Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for the ‘Global Warming’

Bocah 9 Tahun Tuduh McDonald’s Menipu Anak-Anak “McD mengelabui anak-anak supaya makan makanan yang tidak sehat.”

May 29, 2013 By: Pradnyamita Category: Dapur Vegetarian, Global Warming, Kesehatan

image
(more…)

Loving The Silent Tears

October 03, 2012 By: Pradnyamita Category: Global Warming

PBB: Kurangi Makan Daging untuk Selamatkan Bumi

June 06, 2010 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Vegetarian tak cuma baik bagi tubuh tapi juga lingkungan. Laporan utama PBB menyerukan penduduk dunia perlu mengubah kebiasaan makan daging dan beralih menjadi vegetarian untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

Kelompok ilmuwan internasional mengatakan penyebab terbesar emisi gas rumah kaca adalah produksi makanan dan penggunaan bahan bakar fosil.

Ilmuwan mengatakan, penggunaan batubara dan minyak bumi secara bertahap dapat digantikan oleh sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari. Tapi penduduk dunia akan selalu membutuhkan makan. (more…)

Mencegah Kiamat yang Tidak Perlu

January 19, 2010 By: Pradnyamita Category: Global Warming

oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr.

“Satu hal sekarang yang mengancam dunia kita bersama adalah pemanasan global. Zaman sekarang, kalau Yohanes Pembaptis harus berseru-seru, Ia pasti akan berseru mengenai kiamat kita bersama yang diakibatkan oleh keserakahan kita, yang membuat dunia makin panas. Kalau kita menantikan kedatangan Kristus, sebenarnya bukan kedatangan kiamat 2012 itu, tapi kedatangan Yesus yang ingin kita bertindak nyata untuk menghentikan pemanasan global itu. Untuk menghentikan dunia yang tidak damai ini. Untuk menghentikan diri kita yang sering tidak bisa menguasai nafsu kita. Salah satu yang membuat kita ngawur, manja, yaitu kita menikmati kenikmatan-kenikmatan duniawi. Itu yang membuat pemanasan global. Apa itu? Makan daging. Daging dan ideologi dagingisme itu sudah menguasai seluruh kehidupan. Dan itu membuat dunia makin panas.

Menurut para ilmuwan, pemanasan global, 60% lebih, diakibatkan oleh peternakan. Ternak. Dan lagi, kotorannya itu bikin panas. Gas metan. Ini luar biasa.. Ini pengetahuan yang membuka, menurut Santo Paulus, yang membuat kita punya pengertian, pengetahuan yang benar, sehingga kita bisa memilih mana yang paling baik. Saya sendiri terbuka ketika mengetahui kenyataan ini. Membuka mata, itu benar. Dan itu sungguh-sungguh membuat kita semua, yang sudah kena ideologi dagingisme itu, merasa bahwa makan itu harus enak. Dan itu membuat dunia makin panas. Gas metan yang dikeluarkan itu dari peternakan, paling banyak, lalu membuat rumah kaca, efek rumah kaca. Lalu es di kutub utara mencair. Sekarang baru 17 cm pertambahan air laut, tapi nanti kalau diteruskan sampai es di kutub utara hilang, itu bisa 7 meter lebih. Pertambahan 17 cm ini sudah membuat gempa bumi di mana-mana. Mengapa? Karena bumi di bawah sana itu kan geser-geser, yang terdiri dari lapisan-lapisan. Kalau ditambah volume airnya, volume massa airnya, pasti akan makin tertekan. Pasti akan ambles, ambles. Maka sering gempa bumi. Sangat masuk akal. Dan menurut perhitungan, memang, hitungan tahun-tahun ke depan ini, es di kutub utara makin habis, dan lalu mau jadi apa? Dan itu pasti akan menaikkan suhu bumi. Dan pasti laut juga akan bertambah. Itu korelasinya sangat nyata, sangat scientific. Sangat ilmiah. Dan justru itu karena perilaku kita.

Kalau Yohanes berseru-seru “Bertobatlah..” Dan ingin Yesus supaya… Yesus yang tinggal di dunia bersama dia, ingin supaya dunia ini lestari, maka tidak ada kata lain, selain kita menghentikan gaya hidup yang hedonis, yang penuh kenikmatan, salah satu yang terpenting adalah kebiasaan makan daging. Yang serba nikmat itu, beralih ke, menurut Kejadian 1, ayat 29, “Aku telah menciptakan tumbuhan berbiji, Aku telah menciptakan semua itu… buah-buahan yang berbiji, dan itulah yang akan menjadi makananmu.” Menjadi sehat, menjadi tidak panas, menjadi adem, bertobat, mulai dari cara makan kita. Bertobat, mulai dari menghayati Yesus yang mau tinggal bersama kita semua, yang mencintai segala makhluk. Ia nanti lahir di kandang hewan… Ia mencintai hewan-hewan itu Ia sungguh tidak ingin terjadi kekerasan di antara kita, mulai dari makanan kita.

Kalau saya, saya tidak makan daging. Saya vegetarian untuk alasan kesehatan saya sendiri, maupun untuk alasan global warming. Untuk bertobat supaya kita berpengetahuan yang benar”

Khotbah ini disampaikan oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr. (Rohaniwan Gereja Katholik Keuskupan Agung Semarang dan Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia) dalam sebuah misa di Gereja Pugeran, Yogyakarta.

Videonya dapat diunduh di : http://www.youtube.com/watch?v=tUJkrbig3SU

Video ini hanya berdurasi 5 menit.

Tips untuk menonton video di Youtube :
1. Klik tombol play dan biarkan berjalan hingga video selesai meskipun koneksi internet terputus-putus.
2. Setelah selesai, geser tombol berbentuk bulat kembali ke posisi awal, lalu tekan tombol play. Video dapat ditonton lancar tanpa terputus-putus.

Beliau berpesan sebarkanlah video ini seluas-luasnya.

Guru Besar Universitas Stanford Serukan Hapus Peternakan dari Bumi

December 01, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming

Ilmuwan vegan ternama membuat persiapan untuk mengubah industri makanan. Menyimpulkan bahwa planet ini tidak dapat menopang umat manusia jika konsumsi produk hewani terus meningkat, guru besar Universitas Stanford dan anggota Akademi Sains Nasional AS, Dr. Patrick Brown, memutuskan untuk mengesampingkan pekerjaan ilmiah normalnya selama 18 bulan dan sebagai gantinya berupaya menghapuskan peternakan di seluruh dunia. Rencananya termasuk membantu orang mengubah diet mereka dengan menunjukkan kepada perusahaan cara membuat dan memasarkan makanan vegetarian yang lezat. Selama enam bulan ke depan, dia akan bekerja sama dengan para ilmuwan membuat model yang menunjukkan bahwa biaya ekonomi dan lingkungan makanan hewan terlalu tinggi untuk dipertahankan, disusul dengan setahun bekerja sama dengan koki dan periset pangan ternama mengembangkan makanan vegetarian yang lezat dan program untuk mengatasi isu ketahanan pangan. Mengatakan bahwa dia ingin menyikapi krisis planet kita sebagai problem yang dapat dipecahkan, Dr. Brown menawarkan ringkasan sederhana solusinya: “Hapuskan peternakan di planet Bumi.” Referensi


Switch to our mobile site