aku melihat teman-temanku sudah terkapar, darah mengucur dimana-mana, mereka sudah tidak beryawa. Teriakanku tertahan, Ini bukan gedung turnamen, ini adalah rumah jagal.

Akhirnya aku mengerti, ternyata aku disuntik supaya dagingku besar, kamu akan menikmati dagingku. Tapi semua itu sudah terlambat. Aku takut sekali, aku ingin lari keluar tapi aku tak bisa, aku tak berdaya. Satu-persatu temanku dimasukkan ke dalam sebuah alat yang besar, teriakan mereka begitu menyayat hati. Aku tahu pasti, sebentar lagi aku akan merasakannya. Aku heran, suara teriakan yang begitu keras, tidakkah itu mengganggumu? Mungkin kamu tidak mendegarnya atau lebih tepatnya tidak mau mendengarnya? Bukankah kita sama-sama mahkluk ciptaan Tuhan? Bukankah dulu kita saling mengasihi? Kenapa kamu berubah begitu cepat? Apakah aku benar-benar tidak bermakna di matamu? Waktuku sudah hampir habis, sebentar lagi akan tiba giliranku. Sudah tidak ada gunanya lagi aku berbicara terlalu banyak. Ketika kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Hmm, mungkin juga aku sudah berada dalam perutmu!

Tapi ada satu hal yang aku ingin sekali kamu tahu, bahwa aku masih mengasihmu, saudaraku. Aku doakan semoga kamu bisa hidup bahagia denga kasih. Semoga pengorbananku ini bermakna bagimu. Aku masih terus menantikan hari dimana kita bisa hidup bersama, saling mengasihi. Mungkinkah hari itu akan tiba? Selamat tinggal saudaraku. (referensi)

Yang mengasihimu,
Ayam

Suara Hati Seekor Anak Sapi

December 04, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Serba Serbi Bayi & Anak

Di hari pertama aku bertemu denganmu adalah hari kelahiranku, Muda dan bulat, oh aku sungguh montok. Bersama Ibu aku bersenda gurau dengan gembira. Dengan kasih engkau memandangku, memuji, “Oh, kau sungguh bulat, betapa lucunya!”  Setiap hari engkau datang berkunjung, membawa air sejuk dan hidangan vegetarian yang lezat. Ibu dan aku sangat tersentuh, kebaikanmu lebih berharga dari emas. Aku menjalani kehidupan yang damai di bawah pemeliharaan dan perlindunganmu. Seiring dengan berlalunya waktu aku semakin montok, hanya makan, istirahat, dan bermain saja…

Begitu indahnya pagi ini, di kala awan sedang melayang melintasi langit, aku dan Ibuku berdekapan erat. Tak sadar akan tragedi yang akan menimpa!Dua pria muda berotot, kuat laksana macan dan gajah, melumatkan tubuh kecilku, masuk ke dalam sangkar kengerian! Tidak ada jalan untuk lolos! Oh Tuhan, api pencucian apakah ini? aku meratap dalam ketakutan dan kengerian, Ibu, oh Ibu, tolong selamatkan aku! Oh pemeliharaku, tolong segera datang lindungi aku! Selamatkan hidupku, aku masih muda! Ibuku menjerit dalam duka. Air mata putus asa memenuhi matanya. Surga yang tak terukur tak dapat menampung. Derita yang tak terkira ini! Pengurusku berpaling pergi, tangannya sibuk menghitung tumpukan uang.

Dengan malang aku terguncang-guncang dalam peti barang. Hati yang hancur lebih sakit daripada penderitaan tubuh! Dua pria muda itu berkelakar “Anak sapi ini akan sangat lezat! Besok kita akan menyembelihnya Untuk merayakan kelahiran bayiku yang baru lahir!” Oh, betapa ironisnya hidup ini!Jiwaku dihancurkan, Air mata mengalir dalam hatiku laksana darah mengalir dalam anak sungai. Aku kira kau mencintaiku memeliharaku sampai dewasa. Tetapi semua ini hanyalah pura-pura bagimu, ini hanyalah keuntungan dan uang!

Besok tubuhku akan disembelih menjadi potongan kecil, daging dan tulangku berubah menjadi siksaan belaka. Hanya agar mereka dapat tertawa dalam keriangan di pesta dan pertemuan bahagia mereka. Untuk anakmu yang baru lahir dan yang lainnya. Aku berharap agar mereka panjang umur
Agar keluargamu dapat berkumpul bersama. Dan tidak perlu menanggung nasib seperti diriku. Aku berdoa agar seluruh keluargamu hidup dengan mulia
Untuk menjadi manusia dalam banyak kehidupan. Dan tak pernah dilahirkan sebagai sapi yang selalu membayar hutang!

Oh, selamat tinggal kehidupan… Aku rindu pada ibuku yang menderita.
Dengan berlinang air mata aku berteriak…
Oh, Ibu! Ibu… Ibu…

Cerita ini sangat bagus untuk membuka hati anak-anak supaya lebih welas asih terhadap hewan :D (referensi)


Switch to our mobile site