Bayi Vegetarian

sehat sejak dini
Subscribe

Archive for the ‘Uncategorized’

Bisakah Kucing menjadi vegetarian?

May 05, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming, Uncategorized

Sejumlah ahli mengatakan bahwa manusia dan anjing bisa menjadi vegetarian, tetapi kucing tidak, karena kucing memerlukan salah satu jenis protein yang hanya ada pada daging, yaitu taurine. Didalam bukunya yang berjudul “Complete Guide to the Health of Dogs and Cats”, Dr. Richard Pitcairn, menulis bahwa kucing tidak dapat mengubah beta karotin menjadi vitamin A. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan masalah pada pendengaran dan penglihatan kucing. Selain itu kucing juga memerlukan taurine yang biasanya hanya terdapat dalam daging hewan. Kekurangan taurine dapat menyebabkan penyakit jantung dan kebutaan pada kucing.

Dr. Richard Pitcairn juga mengatakan bahwa kucing-kucing di Inggris tetap baik-baik saja walaupun mereka tidak makan daging, tetapi anehnya, Dr. Richard dan Vegan Society tetap mengingatkan para pemilik kucing bahwa kucing memerlukan suatu nutrisi yang hanya bisa diperoleh dari daging hewani.
(referensi)
Kasus seperti ini mirip sekali dengan kasus kekurangan vitamin B12 pada manusia. Banyak para pemula dalam diet vegan dan vegetarian mengira bahwa mereka perlu suplemen vitamin B12. Para ilmuwan mengatakan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan kerusakan otak, degenerasi dini, anemia, kerusakan sistem saraf, kerusakan metabolism sel bahkan hingga depresi, kurang tidur dan kurang gairah bekerja. Tetapi para ilmuwan dan dokter juga mengakui bahwa kekurangan vitamin B12 itu dapat terjadi karena:
• asupan vitamin B12 nya kurang
• kurangnya kemampuan tubuh untuk menggunakan vitamin B12
• ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi vitamin B12

Sesungguhnya kita bisa memproduksi vitamin B12 secara alami dalam usus kita, demikian pula kucing juga bisa memproduksi taurine dalam usus mereka. Jack Norris, RD
- Dari Wikipedia :”Taurine, or 2-aminoethanesulfon ic acid, is an organic acid. It is also a major constituent of bile and can be found in the lower intestine and in small amounts in the tissues of many animals and in humans as well.” (referensi)
Dengan demikian, sebenarnya kita tak usah terlalu risau akan kekurangan vitamin B12 atau kucing kita kekurangan taurine karena kita dan kucing kita melakukan diet vegan, karena pada dasarnya semua makanan alami mengandung semua hal itu, tetapi karena kita membudidayakan dengan cara memaksa (rekayasa genetika) dan terus dengan cara merusak alami (dengan pupuk dan bibit buatan pabrik) maka hasil produksi pertanian hanya nampak bagus dan enak rasanya, tetapi banyak kekurangan nutrisi alami.
Walaupun beberapa ilmuwan juga mengatakan bahwa vitamin B12 dan taurine diproduksi di usus besar (colon) sehingga jika benar demikian maka vitamin B12 tidak akan teraborbsi karena penyerapan hanya terjadi pada usus halus. Karena itu sejumlah teori juga mengatakan bahwa banyak hewan-hewan vegan pemula yang mengkonsumsi kotoran mereka sendiri untuk mendapatkan kecukupan vitamin B12 atau taurine. Walaupun benar, tetapi terdengar sangat tidak enak bukan? Akankah kita juga mengkonsumsi kotoran kita sendiri? Melihat kenyataan bahwa para vegan juga tetap sehat maka Alber MJ melakukan penelitian lebih lanjut dan ternyata dia menemukan bahwa di usus halus, vitamin B12 juga diproduksi.
(Albert MJ, Mathan VI, Baker SJ. Vitamin B12 synthesis by human small intestinal bacteria. Nature. 1980;283(Feb 21):781-2.)

Jadi, kita tak perlu risau lagi tentang vitamin B-12 dan taurine..
Semua yang dilakukan dengan dasar kasih, tentu akan cocok bagi semua spesies atau kehidupan di dunia. Kucing atau hewan karnivora yang lain akan segera menjadi vegetarian pada jaman keemasan ini! Manusia akan meninggalkan semua alat perangnya, dan tak ada hewan lagi yang saling membunuh, serta yang ada hanya sebuah rantai kehidupan yang penuh kasih. Sekarang sudah banyak kucing yang vegetarian (tanpa produk hewani sama sekali) dan mereka toh tetap sehat bahkan terlihat lebih baik, lebih jinak, dan bulunya tidak mudah rontok.[image]

Thanks to : Bapak Pater Ananta :)

Anak saya vegetarian

January 27, 2009 By: Pradnyamita Category: Cerita anak, Kesehatan, Uncategorized

 

Awalnya saya tidak tahu apa itu vegetarian, kemudian teman saya menerangkan bahwa itu adalah pilihan untuk tidak memakan segala jenis daging. Pikiran saya betapa tidak mengenakkan meninggalkan ayam goreng, sate kelinci, rendang sapi, gulai kambing, ikan bakar, bakso urat, sosis babi dan sebagainya. Itu semua adalah makanan favorit saya. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah buku dan selebaran mengenai fakta dibalik semua yang saya makan tadi. Wah, saya sungguh tidak meyangka bahwa hewan-hewan yang tidak bersalah itu sangat menderita oleh kepuasaan sesaat perut dan lidah saya. Selain itu, daging yang mengendap dalam tubuh saya sekian tahun ini, adalah awal cikal bakal munculnya banyak penyakit kelak jika saya berusia lanjut (catatan penulis: daging mengandung lemak jenuh/lemak jahat yang susah diserap oleh tubuh, tumpukkannya yang menahun dalam tubuh disebut kolesterol, dan kolesterol bisa menghambat aliran darah, dari sinilah awal munculnya penyakit). Dan yang pasti menderita, keluarga saya juga. Sejak saat itu saya memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsi daging, dan menjadi seorang vegetarian.

Menjadi vegetarian, dilakukan secara bertahap, 1 bulan pertama saya meninggalkan semua daging, perut saya agak aneh, karena saya harus ke belakang setiap hari, selain itu juga sering lemas dan juga pusing. Saat saya bertanya kepada teman yang sudah lama menjalani vegetarian, saya baru tahu bahwa pola makan saya tidak seimbang, karena hanya mengkonsumsi sayuran hijau saja setiap hari. Bulan kedua saya meninggalkan telur dan segala sesuatu produk yang mengandung hewani. Hingga akhirnya saya melewati setiap bulan dengan lancar tanpa merasa bersalah oleh penderitaan hewan. Tadinya menjadi vegetarian didorong rasa kasihan pada hewan, namun tidak disangka ternyata efeknya sangat banyak sekali, kulit saya lebih cerah, pikiran saya lebih positif, dan jarang sekali sakit. Vegetarian adalah pilihan tepat untuk hidup yang sehat.

Saat saya menikah, dan mengandung, saya terus menjalankan vegetarian. Setiap hari yang saya konsumsi adalah nasi, beraneka warna jenis sayuran, bayam, wortel, brokoli, buncis, kacang merah, terong, kacang hijau, roti, mie, jamur, jeruk, pepaya, apel, pisang dan segala jenis buah saya konsumsi. Setiap hari saya membuat jus buah, dan juga minum susu kedelai. Selain itu saya juga mengkonsumsi suplemen dan vitamin yang diberikan oleh dokter kandungan. Minum air putih yang banyak adalah wajib bagi saya, untuk menghindari dehidrasi saat mengandung. Istirahat yang cukup serta setiap minggu mengikuti senam hamil adalah kegiatan saya selama menunggu proses kelahiran.

Dan akhirnya yang ditunggu selama 9 bulan telah tiba, munculnya bayi laki-laki gagah dalam kehidupan keluarga kami begitu menggembirakan. Saya sangat terharu bercampur syukur dikaruniai anak yang begitu tampan dan gagah. Saya akan merawat dan membesarkannya sebaik mungkin. Yang pasti saya pun menginginkan anak saya ikut vegetarian. Hmm tapi apakah mungkin, bayi vegetarian? Bisakah? Saya tidak tahu bagaimana bayi bisa vegetarian? Saya mulai banyak mencari informasi dan juga bertanya kepada semua teman-teman yang sudah berpengalaman dalam membesarkan bayi vegetarian. Melewati 6 bulan pertama masa kehidupan Gungde Krisna, panggilan anak saya, masih lancar-lancar saja, karena semua asupan gizi dan makanan Gungde bersumber dari ASI. Menginjak bulan ke tujuh, Gungde belajar makan bubur saring dan sayuran. Bubur saring adalah bubur nasi yang disaring menggunakan saringan kawat yang lubangnya kecil. Setelah halus sajikan hangat-hangat, lalu diberi garam sedikit saja (dokter tidak menyarankan sih), lalu dicampurkan dengan bubur sayur.

Membuat bubur sayur sangat mudah, semua jenis sayur bisa dibuat bubur. Contoh yang saya berikan pada Gungde adalah bayam, wortel, jagung manis, sawi, brokoli, bunga kol, buncis, kentang dll. Semua sayur saya rebus, kemudian dihaluskan menggunakan blender atau dilumatkan dengan sendok. Setiap hari berbeda-beda jenis sayur yang diberikan agar kebutuhan vitamin dalam sayur terpenuhi, saya juga melengkapinya dengan jus buah yang saya taruh dalam botol dot nya. Gungde sangat doyan sekali dengan sayur dan buah. Untuk bayi dibawah satu tahun, kebutuhan akan akan nutrisinya sangat tergantung dari ASI, sedangkan makanan pendamping ASI, nutirsinya bisa tercukupi dengan konsumsi buah dan sayur beraneka warna. Tahu dan tempe juga dapat diberikan dengan cara direbus hingga matang lalu di lumatkan hinga halus, bisa dicampurkan dengan kaldu sayur sebagai makanan penutup.

sayur dan buahTernyata membesarkan bayi vegetarian, tidaklah terlalu sulit. Bagi saya yang penting tercukupi akan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitaminnya. Semua itu sudah ada di sayur, buah, jamur, tempe, tahu dan sebagainya. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat dan cocok pada perut bayi adalah gula fruktosa, gula ini biasanya terdapat pada semua jenis buah segar, apel, mangga dll, buncis, kacang polong, ASI, pasta, kentang manis, kacang kedelai, sayuran dan biji-bijian. Sedangkan contoh makanan yang mengandung protein adalah susu kedelai, tempe, tahu, kacang kedelai, kacang-kacangan, buncis, mentega kacang, padi-padian, gandum dan hampir semua elemen makanan banyak yang mengandung protein yang cukup baik. Untuk lemak, bisa didapati pada ASI, biji bunga matahari, jagung, minyak kedelai, kenari, alpukat, minyak sayur, mentega kacang (ada baiknya diberikan pada usia 2th keatas). Mineral banyak terdapat pada buah-buahan, kacang, sayuran berhijau daun, dan rumput laut. Sedangkan vitamin, yang pasti banyak didapati pada sayur berwarna warni, segala jenis buah, dan kacang-kacangan. Untuk kebutuhan akan vitamin B12, bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi tempe, lidah buaya dan tanaman hasil laut, sedangkan vitamin D bersumber dari susu kedelai dan paparan sinar matahari pagi.

Sekarang anak saya menginjak usia 2 tahun, menu makanannya sudah bisa seperti makanan orang dewasa. Aneka macam sayur, jamur, tahu, tempe dan juga buah menjadi menu wajib keluarga kami. Dengan pengaturan menu yang beragam setiap harinya, kebutuhan gizi yang seimbangpun bisa terpenuhi dengan baik. Bahan-bahan makanan vegetarian pun tidaklah sulit untuk mendapatkannya. Sehat sejak dini dengan vegetarian bagi anak-anak adalah pilihan yang tepat untuk investasi kesehatan masa depannya kelak. Ajarkan gaya hidup sehat untuk anak, dengan berawal dari meja makan anda.

Asam Urat dan Vegetarian

January 25, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Sayur dan Buah, Uncategorized

Ada yang bilang bahwa penderita asam urat sangat susah menjalani pola makan vegetarian, wah siapa bilang? Memang untuk beberapa jenis makanan terutama sayuran, ada yang dihindari, dibatasi serta diabaikan dalam konsumsi sehari-hari. Asam urat adalah senyawa sukar larut dalam air yang merupakan hasil akhir metabolisme purin. Secara alami, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan), atau hewan (jeroan, daging, ikan sarden). Juga dalam makanan kaleng atau minuman berakohol.

Drs. Susianto, MKM, seorang ahli gizi, menerangkan bahwa diet diberikan kepada pasien dengan kadar asam urat > 7,5 mg/dl. Makanan yang tinggi purin umumnya meningkatkan ekskresi/pengeluaran asam urat melalui urin sehingga bisa terbentuk batu asam urat. Metabolisme purin yang abnormal juga akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit gout artritis, sehingga terjadi timbunan kristal garam urat di persendian dapat menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan/atau jari.

     Kelompok bahan makanan menurut kandungan PURIN dan anjuran makan:

  • Kelompok 1 (DIHINDARI) : Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/100gr bahan makanan ) : Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, bebek, ikan sardin, kerang
  • Kelompok 2 (DIBATASI) : Kandungan purin sedang (9-100 mg purin/100gr bahan makanan) : Daging, ikan, ayam, udang, daun dan biji melinjo, daun singkong, kang kung, bayam, kacang, asparagus, kacang tanah, kacang kedelai.
  • Kelompok 3 (DAPAT DIMAKAN)/ (DAPAT DIABAIKAN) : Kandungan purin rendah, Nasi, ubi, singkong,  jagung, roti, mie, bihun, tepung beras, sayuran (kecuali sayuran dalam kelompok 2), buah-buahan, kue kering puding/agar2, lemak/minyak, gula.

Selain itu Drs. Susiato, MKM, menambahkan bahwa tempe dan tahu masih boleh dikonsumsi sebagai sumber protein vegetarian, asalkan dibatasi yaitu 50 gram (2 potong sedang) sehari. Disamping itu kacang-kacangan yang lain sebagai sumber protein vegetarian yang baik masih boleh dikonsumsi seperti : kacang panjang, buncis, kacang hijau, kacang merah, dll. Jangan takut kurang protein, karena nasi saja mengandung protein, selain itu nasi juga mengandung zat besi. Disarankan penderita asam urat  harus banyak minum air putih (2-3 liter/hari) dan olah raga. Jadi, bagi anda atau saudara anda yang terkena asam urat dan ingin menjalankan pola makan vegetarian, sama sekali tidak ada masalah, semua bisa dilakukan secara selaras sesuai dengan porsi yang dianjurkan. Be Veg, Go Green and Save The Planet. 

 

Tags:

Drs. Susianto, MKM, seminar vegetarian hingga luar negeri

January 14, 2009 By: Pradnyamita Category: Kesehatan, Profile, Uncategorized

Bagi Ibunda yang menginginkan anaknya sehat sejak dini dengan vegetarian, maka wajib untuk mengetahui banyak hal menyangkut menu, kesehatan dan juga kandungan gizi dalam menu makanan sehari-hari yang disajikan untuk sang buah hati. Drs. Susianto, MKM telah berbagi pengetahuan mengenai hal ini, beliau adalah seorang ahli gizi yang saat ini sedang menempuh gelar S3 nya di FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) – UI. Sebagai pembicara seminar, yang sudah melalang buana hingga 46 kota IVS cabang se – Indonesia dan juga luar negeri seperti Singapore, Malaysia, Taiwan, India, Australia dan Jerman, Bapak dari seorang putri, Shanti Paramitha dari istri Lily Setiawinata, ini tak lelah terus memberikan pengetahuannya tentang vegetarian. Hoby nya yang suka menulis, membaca dan ketawa ini, membuat Bapak Susianto dipercaya menjadi Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society (IVS), Sekjen Asian Vegetarian Union (AVU) dan Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pasific.

Namun disela kesibukan yang super padat didalam organisasi, Bapak Susianto yang doyan banget makan gado – gado dan ketropak, masih memiliki pekerjaan utamanya sebagai Konsultan PerkinElmer Indonesia. Mendengarkan lagu lama, adalah salah satu kegemaran Bapak kelahiran Riau ini, mungkin dengan iringan musik inilah beliau bersama dr. Hendry Widjaja dan Helda J. Mailoa, terinspirasi membuat buku “Diet Enak Ala Vegetarian” yang diterbitkan tahun 2007 lalu. Bertempat tinggal di Taman Palem Lestari, Jakarta Barat, Bapak Susianto yang telah menjalani vegetarian sejak tahun 1988 ini, telah membagikan pengalaman dan membuka wawasan kita dalam penelitiannya mengenai “Status gizi balita vegetarian dan non vegetarian.” Selain itu masih banyak lagi wawasan yang telah dibagikan pada kita, tentang “apa yang perlu kita ketahui tentang bayi dan anak vegetarian”, lihat selengkapnya pada artikel berikutnya.

Resolusi tahun baru, jadilah vegetarian

January 07, 2009 By: Pradnyamita Category: Global Warming, Uncategorized

Tidak menggunakan segala jenis pakaian, kosmetik ataupun semua baran yang berasal dari hewan

Meluangkan banyak waktu untuk bersahabat dengan hewan

Membeli semua produk yang tidak mengandung hewani

Jadilah vegetarian untuk menyelamatkan bumi

Jadilah Vegan

(referensi)


Switch to our mobile site